Bimtek peningkatan mutu layanan Rehabilitasi IP

Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Layanan Bagi Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah dengan tema “Aksesibilitas Layanan Rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi di Kota Pare-pare”.

👉*Waktu dan Tempat:*
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Februari 2018 di Hotel Youtefa Jl. Mattiro Tasi, Kota Pare-pare.

👉*Peserta Kegiatan:*
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 30 org peserta yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Pare-pare, Rumah Sakit Andi Makkasau, RS. Siti Fatimah, RS. Lauleng dan Puskesmas yang ada di Kota Pare-pare.

👉*Pemateri:*
1) Kepala BNNP Sulsel memberikan materi tentang Kebijakan BNNP Sulsel dalam Bidang Rehabilitasi.
Penekanan Kepala agar kegiatan ini dapat berdampak pada aksesibilitas layanan rehabilitasi dengan masyarakat dan mempersiapkan petugas layanan agar dapat ikut serta dalam program layanan rehabilitasi.

2) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pare-pare, dr. Muh. Yamin, M. Kes., membuka sekaligus memberikan materi tentang Kebijakan Dinas Kesehata Kota Pare-pare dalam Upaya Rehabilitasi Penyalah Guna Narkotika di Kota Pare-pare.
Penekanan Kepala supaya Bimtek ini dapat berdampak pada aksesibilitasi layanan Rehabilitasi dengan masyarakat, serta dapat meningkatkan jumlah klien yg mengikuti program rehabilitasi.

3)Kepala Bidang Rehabilitasi dgn materi (Modul 1) Kebijakan dan Strategis Bidang Rehabilitasi terkait Skrining dan Intervensi Lapangan; (Modul 3) Overview Skrining Intervensi Lapangan.
Penekanan dari narasumber terkait indikator keberhasilan layanan rehabilitasi yaitu memulihkan pecandu, mempertahankan kepulihan, produktif dan kembali berfungsi sosial. Diharapkan Puskesmas atau Puskeskel dapat membentuk pojok konseling adiksi di wilayahnya untuk menjaring penyalah guna narkoba.
Giat SIL dilakukan secara pasif dan aktif, secara pasif dimaksudkan untuk menjaring pengguna narkoba di Poli dan di UGD satker masing2 untuk menemukan klien, yaitu jika ada klien datang dengan keluhan berulang misalnya sakit kepala,, tidak bisa ridur, ada riwayat hipertensi, diabetes dll bisa dilakukan skrining dengan menggunakan _tools_ ASSIST. Apabila mendapat hasil dengan risiko rendah-sedang akan diberikan (KIE/edukasi dan intervensi singkat), sedangkan jika risiko tinggi maka dilakukan (asesmen dan layanan selanjutnya).

4) Tim Rehabilitasi, presentasi dan roleplay tentang skrining dengan tools ASSIST, pengisian form asessmen wajib lapor,konseling dasar serta pencatatan dan pelaporan.

5) Kasi PLR (Rencana Tindak Lanjut)
Bidang Rehab akan mengimplemntasikan program pojok konseling disetiap puskesmas agar dapat menjangkau penyalah guna narkotika.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s