Lebih banyak mana menghabiskan uang negara jika penyalah guna narkoba direhabilitasi atau dipenjara ?

Pada suatu waktu, seorang pejabat mengatakan bahwa biaya rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba terlalu banyak menggunakan uang negara. Pendapat penulis memaklumi pernyataan itu karena mungkin beliau tersebut hanya menghitung dari sisi rehabilitasinya saja, tidak menghitung berapa biaya kalau dipenjara atau kalau tidak direhabilitasi/dipenjara.

Terlebih dahulu penulis menjelaskan bahwa Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Bahkan dalam ICD X terdapat kode penyakitnya, artinya bahwa pecandu narkotika merupakan orang sakit, sehingga mereka wajib direhabilitasi, sehingga para pecandu dapat dipulihkan dengan segera dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan, karena tadi nya pecandu yg senantiasa membutuhkan narkoba telah pulih sehingga terjadi penurunan permintaan narkoba.

Hitung2an biaya yang dikeluarkan kalau direhabilitasi atau dipenjara seperti berikut :

1. Rehabilitasi rawat inap minimal 3 bulan dengan biaya Rp. 3.000.000 per bulan selama tiga bulan = Rp. 9.000.000,-

2. Kalau dipenjara paling rendah satu tahun dengan biaya Rp. 2.700.000 per bulan kali 12 bulan = Rp. 32.400.000,-

3. Kalau tidak direhabilitasi/dipenjara ? Mari hitung dengan contoh salah satu jenis narkoba shabu, karena berdasarkan jenis zat yang paling banyak digunakan di Sulsel yaitu jenis narkoba shabu, sesuai teori bahwa pecandu shabu itu setiap 24 jam akan muncul sugesti yg sangat kuat untuk pakai.

Namun pada kesempatan ini, penulis akan menghitung rata2 antara pengguna coba-coba, pengguna teratur dan pecandu, jika dirata-ratakan dalam seminggu 4 kali pakai dengan menggunakan paket 200 ribu. Berarti per orang nya mengeluarkan uang 800 ribu per minggu atau 3.200.000 per bulan, atau 38.400.000 per orang/tahun.

Berdasarkan hitung2an tersebut di atas, terbukti bahwa rehabilitasi penyalah guna narkoba jauh lebih sedikit menggunakan uang dibanding dengan opsi dipenjara atau dua2nya tidak dilakukan.

Selain daripada itu, program rehabilitasi itu juga dapat memulihkan pecandu narkoba, serta dapat mengembalikan fungsi sosialnya.

Iklan

Pra HANI, Bidang Rehab melaksanakan aksesibilitas rehabilitasi melalui POKOA di lokasi Car Free Day

Makassar (16 Juni 2019), BNNP Sulsel melaksanakan Aksesibilitas Rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi pada Lokasi Car Free Day (giat Pra HANI).

👉 Waktu dan Tempat Pelaksanaan:
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 16 Juni 2019 di Anjungan Pantai Losari Jln. Penghibur Makassar.

👉 Pelaksana Kegiatan:
Kegiatan dilaksanakan oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel.

👉 Tahapan Kegiatan:
1. Pada kegiatan ini tim menyiapkan Pojok Konseling Adiksi dan Pojok Pemeriksaan Kesehatan.
2. Pemeriksaan Kesehatan diikuti oleh 21 orang yang berada pada kegiatan Car Free day.
3. Sosialisasi Program Layanan Rehabilitasi GRATIS bagi Pecandu dan/atau Penyalahguna Narkoba, dilakukan pada 26 orang.
4. Screening dengan form ASSIST diikuti oleh 4 orang, dengan hasil sebagai berikut:
– Resiko Rendah : 1 orang (memperoleh psikoedukasi)
– Resiko Sedang : 3 orang (memperoleh psikoedukasi, Konseling Dasar dan diarahkan untuk mendapat bantuan pada Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel jika dibutuhkan).
– Resiko Tinggi : –

#SelamatkanPenyalahgunaNarkoba

Rapat Kerja Bidang Rehab BNNP Sulsel dengan Sektor Terkait

Makassar (14 Juni 2019), Seksi PLR Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel menyelenggarakan Rapat Kerja BNNP, BNNK, dan Lintas Sektor Terkait.

