Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Rehabilitasi IP di Sulsel

Makassar, 19-20 April 2017, Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi yang diikuti oleh 10 institusi pemerintah  yg melaksanakan layanan, antara lain RSKD Dadi Makassar, RSUD Sayang Rakyat, RSUD Batara Guru, RSUD Lasinrang, Puskesmas Kota Pangkajene Sidrap, Puskesmas Andalas, Puskesmas Tamalate.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Alson Jl.Lembeh Makassar pada tgl 19-20 April 2017. Memilih hotel di lokasi tersebut dengan tujuan memasang logo BNN di lokasi tersebut supaya pengguna narkoba tidak menggunakan narkoba di wilayah tersebut.

Tujuan kegiatan yaitu menciptakan petugas pelaksana rehabilitasi dapat menjalankan dan menerapkan program rehabilitasi secara baik dan benar dalam rangka mendukung pelaksanaan program rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Materi Bimtek, antara lain :

1)Kebijakan Kepala Bnnp Sulsel tentang Rehabilitasi dan sistem manajemen rehabilitasi; 2)Grand design rehabilitasi dan standar rehabilitasi; 3)Mekanisme rehabilitasi di RSUD Sayang Rakyat oleh Dir RS Sayang Rakyat; 4)Perka 17/ 2017 tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba; 5)Mekanisme perubahan capaian output rehabilitasi rawat inap; 6) Standar pelayanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; 7)Asesmen dan konseling.

Bnnp Sulsel kerjasama dengan BLK melatih klien pascarehabilitasi dua bulan

Makassar (21-4-2017), Bnnp Sulsel bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja  (BLK) Makassar untuk memberikan pelatihan instalasi listrik kepada 16 klien pascarehabilitasi. Pembukaan pelatihan tersebut dilaksanakan secara resmi pada tanggal 21-4-2017 yang dibuka oleh Kepala BLK Makassar didampingi oleh Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel, Ka TU BLK Makassar Kasi Kerjasama dan Pemberdayaan Masyarakat BLK Makassar, Kasi Pascaregab Bnnp Sulsel.

Pelatihan tersebut berlangsung selama dua bulan dengan biaya sepenuhnya dari BLK Makassar ditambah dengan pakaian praktek dan olah raga untuk peserta.

BLK Makassar merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di bidang pelatihan kerja yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.memperoleh keterampilan ataupun  ingin meningkatkan kompetensi agar nantinya bisa bersaing didalam menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).  Informasi lebih lanjut tentang kegiatan tersebut, dapat berkomunikasi ke BLK Makassar (Jalan Taman Makam Pahlawan N0. 4 Makassar).

KUBE Balla Ratea membina Klien RD Triasa membudidayakan Jamur Tiram

Makassar (10-4-2027), Kelompok Usaha Bersama Balla Ratea membimbing klien RD Triasa membudidayakan jamur tiram dengan bantuan bibit dari Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel.

Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang di media yang terbuat dari serbuk gergaji dikemas dalam kantong plastik. Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita perlu tahu tentang kondisi yang cocok untuk pertumbuhan sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram.

Klien RD memamerkan hasil karyanya pada pameran Dekranasda Sulsel

Makassar (17-4-2017), Dekranasda menyelenggarakan pameran Gelar Kerajinan Nasional Daerah & Produk Ekonomi Kreatif Nusantara 2017 di Hotel Sheraton Makassar. Pameran ini dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel. 

Pada pameran tersebut, klien pascarehabilitasi RD Triasa kerjasama dengan kelompok usaha Balla Ratea untuk ambil bagian dan disiapkan satu stand khusus untuk memajang hasil karya para mantan penyalah guna narkoba berupa menara, miniatur rumah adat, bingkai foto, dan tempat tissu yg terbuat dari koran; lampu tidur dari sendok plastik bekas, lampu hias dari botol bekas, gambar wajah di atas kaca, lampu hias dari pipa paralon, lampu lampion, kembang pot dari potongan-potongan botol aqua dll. Bagi yg berminat, dapat memesan melalui ketua komunitas mantan penyalah guna narkoba Sulsel di hp 081242588870

Banyak orang direhabilitasi karena banyaknya narkoba yg beredar.

Berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia bekerja sama dengan BNN RI bahwa pengguna narkoba di Indonesia sebanyak 4,2 juta orang, sedang di Sulsel pada tahun 2016 sebanyak 130.000 orang.

Memang pecandu bukan berarti tidak bersalah, mereka tetap bersalah karena sudah menyalahgunakan narkoba untuk kesenangan sesaat, bukan untuk keperluan medis dengan sepengetahuan dan pengawasan dokter. 

Tetapi pecandu narkoba harus direhabilitasi karena berdasarkan pengertian “pecandu narkotika” yaitu orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis, dalam ICD X terdapat kode penyakitnya, artinya bahwa pecandu narkotika merupakan orang sakit yang harus diselamatkan sesuai haknya. Tetapi kalau tidak diselamatkan, maka bandar narkoba akan memperoleh keuntungan yang sangat besar, karena permintaan akan narkoba terus ada dan mungkin meningkat.

Permasalahannya adalah, banyak orang yang menggunakan narkoba karena banyaknya narkoba yang beredar. Banyak narkoba yang beredar karena (1)belum optimalnya pengawasan jalur masuk peredaran narkoba yaitu laut, udara dan pernatasan; (2)berubah-ubahnya pola dan modus yg digunakan oleh jaringan sindikat pengedar narkoba; (3)belum maksimalnya penanganan kasus tindak pidana pencucian uang yg berakibat pada bisnis narkoba berkembang tidak terkendali; (4)masih banyak oknum penegak hukum yang terlibat pada bisnis peredaran narkoba.

Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Rehabilitasi Tingkat Bnnp/k

Makassar, 12-4-2017, Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel menindak lanjuti Bimtek yg telah dilaksanakan oleh Deputi Rehabilitasi Bnn RI pada tgl 20-23 Mar 2017 yg diikuti oleh 33 Kabid Rehabilitasi dan 33 Kasi PLR. 

Kegiatan yg ditindak lanjuti tersebut yaitu Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi diikuti oleh 3 Bnnk masing-masing 3 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Lynt Jl. Hertasning Makassar pada tgl 11-12 April 2017. Tujuannya adalah menciptakan petugas pelaksana rehabilitasi dapat menjalankan dan menerapkan program rehabilitasi secara baik dan benar dalam rangka mendukung pelaksanaan program rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Materi Bimtek, antara lain :

1)Kebijakan Kepala Bnnp Sulsel tentang Rehabilitasi dan sistem manajemen rehabilitasi; 2)Grand design rehabilitasi dan standar rehabilitasi; 3)Tata cara pencapaian outcome layanan rehabilitasi; 4)Perka 17/ 2017 tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba; 5)Mekanisme perubahan capaian output rehabilitasi rawat inap; 6) Standar pelayanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; 7)Juknis rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba anak; 8)Tim asesmen terpadu; 9)Formularium obat di lembaga rehabilitasi BNN; 10)Sistem informasi rehabilitasi nasional.

Apel Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel Minggu ke 4 Maret 2017

Makassar (29-3-2017), Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel memimpin apel rutin Bidang Rehabilitasi setiap hari Rabu.

Pada apel tersebut dibahas tentang hasil Bimbingan teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi yang dilaksanakan oleh Bnn di Jakarta tgl 20-23 Maret 2017 yang diikuti oleh Kabid Rehabilitasi dan Kasi PLR.

Pada apel tersebut, disosialisasikan garis-garis besar nya, antara lain 1)Kebijakan Deputi Rehabilitasi dan sistem manajemen rehabilitasi mencakup grand design rehabilitasi dan standar rehabilitasi; 2)Tata cara pencapaian outcome layanan rehabilitasi; 3)Perka 17/ 2017 tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba; 4) Standar pelayanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; 5)Juknis rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba anak; 6)Tim asesmen terpadu; 7)Formularium obat di Bnn.

Rencana tindak lanjutnya, Bnnp Sulsel akan mengundang Bnnk untuk pelaksanaan Bimtek di tingkat provinsi pada tanggal 6-7 April 2017.

Sosialisasi layanan pascarehabilitasi RD Triasa di Balai Rehabilitasi Baddoka

Makassar (27-3-2017), pendamping RD Triasa Sulsel mensosialisasikan layanan Rumah Damping di Balai Rehabilitasi Baddoka. Hal tersebut dilakukan berdasarkan kerjasama dengan Balai Rehabilitasi Baddoka pada fase re- entry (persiapan pascarehabilitasi).

