Bimtek peningkatan mutu layanan rehabilitasi

Deputi Rehabilitasi melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi diikuti oleh 33 Kabid Rehabilitasi dan 33 Kasi PLR. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Fave Rehabilitasi melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi diikuti oleh 33 Kabid Rehabilitasi dan 34 Kasi PLR. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Fave PTC Jl. Mayjen Sutoyo No. 76 Cililitan Kramatjati Jakarta Timur. Tujuannya adalah menciptakan petugas pelaksana rehabilitasi dapat menjalankan dan menerapkan program rehabilitasi secara baik dan benar dalam rangka mendukung pelaksanaan program rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Materi Bimtek, antara lain :

1)Kebijakan Deputi Rehabilitasi dan sistem manajemen rehabilitasi mencakup grand design rehabilitasi dan standar rehabilitasi; 2)Program kerja Dir PLRIP 2017; 3)Langka2 pelaksanaan Bimtek; 4)Tata cara pencapaian outcome layanan rehabilitasi; 5)Perka 17/ 2017 tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba; 6)Mekanisme perubahan capaian output rehabilitasi rawat inap; 7) Standar pelayanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; 8)Juknis rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba anak; 9)Tim asesmen terpadu; 10)Formularium obat di lembaga rehabilitasi BNN; 11)Sistem informasi rehabilitasi nasional; 12) Rencana tindak lanjut.

Penutupan Layanan Rumah Damping Triasa Sulsel Tahap 1

Makassar (22-3-2017), Penutupan layanan  Rumah Damping (RD) Triasa Sulsel tahap 1 oleh Plh. Kepala Bnnp Sulsel Drs. Andi Sultan. Peserta RD Triasa tahap 1 sebanyak 12 klien, telah mengikuti layanan selama 50 hari sejak tanggal 01 Februari s/d 22 Maret 2017.

Tujuan kegiatan RD Triasa Sulsel ;
1)memelihara kepulihan klien agar siap menjalankan fungsi sosial; 2)Mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat klien; 3)Memfasilitasi keluarga & masyarakat untuk mendukung program pemulihan klien. 

Beberapa kegiatan yg dilaksanakan di layanan RD Triasa Sulsel ;
1)pencegahan kekambuhan; 2)Ketahanan diri; 3)Pengembangan diri; 4)Layanan vokasional; 5)Bimbingan, konseling, dan psikoterapi; 6)Layanan pola hidup sehat; 7)Psikososial; 8)Manajemen kasus; 9)Fasilitasi pendidikan; 10)Kelompok bantu diri.

Dalam kegiatan ini peserta telah diberikan keterampilan/vokasional, diantaranya: 
(1)Hidroponik (kerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan); (2)Sablon (bekerjasama dengan Akumandiri untuk prlatihannua dan CSR Pertamina yang menyiapkan alat dan bahan); (3)Kerajinan lampion hias (oleh pendamping binaan CSR Pertamina); (4)Seni lukis kaca dan gravity kerjasama dengan Akumandiri; (5)Pelatihan kewirausahaan/bussines plan oleh DPD Akumandiri Sulsel; (6)Barber shop kerjasama dengan Peeple barber shop; (7)Barista coffee kerjasama dengan Mangkok Merah shop.

Setelah kegiatan RD tahap 1 ini, peserta masih akan mengikuti pelatihan instalasi listrik di BLKI Makassar selama 2 Bulan. Sementara 2 org klien akan mulai bekerja di salah satu cofdee shop, 1 orang melanjutkan usaha walet, 2 org lanjutkan pendidikan, dan yang belum produktif lainnya akan dikirim ke Dinas Sosial untuk pembinaan kelompok usaha bersama.

Dua klien Rumah Damping Tri Asa diterima kerja di “Mangkok Merah” Coffee Shop

Makassar (18-3-2017), klien RD menyelenggarakan pelatihan pengelolaan warung kopi. Instrukturnya adalah pelaku Warkop di Makassar. 

Berdasarkan hasil praktek dan wawancara, dua klien diterima pada Mangkok Merah Coffee Shop. Setelah penutupan program RD tahap 1 pada tanggal 22-3-2017, maka dua klien tersebut, segera bekerja pada Mangkok Merah Coffee Shop.

Outcome seperti yg diharapkan yaitu kembali berfungsi sosial dan produktif, serta kuat mencegah untuk kembali memakai narkoba.