👉 *Waktu Pelaksanaan:*
Kamis – Jumat, 13 – 14 Juni 2019 bertempat di Hotel Almadera Makassar Jln. Somba Opu No. 235 Makassar.

👉 *Peserta Kegiatan:*
Jumlah Peserta sebanyak 30 org terdiri dari perwakilan personil BNNP Sulsel, BNNK Palopo, BNNK Tana Toraja, BNNK Bone, BBPK, Dinkes Prov. Sulsel, Kanwil Kemenkumham Prov Sulsel, Kesbangpol Prov. Sulsel, Biro Kesra Prov. Sulsel, RS. Sayang Rakyat Prov. Sulsel, Dinas PPPA Prov. Sulsel, Bappeda Prov. Sulsel, Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Dispora Prov. Sulsel, DPD PHRI Prov. Sulsel, dan Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar.

👉 *Uraian Kegiatan:*
Hari Pertama (ke-1)
1. Kegiatan diawali dengan terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudia secara resmi dibuka oleh Kepala BNNP Sulsel Brigjenpol Drs. Idris Kadir,SH.,M.Hum.
2. Pemaparan materi oleh Kepala BNNP Sulsel dengan tema “Bersinergi Menyelamatkan Generasi, Menjaga Negeri dari Ancaman Kejahatan Narkoba”.
3. Materi mengenai “Kebijakan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba” disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sosial Prov. Sulsel oleh Drs. H. Andi Sangkawana, M.M.
4. Penjelaskan mengenai Program Kerja Bidang Rehabilitasi tahun 2020 oleh Kepala Bidang Rehabilitasi, Sudarianto, SKM., M.Kes.
5. Kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan tanggapan, masukan dan diskusi oleh para peserta.

Hari Kedua (ke-2)
6. Pada hari kedua, kegiatan hanya diikuti oleh pihak Internal (BNNP Sulsel, BNNK Bone, BNNK Palopo, dan BNNK Tana Toraja).
7. Penyampaian rencana program oleh Kasi PLR dan Kasi Pascarehabilitasi Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel.
8. Diskusi mengenai Rencana Program dan Anggaran tahun 2020 Bidang Rehabilitasi dipimpin oleh Kabid Rehabilitasi BNNP Sulsel.
9. Penyusunan Rencana Program tahun 2020 – 2024.
10. Penutupan.

#AksesibilitasLayananRehabilitasi
MelaluiPojok Konseling Adiksi#

Koordinasi Fasilitasi Informasi Layanan Rehabilitasi bagi Penyalah guna Narkotika melalui Gerai SIM Mall Trans

Makassar (27 Mei 2019), Koordinasi Fasilitasi Informasi Layanan Rehabilitasi bagi pecandu dan/atau korban Penyalahguna Narkotika.

👉 Waktu dan Tempat Pelaksanaan:
Senin, 27 Mei 2019 di Gerai SIM Mall Trans Studio Makassar kerjsama dengan Polrestabes Makassar.

👉 Pelaksana Kegiatan:
Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel.

👉 Tahapan Kegiatan:
Adapun tahapan Kegiatan sebagai berikut:
1. Berkoordinasi dengan pihak Gerai SIM Mall TSM Polrestabes Makassar.
2. Menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan.
3. Perwakilan Polrestabes Makassar pada Gerai SIM TSM, menjelaskan kondisi, waktu, dan jumlah orang yang datang ke Gerai.
4. Penyerahan brosur layanan Rehabilitasi pada Bidang Rehabilitasi di BNNP Sulsel.

👉 Hasil:
1. Perwakilan Polrestabes Makassar pada Gerai SIM TSM, menerima kedatangan tim Bidang Rehabilitasi.
2. Terdapat ruangan untuk pemeriksaan kesehatan pada gerai yang dapat digunakan untuk melakukan screening maupun psikoedukasi.
3. Tim Bidang Rehabilitasi dapat melakukan kegiatan yang dimaksud, pada pukul 13.00 – 20.00 (sesuai jam operasional di gerai SIM TSM).