Untuk kelancaran kegiatan tersebut, pendamping RD ditemani oleh personil Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel.

Peresmian hasil karya klien pascarehabilitasi RD Triasa Sulsel

Makassar (27-3-2017), oleh Area Manajer CSR & SMEEP Sulawesi PT. Pertamina meresmikan hasil karya klien pascarehabilitasi RD Triasa Sulsel. Pertamina dalam hal ini bertindak selaku mitra Bnnp tentang penguatan keterampilan klien pascarehabilitasi penyalah guna narkoba di Sulsel. Melalui dana CSR Pertamina, menfasilitasi klien RD dengan alat sablon, bahan (berupa baju kaos, cat dan lainnya).

Bimtek peningkatan mutu layanan rehabilitasi

Deputi Rehabilitasi melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi diikuti oleh 33 Kabid Rehabilitasi dan 33 Kasi PLR. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Fave Rehabilitasi melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi diikuti oleh 33 Kabid Rehabilitasi dan 34 Kasi PLR. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Fave PTC Jl. Mayjen Sutoyo No. 76 Cililitan Kramatjati Jakarta Timur. Tujuannya adalah menciptakan petugas pelaksana rehabilitasi dapat menjalankan dan menerapkan program rehabilitasi secara baik dan benar dalam rangka mendukung pelaksanaan program rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Materi Bimtek, antara lain :

1)Kebijakan Deputi Rehabilitasi dan sistem manajemen rehabilitasi mencakup grand design rehabilitasi dan standar rehabilitasi; 2)Program kerja Dir PLRIP 2017; 3)Langka2 pelaksanaan Bimtek; 4)Tata cara pencapaian outcome layanan rehabilitasi; 5)Perka 17/ 2017 tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba; 6)Mekanisme perubahan capaian output rehabilitasi rawat inap; 7) Standar pelayanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; 8)Juknis rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba anak; 9)Tim asesmen terpadu; 10)Formularium obat di lembaga rehabilitasi BNN; 11)Sistem informasi rehabilitasi nasional; 12) Rencana tindak lanjut.

Penutupan Layanan Rumah Damping Triasa Sulsel Tahap 1

Makassar (22-3-2017), Penutupan layanan  Rumah Damping (RD) Triasa Sulsel tahap 1 oleh Plh. Kepala Bnnp Sulsel Drs. Andi Sultan. Peserta RD Triasa tahap 1 sebanyak 12 klien, telah mengikuti layanan selama 50 hari sejak tanggal 01 Februari s/d 22 Maret 2017.

Tujuan kegiatan RD Triasa Sulsel ;
1)memelihara kepulihan klien agar siap menjalankan fungsi sosial; 2)Mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat klien; 3)Memfasilitasi keluarga & masyarakat untuk mendukung program pemulihan klien. 

Beberapa kegiatan yg dilaksanakan di layanan RD Triasa Sulsel ;
1)pencegahan kekambuhan; 2)Ketahanan diri; 3)Pengembangan diri; 4)Layanan vokasional; 5)Bimbingan, konseling, dan psikoterapi; 6)Layanan pola hidup sehat; 7)Psikososial; 8)Manajemen kasus; 9)Fasilitasi pendidikan; 10)Kelompok bantu diri.

Dalam kegiatan ini peserta telah diberikan keterampilan/vokasional, diantaranya: 
(1)Hidroponik (kerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan); (2)Sablon (bekerjasama dengan Akumandiri untuk prlatihannua dan CSR Pertamina yang menyiapkan alat dan bahan); (3)Kerajinan lampion hias (oleh pendamping binaan CSR Pertamina); (4)Seni lukis kaca dan gravity kerjasama dengan Akumandiri; (5)Pelatihan kewirausahaan/bussines plan oleh DPD Akumandiri Sulsel; (6)Barber shop kerjasama dengan Peeple barber shop; (7)Barista coffee kerjasama dengan Mangkok Merah shop.

Setelah kegiatan RD tahap 1 ini, peserta masih akan mengikuti pelatihan instalasi listrik di BLKI Makassar selama 2 Bulan. Sementara 2 org klien akan mulai bekerja di salah satu cofdee shop, 1 orang melanjutkan usaha walet, 2 org lanjutkan pendidikan, dan yang belum produktif lainnya akan dikirim ke Dinas Sosial untuk pembinaan kelompok usaha bersama.