Komunikasi perpanjangan kerjasama layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba antara Bnnp Sulsel dengan RSU Nene Mallomo Sidrap

Pangkajene (15-3-2017), Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel melakukan komunikasi perpanjangan kerjasama layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba di Rumah Sakit Nene Mallomo Kab Sidrap. Hal tersebut dikomunikasikan antara Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel dan Kabag Tata Usaha RSU Nene Mallomo Sidrap tentang draft Perjanjian Kerjasama.

Dalam rangka optimalisasi layanan, Kabag TU meminta tambahan penguatan kompetensi SDM.

Untung ruginya (Rp) kalau pecandu narkoba direhabilitasi

Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Pecandu narkoba itu rata-rata menggunakan narkoba antara 4-5 kali seminggu, atau rata-rata 16 kali sebulan, atau 192 kali setahun.  

Pengeluaran biaya untuk merehabilitasi pecandu narkoba sebesar Rp. 3.000.000 per orang per bulan selama tiga bulan sama dengan Rp. 9.000.000. Setelah direhabilitasi, maka klien pecandu dapat dinyatakan pulih dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan, karena tadi nya pecandu yg senantiasa membutuhkan narkoba telah pulih sehingga tidak terjadi permintaan narkoba.

Sedangkan, jika pecandu narkoba itu tidak direhabilitasi, maka harus mengeluarkan uang sebanyak Rp. 38.400.000 yang dirinci dari rata-rata 4 kali seminggu dengan menggunakan paket Rp. 200.000, atau membutuhkan biaya Rp. 800.000 per minggu. Tetapi kalau dikali sebulan = Rp. 3.200.000. Dan jika dikali 12 bulan ( satu tahun), maka pecandu narkoba menghabiskan uang sebesar Rp. 38.400.000. 

Pembaca yang budiman, mana yang anda pilih ? Direhabilitasi atau menghabiskan uang banyak atau bahkan menderita karena sakit karena penyakit penyerta efek narkoba.

Outbond klien RD Tahap 1 ke Malino

Malino (11-12 Maret 2017), peserta layanan pascarehabilitasi pada Rumah Damping Tri Asa Sulsel melaksanakan kegiatan Outing ke wisata Malino (kurang lebih 60 km ke sebelah selatan dari Kota Makassar) dengan makna out of bounderise (keluar dari bingkai/frame kebiasaan),  dimana peserta selama kurang lebih 40 hari beraktifitas di Rumah Damping kemudian diajak untuk refreshing serta berpikir luar biasa dan membuat terobosan-terobosan baru.

Kegiatan ini difasilitasi oleh pendamping RD dan Kasi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel yg diselingi dengan beberapa permainan ketangkasan dengan tujuan untuk membentuk sifat dan sikap mental klien yang berkualitas, yang mampu membangun dan meningkatkan pola pikir, proses pengembalian fungsi sosial, menumbuhkan kerjasama yang solid untuk saling membantu mempertahankan kepulihan.

Dengan beberapa permainan tersebut, klien dapat lebih memahami arti yang sebenarnya dari sebuah tantangan, klien akan dapat belajar pentingnya memiliki jiwa yang tidak mengenal putus asa, klien akan mendapatkan pemahaman yang sebenarnya tentang motivasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan, klien akan lebih arif dalam melihat potensi diri, serta yg lebih penting adalah klien akan mendapatkan kesegaran baik secara jasmani maupun rohani.

RD Tri Asa Sulsel Menerima Pesanan Sablon

Makassar (10-3-2017) RD Tri Asa Sulsel melatih keterampilan bagi klien pascarehabilitasi dalam paket sablon baju.

Kegiatan ini didukung oleh CSR Pertamina Area Sulawesi dalam bentuk peralatan sablon dan seluruh bahan nya, kemudian dilatih oleh Akumandiri.

Sekarang klien sudah mampu berwirausaha dalam usaha percetakan. Jadi, dibuka kesempatan peran seluruh lapisan masyarakat untuk memberdayakan klien pascarehabilitasi untuk produktif sehingga dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik serta tidak tidak terfikirkan lagi untuk kembali menggunakan narkoba.

Contoh baju hasil kerja klien seperti yg mereka pakai.

Peer Group 2 Tahap 1 Layanan Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel

Makassar (7-3-2017) Layanan Pascarehabilitasi  dengan metode Peer Group 2 pada tahap I, dihadiri oleh 17 orang peserta berasal dri LRSI, RSKD, Baddoka, dan Klinik Adi Pradana. 

Sebelum mendengarkan materi klien terlebih dahulu mengisi WHOQOL dan di test urine. 