4. Setiap masyarakat yg akan memperpanjang SIM, terlebih dahulu diintervensi Skrining Intervensi Lapangan dengan form ASSIST terlebih dahulu.

5. Gerai SIM tersebut juga akan dijadikan Pojok Konseling Adiksi bagi pengunjung Mall yg terlanjur pernah mengkonsumsi narkoba.

#Aksesibilitas Layanan Rehabilitasi
#Pojok Konseling Adiksi pada Gerai SIM.

SIL pada titik perumahan CV. Dewi Makassar

Makassar, 27 Mei 2019, Seksi PLR Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel melaksanakan Skrining Intervensi Lapangan di titik pemetaan Perumahan CV. Dewi Makassar kerjsama dengan Yayasan Al Kaeriyah dan Persaudaraan Korban Napza Makassar.

👉 Uraian Kegiatan ;

1. Setelah dilakukan kooordinasi beberapa hari yang lalu, maka Tim SIL Bnnp Sulsel bekerjasama dengan Petugas Lembaga Persaudaraan Korban Napza Makassar (LPKNM) dan Yayasan Al Khaeriyah berhasil merangkul sebanyak 7 orang masyarakat untuk ikut dalam kegiatan Sosialisasi program rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba.

2. Selanjutnya Kepala Seksi PLR memperkenalkan tim SIL dan selanjutnya memberikan edukasi tentang dampak buruk penggunaan narkotika dan obat-obatan, mekanisme melaporkan diri secara sukarela pada Lembaga Rehabilitasi sebagai tempat untuk mendapatkan layanan rehabilitasi untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut mengenai rehabilitasi.

3. Dari 7 orang yang dikumpulkan didapatkan hasil dari Skrining menggunakan form ASSIST bahwa ke 7 orang tersebut berada pada kondisi risiko sedang.

4. Tindak lanjut yang dilakukan kepada klien tersebut adalah dengan melakukan asesmen dan konseling dasar dan disarankan untuk mengikuti rehabilitasi rawat jalan pada LRPKNM/Yayasan Al Khaeriyah yang merupakan mitra binaan BNNP Sulsel.

#temukan penyalah guna melalui SIL#
#Rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi #

Rapat Koordinasi LS/LP tentang Program Rehabilitasi

Makassar 15 Mei 2019, Bidang Rehabilitasi BNNP SULSEL menyelenggarakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor Lintas Program dengan tema Sinergitas program rehabilitasi berbasis hukum.

👉 *Waktu Pelaksanaan:*
Rabu, 15 Mei 2019 bertempat di Hotel Novotel Jln. Chairil Anwar No. 28 Makassar

👉” Narasumber/Pembahas”:
1. Wakil Gubernur Sulsel
2. Kepala BNNP Sulsel
3. Kejaksaan Tinggi Sulsel
4. Pengadilan Tinggi Sulsel
5. Dir. Res Narkoba Polda Sulsel
6. Kepala Bidang Rehabilitasi

👉 *Peserta Kegiatan:*
Jumlah Peserta sebanyak 30 org terdiri dari Kejaksaan Tinggi Sulsel, Pengadilan Tinggi Sulsel, Tim Asesmen Terpadu BNNP Sulsel, Penyidik Dir. Res Narkoba Polda Sulsel, Kejaksaan Negeri Makassar, Maros dan Gowa, Pengadilan Tinggi Makassar, Maros dan Gowa, Penyidik Polrestabes Makassar, Penyidik Polres Pelabuhan, Maros dan Gowa

👉 *Pelaksana Kegiatan* :
Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi (PLR), Bidang Rehabilitasi