Dua klien Rumah Damping Tri Asa diterima kerja di “Mangkok Merah” Coffee Shop

Makassar (18-3-2017), RD Triasa Sulsel menyelenggarakan pelatihan pengelolaan warung kopi. Instrukturnya adalah Saldy (pelaku Warkop Makassar). 

Berdasarkan hasil praktek dan wawancara, dua klien diterima pada Mangkok Merah Coffee Shop. Setelah penutupan program RD tahap 1 pada tanggal 22-3-2017, maka dua klien tersebut, segera bekerja pada Mangkok Merah Coffee Shop.

Outcome seperti yg diharapkan yaitu kembali berfungsi sosial dan produktif, serta kuat mencegah untuk kembali memakai narkoba.

Komunikasi perpanjangan kerjasama layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba antara Bnnp Sulsel dengan RSU Nene Mallomo Sidrap

Pangkajene (15-3-2017), Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel melakukan komunikasi perpanjangan kerjasama layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba di Rumah Sakit Nene Mallomo Kab Sidrap. Hal tersebut dikomunikasikan antara Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel dan Kabag Tata Usaha RSU Nene Mallomo Sidrap tentang draft Perjanjian Kerjasama.

Dalam rangka optimalisasi layanan, Kabag TU meminta tambahan penguatan kompetensi SDM.

Untung ruginya (Rp) kalau pecandu narkoba direhabilitasi

Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Pecandu narkoba itu rata-rata menggunakan narkoba antara 4-5 kali seminggu, atau rata-rata 16 kali sebulan, atau 192 kali setahun.  

Pengeluaran biaya untuk merehabilitasi pecandu narkoba sebesar Rp. 3.000.000 per orang per bulan selama tiga bulan sama dengan Rp. 9.000.000. Setelah direhabilitasi, maka klien pecandu dapat dinyatakan pulih dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan, karena tadi nya pecandu yg senantiasa membutuhkan narkoba telah pulih sehingga tidak terjadi permintaan narkoba.

Sedangkan, jika pecandu narkoba itu tidak direhabilitasi, maka harus mengeluarkan uang sebanyak Rp. 38.400.000 yang dirinci dari rata-rata 4 kali seminggu dengan menggunakan paket Rp. 200.000, atau membutuhkan biaya Rp. 800.000 per minggu. Tetapi kalau dikali sebulan = Rp. 3.200.000. Dan jika dikali 12 bulan ( satu tahun), maka pecandu narkoba menghabiskan uang sebesar Rp. 38.400.000. 

Pembaca yang budiman, mana yang anda pilih ? Direhabilitasi atau menghabiskan uang banyak atau bahkan menderita karena sakit karena penyakit penyerta efek narkoba.

Outbond klien RD Tahap 1 ke Malino

Malino (11-12 Maret 2017), peserta layanan pascarehabilitasi pada Rumah Damping Tri Asa Sulsel melaksanakan kegiatan Outing ke wisata Malino (kurang lebih 60 km ke sebelah selatan dari Kota Makassar) dengan makna out of bounderise (keluar dari bingkai/frame kebiasaan),  dimana peserta selama kurang lebih 40 hari beraktifitas di Rumah Damping kemudian diajak untuk refreshing serta berpikir luar biasa dan membuat terobosan-terobosan baru.

Kegiatan ini difasilitasi oleh pendamping RD dan Kasi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel yg diselingi dengan beberapa permainan ketangkasan dengan tujuan untuk membentuk sifat dan sikap mental klien yang berkualitas, yang mampu membangun dan meningkatkan pola pikir, proses pengembalian fungsi sosial, menumbuhkan kerjasama yang solid untuk saling membantu mempertahankan kepulihan.

Dengan beberapa permainan tersebut, klien dapat lebih memahami arti yang sebenarnya dari sebuah tantangan, klien akan dapat belajar pentingnya memiliki jiwa yang tidak mengenal putus asa, klien akan mendapatkan pemahaman yang sebenarnya tentang motivasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan, klien akan lebih arif dalam melihat potensi diri, serta yg lebih penting adalah klien akan mendapatkan kesegaran baik secara jasmani maupun rohani.