Selanjutnya materi pencegahan kekambuhan yang dibawakan oleh Dosen Psikologi Fak. Kedokteran UNHAS an. Hilman Himawan, S.Psi, MA, MM.
Setelah itu, masing-masing kelompok yg terdiri dari tiga kelompok mempersentasikan  cara mempertahankan kepulihan.

Peer group 1 ┬ápada layanan pascarehabilitasi Bnnp Sulsel

Makassar (28-2-2017) Bnnp Sulsel melaksanakan peer group 1 pada klien layanan pascarehinilitas sebanyak 23 peserta. Pada awalnya, dilakukan perkenalan supaya saling kenal dan sebagai dasar untuk pembentukan kelompok bantu diri. Berdasarkan dengan situasi klien, maka dibemtuk tiga kelompok bantu diri berdasarkan umur, persamaan permasalahan dll.

Setelah pembentukan kelompok, narasumber persentase cara pencegahan kembali pakai, yaitu dengan memahami pemicu nya.

Semua Bidang di Bnnp Sulsel harus Focus untuk memutus peredaran narkoba

Memutus mata rantai supply/pemenuhan ketersediaan narkoba dapat dilakukan dengan cara melakukan pemberantasan, baik dengan cara menangkap para produsen, bandar, pengedar (sindikat narkoba), maupun dengan cara menggagalkan usaha penyelundupan barang-barang terlarang. 

Sedangkan untuk memutus demand adalah memutus kebutuhan atas permintaan narkoba oleh para pecandu, korban penyalah guna narkoba dan pengguna coba-coba.
Masing-masing bidang harus memahami tupoksi nya serta dapat menjalankan dengan baik supaya dapat memutuskan peredaran narkoba, seperti berikut ;
Bidang Pemberantasan semestinya melakukan pemutusan jaringan peredaran narkoba sehingga tidak ada lagi barang terlarang tersebut.

Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat melakukan aksi massive pemahaman bahaya narkoba serta penggerakan masyarakat untuk meningkatkan imun masyarakat sehingga tidak ada lagi pengguna baru.
Sedangkan Bidang Rehabilitasi mengupayakan pemulihan pecandu narkoba, tidak kembali pakai serta dapat berfungsi sosial di masyarakat.
Jika sistem pencegahan dan rehabilitas berhasil, maka jualan narkoba oleh para bandar dan para mafia menjadi tidak laku. Sehingga mafia dan bandar akhirnya akan mati bisnisnya alias gulung tikar. 

Inilah yang harus kita lakukan secara bersinergi antar bidang, semuanya harus berjalan seimbang sehingga Supply dan Demand dapat ditiadakan.

Rehabilitasi merupakan salah satu strategi untuk memutus peredaran narkoba

Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Bahkan dalam ICD X terdapat kode penyakitnya, artinya bahwa pecandu narkotika merupakan orang sakit. Sehingga betapa pentingnya rehabilitasi bagi orang sakit karena kecanduan narkoba.  Tekad dan misi bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang penyelamatan pecandu narkoba digerakkan secara massive dicanangkan pada awal tahun 2014,  padahal Undang-undang tentang Narkoba sudah diundangkan sejak tahun 2009.

 Hal ini sudah dimandatkan oleh lembaga dunia PBB yang bergerak dalam bidang narkoba dan kejahatan, yang dikenal United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan yang berlaku di berbagai negara. 

Solusi untuk para pecandu,  seharusnya diberikan layanan rehabilitasi. Sehingga, para pecandu dapat dipulihkan dengan segera dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan, karena tadi nya pecandu yg senantiasa membutuhkan narkoba telah pulih sehingga terjadi penurunan permintaan narkoba.
Memang pecandu bukan berarti tidak bersalah, mereka tetap bersalah karena sudah menyalahgunakan narkoba untuk kesenangan sesaat, bukan untuk keperluan medis dengan sepengetahuan dan pengawasan dokter. Oleh karena itu para pengguna harus diselamatkan, kalau tidak, maka bandar narkoba akan memperoleh keuntungan yang sangat besar, karena permintaan akan narkoba terus ada dan mungkin meningkat. 
Jika sistem pencegahan dan rehabilitas berhasil, maka jualan narkoba oleh para bandar dan para mafia menjadi tidak laku. Mafia dan para bandar akhirnya akan mati bisnisnya alias gulung tikar. Inilah salah satu strategi yang harus kita tumbuh kembangkan, dalam memutus peredaran narkoba selain upaya pemberantasan.