👉 *Uraian Kegiatan:*
1. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala BNNP Sulsel Brigjenpol Drs. Idris Kadir,SH.,M.Hum didampingi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi
2. Pemaparan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sudarianto, SKM, M.Kes tentang permasalahan program rehabilitasi berbasis hukum (kurangnya vonis rehabilitasi dari hakim berdasarkan rekomendasi TAT).
Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan oleh narasumber secara panel, antara lain a)Wakil Gubernur Sulawesi Selatan; b)Kepala BNNP Sulsel; c)Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel; d)Koordinator pada Tindak Pidana Umum Kejati Sulsel; dan e)Kabag OPS Dit. Res Narkoba Polda Sulsel.
4. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan tanggapan dan diskusi oleh para peserta.
5. Hasil Koordinasi Lintas Program Lintas Sektor, antara lain (a)penyidik sering ditolak di Kejaksaan jika menerapkan pasal tunggal 127 saja; (b)jaksa meminta penyidik menambah pasal 112 sub 127 karena alasan *tidak mungkin memakai kalau tidak menguasai barang*; (c)hakim tidak memutuskan *rehabilitasi* kalau jaksa tidak menuntut untuk direhabilitasi.
6. Rekomendasi hasil rapat koordinasi yaitu (a)penyidik akan menerapkan pasal 127 saja jika betul-betul hanya pengguna saja; (b)jaksa akan mencoba keluar dari zona nyaman dengan menerima berkas penyidik yg menerapkan pasal tunggal 127; (c)hakim akan memvonis hukuman rehabilitasi jika ada tuntutan rehabilitasi dari jaksa yang dilengkapi rekomendasi dari TAT.

#Pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi dari pada dipenjara.

Case Conference Hasil Asesmen Terpadu Usulan dari Polres Sidrap, 10 Mei 2019

Makassar 10 Mei 2019, TAT Sulsel melaksanakan Case Conference hasil Pelaksanaan Asesmen Terpadu di ruang rapat BNNP Sulsel pada tanggal 10 Mei 2019.

👉 *Hasil Kegiatan:*
Asesmen dilakukan oleh tim hukum dan tim medis sebanyak 1 (satu) org tsk dari Polres Sidrap, dengan hasil _case conference_ adalah sebagai berikut;

1. Tersangka Lel. KR. (32 thn)
dirujuk untuk mengikuti rehabilitasi rawat inap di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar setelah mendapatkan putusan pengadilan yang tetap.
Diagnosa: F15.24.

Tersangka tersebut diatas merupakan klien ke 31 selama tahun 2019.

#siePLR
#BidangRehabilitasi
#BNNPSulsel

Workshop layanan rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi kerjasama GANK poltekkes Makassar

Makassar 27 April 2019, GANK.Poltekkes Makassar menyelenggarakan Workshop Layanan Rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi pada tanggal 27 April 2019, di Gedung Direktorat Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Jl. Banta Bantaeng Makassar. Kegiatan ini dibiayai oleh Poltekkes Kemenkes Makassar.

👉 Peserta Kegiatan:
Kegiatan diikuti oleh 32 peserta dari Mahasiswa anggota UKM GANK Poltekkes Kemenkes Makassar

👉 Pelaksanaan Kegiatan:
Kegiatan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Registrasi peserta oleh Panitia
2. Peyajian materi “Dasar Adiksi” dari Tim PLR Bid. Rehabilitasi BNNP Sulsel (dr. Dian Abdi Ashari) dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab
3. Penyajian materi “Pengantar ASSIST” dari Tim PLR Bid. Rehabilitasi BNNP Sulsel dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab
4. Pelatihan pengisian Formulir ASSIST oleh peserta dengan menggunakan simulasi kasus.
5. Role Play Pelaksanaan Skrining ASSIST oleh para peserta.
6. Penyerahan PIAGAM oleh Panitia Kepada Tim PLR Bid. Rehabilitasi BNNP Sulsel.

#Aksesibilitas Layanan Rehabilitasi
#Pojok Konseling Adiksi.

Layanan pascarehab intensif pada RD Celebes Makassar 26 April 2019

Makassar 26 April 2019, Layanan Pascarehabilitasi di RD Celebes Tahap II dengan Jenis Layanan seperti berikut :

– Sharing Circle
– Function
– Olahraga
– Konseling Individu atas nama klien Naufal oleh pendamping Rian Eko
– 1 orang klien hari ini telah menyelesaikan program

⇨ Jumlah klien sampai dengan tgl 26 April 2019 sebanyak 22 klien dari target 40 (55%), dan yang masih mengikuti program sebanyak 16 klien.
#Selamatkan Penyalahguna dan Pecandu Narkoba# bantu kembali berfungsi sosial dan produktif.

Bimbingan Teknis Rehabilitasi bagi BNNK dan Institusi Kesehatan di Sulsel

Makassar 26 April 2019, Seksi PLR melaksanakan Peningkatan Kompetensi Melalui Bimbingan Teknis Bagi BNNK dan Institusi Kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari :
a. BNNP 2 org
b. Dinkes Prov. Sulsel 1 org
c. Dinkes Makassar 1 org
d. Dinkes Kab Gowa dan Maros masing-masing 1 org
e. Puskesmas lingkup Dinkes Kota Makassar 4 org.
f. Puskesmas lingkup Dinkes Kab. Gowa 4 org.
g. BNNK Palopo, Tana Toraja dan Bone masing-masing 2 org.
Kegiatan Bimbingan Teknis Bagi BNNK dan Institusi Kesehatan yang dibiayai oleh DIPA Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel T.A 2019.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat tanggal 25-26 April 2019 di Hotel Almadera Jln. Somba Opu No. 235 Makassar

👉 Uraian Kegiatan seperti berikut ;
Hari pertama Tanggal 25 April 2019.
Kegiatan dibuka pada Pukul 09.00 Wita Oleh Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol. Drs. Idris Kadir, SH, M.Hum

Materi pada hari pertama dibawakan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sudarianto, SKM, M.Kes (Pengantar Aplikasi SELARAS, Pengantar SIL dan Tata Cara Penemuan Klien)

Materi kedua oleh Konselor/Petugas SIL Seksi PLR Bidang Rehab Nurdiana F. Nahdalipa, SKM (Pelaksanaan SIL dan Pengisian Alat Screaning Assist (Assist, Kartu Respon dan Skoring)

Materi ketiga pada hari pertama oleh Penanggung Jawab Klinik BNNP Sulsel dr. Dian Abdi Ashari (Intervensi Singkat dan Pencatatan Intervensi Singkat)

Materi terakhir pada hari pertama oleh Kasi Pascarehabilitasi Bidang Rehab Rudiastono, SKM (Alur Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan)

Hari ke-2 Tanggal 26 April 2019
Materi pertama yang di bawakan oleh Perawat Seksi PLR, Bidang Rehab Made Raditya Astawa, S.Kep : Pemaparan dan praktek pengisian Formulir Asesmen Wajib Lapor (FAWL).

Materi kedua oleh Kasi PLR (Bambang Wahyudin, SH, M.Kes) dan Psikolog Klinis Seksi PLR, Bidang Rehab (Musma Muis, S.Psi, M.Psi) adalah Konseling Dasar, Tahapan Penerimaan Klien sebagai dasar dalam Pelaksanaan Konseling Adiksi, sekaligus menjelaskan dan praktek singkat pelaksanaan teknik Konseling Dasar.

Materi terakhir pada hari ke-2 yang disampaikan oleh Konselor Seksi PLR Bidang Rehab (Nurdiana F. Nahdalipa, SKM) adalah Pencatatan dan Pelaporan serta Tata Cara Pengklaiman.

#Aksesibilitas Layanan Rehabilitasi Melalui Pojok Konseling Adiksi di Institusi Kesehatan#

Dukungan Sosial bagi Klien Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel

Makassar (19 April 2019), Seksi Pascarehabilitasi BNNP Sulsel memberikan Dukungan Sosial bagi klien yang sedang dalam program pascarehabilitasi (program layanan pascarehabilitasi Intensif dan Reguler) dengan membawa klien ke Yayasan Islami Generasi Harapan (GH) Corner. Yayasan ini mengundang klien peserta program pascarehabilitasi untuk makan siang pada hari Jumat berkah. Yayasan ini memang gemar memberi makan gratis pada kalangan yg membutuhkan.

Dukungan sosial bagi 25 klien pascarehab Intensif dan Reguler bertajuk menjalin silaturahmi antara klien dengan Yayasan Islami Generasi Harapan Corner sebagai media pertukaran informasi tentang kegiatan berdasarkan minat masing2, sambil makan siang di Restoran GH Corner.