Vocational klien RD Tri Asa Bnnp Sulsel oleh Akumandiri

Makassar (4-3-2017) ASSOSIASI IUMKM (AKUMANDIRI) Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pelatihan Percetakan Sablon Kaos untuk clien pasca rehabilitasi di Rumah Damping Tri Asa BNNP Sulsel.

Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan BNNP Sulsel dan sebagai komitmen AKUMANDIRI Sulsel ikut serta dalam membina clien BNNP Sulsel
Kesempatan kali ini benar-benar istimewa, antusias para peserta juga sangat memacu untuk terus mendalami materi. 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama berlangsung dengan pembawaan materi kewirausahaan/temu ide dan materi teori tentang percetakan.
Untuk hari kedua (5-3-2017), peserta akan langsung dibimbing praktek khusus untuk mengetahui dapur usaha percetakan/ sablon, mulai dari ide desain sampai cetak.

Dorongan institusi terkait di Kab Bone dalam Upaya Rehabilatasi Penyalah Guna Narkoba

Watampone (1-3-2017), Kabid Rehab dan Kasi Pascarehab Bnnp Sulsel mendampingi Kepala Bnnk dan Kasi Rehabilitasi Bnnk Bone untuk mendorong institusi terkait di Kab Bone dalam rangka penyelamatan penyalah guna narkoba dengan upaya rehabilitasi berkelanjutan, artinya dilakukan layanan rehabilitasi untuk mencapai pemulihan klien, dilanjutkan dengan layanan pascarehabilitasi supaya dapat mencegah penggunaan kembali, mendapat keterampilan serta berfungsi sosial di tengah masyarakat.

Upaya pertama, dengan mengunjungi RS Hafsah yg telah bekerjasama dengan Bnnk Bone untuk melaksanakan layanan rehabilitasi rawat inap, dengan hasil RS tersebut siap melaksanakan layanan, namun saran dari tim provinsi masih perlu pembenahan safety khusus satu ruangan untuk ruang isolasi klien.

Upaya kedua, dengan berkoordinasi ke Dinas Sosial Kab Bone, untuk mendorong fungsi Dinsos untuk membina klien pascarehabilitasi Bnnk Bone. Hasilnya, Dinsos Bone akan menfasilitasi klien dalam bentuk kelompok usaha bersama.
Kemudian melanjutkan ke Dinas Tenaga Kerja, dengan hasil akan difasilitasi pelatihan keterampilan.

Rapat Kerja Bnnp Sulsel dengan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat

Makassar (28-2-2017), Bnnp Sulsel melaksanakan rapat kerja bersama lembaga rehabilitasi komponen masyarakat di hotel Ramedo Jl. Landak Baru Makassar.

Hal-hal yang didiskusikan pada kesempatan tersebut, antara lain komitmen pengelola dalam upaya penyelamatan penyalah guna narkoba dengan mengedepankan kemanusiaan dari pada bisnisnya.

Bekerja berdasarkan standar operasional prosedur, berarti standar rehabilitasi BNN yg selanjutnya diuraikan secara rinci oleh lembaga berdasarkan kemampuan masing-masing.

Masing-masing lembaga mengusulkan ke Bnnp mengatur kesiapan target berdasarkan kapasitas lembaga.

Selain itu, dibahas juga mekanisme pertanggung jawaban keuangan. Lembaga dapat mengajukan klaim ke Bnnp dengan syarat klien yang diberikan layanan pada lembaga terlebih dahulu teregiater di Bnnp.

Setelah itu dilanjutkan makan bersama dengan nuansya kemasyarakatan, yaitu makan bersama antara Bnnp dengan pengelola lembaga rehabilitasi.

Penanda tanganan kerjasama lembaga rehabilitasi komponen masyarakat dengan BNN

Makassar (27-2-2017), sebanyak sembilan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat melakukan penanda tanganan Perjanjian Kerjasama dengan BNN. Dalam Hal ini, dilakukan di depan Kepala Bnnp Sulsel Kombespol Drs. Andi Takdir Tiro, SE. Beliau memberikan arahan bahwa sebagai mitra BNN, maka harus senantiasa berbenah dalam hal kualitas layanan 

Lembaga yg menjadi mitra Bnnp Sulsel pada tahun 2017 antara lain : 

1. Lembaga Peduli Anak Indonesia Cerdas

2. Lembaga Abbulo Sibatang

3. Lembaga Peduli Masyarakat Siammasei

4. Yayasan Mitra Husada

5. Yayasan Husnul Khatimah

6. Lembaga Religius Spirit Insan

7. Klinik Transit Maros

8. Yayasan Tanggap Cegah Mirasantika

9. Lembaga Daar Ulil Albab