Output yang diharapkan yaitu :

1)klien mendapat pelajaran bahwa Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.

2)klien juga dapat pelajaran bahwa memberi lebih baik dari menerima. Contoh nya bersedekah yg dilakukan oleh yayasan GH corner adalah sedekah makanan merupakan salah satu jenis sedekah non materi yang bisa digunakan untuk berbagi dengan orang lain. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan bersedekah makanan. Allah SWT memberikan balasan yang sangat berlimpah pada orang yang melakukannya.

3)klien mendapat link jejaring tempat belajar membuat roti, menjual makanan dll.

#kembalikan fungsi sosial klien pascarehabilitasi#

Layanan Pascarehab Reguler BNNP Sulsel 18 April 2019

Makassar, 18 April 2019, Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Sulawesi Selatan dengan jenis layanan seperti berikut :

👉 Pascarehabilitasi Reguler :
* Target : 75 klien
* Sudah mendapat layanan : 31 klien (41,33%)
* Sudah selesai program : 18 klien
* Masih dalam program : 13 klien

👉 Pascarehabilitasi Lanjut :
* Target 2019 : 115 klien
* Sudah mendapat layanan : 38 klien (33,04%), terdiri dari ;
-(20 klien sisa dari program 2018) dan
– Tahun 2019 : 18 klien

* Masih dalam program : 38 klien
* Sudah selesai program : –

👉 Layanan Hari Ini;
# Pascarehab Reguler

A. Pendamping : Hariyadi L
* Klien : Aswandi asman,
Umur : 19 th
Alamat : Jl. Btn. Taborong permai blok B
Konseling individu ( pencegahan kekambuhan )
pertemuan 7
– Terminasi.

A. Pendamping : Ridha Vivianti
* Klien : Herlina
Umur : 37 th
Alamat : Jl.Tarakan wisma kumala
Konseling individu ( pencegahan kekambuhan )
pertemuan 4

# Pascarehab Lanjut;
———-

A. Pendamping : Hariyadi dan Elfianti
Klien : Muh. Fajar
Alamat : Jl. Daeng tata 1
– Tes urin : Negatif
– Kondisi Klien : Produktif ( kuliah)
– Test urica
– Urica: 10,6 (kontemplasi)
– Isu Klien : klien mencoba membangun lingkungan pergaulan yang sehat dgn meninggalkan ling. Pergaulan yg lama dan bergaul dgn orang2 yang baru dikenalnya.
#Selamatkan Pecandu dan Penyalahguna Narkoba dengan Rehabilitasi#

Layanan Pascarehab Intensif pada RD Celebes Makassar 18 April 2019

Makassar, 18 April 2019, Layanan Pascarehabilitasi Intensif di RD Celebes Tahap II dengan jenis layanan seperti berikut :

– Penerimaan klien baru atas nama Afdan dan Hiskia dari Balai Rehab BNN Baddoka.
-Sharing Circle
– Konseling Individu

– Persiapan dukungan sosial ke usaha kuliner Jumat berkah di Jl. Metro Tanjung Bunga.

⇨ Jumlah klien sampai dengan tgl 18 April 2019 sebanyak 18 klien dari target 40 (45%), dan yang masih mengikuti program sebanyak 14 klien.
#kembalikan fungsi sosial klien#

Workshop Rehabilitasi Rawat Jalan bagi Dokter dan Petugas Napza Puskesmas Lingkup Dinkes Kab. Luwu

Belopa 15-16 April 2019, Seksi P2PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kab. Luwu menyelenggarakan Workshop Rehabilitasi Rawat Jalan bagi Dokter dan Petugas Napza Puskesmas Lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.

Kegiatan ini dibiayai oleh Seksi P2PTM Bidang P2 Dinas Kesehatan Kab. Luwu. Dalam pelaksanaannya, Dinkes bekerjasama dengan Seksi PLR BNNP Sulsel.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis tanggal 15-16 April 2019 di Ruang Pertemuan Hotel Subur, Belopa, Kab. Luwu yang diikuti 40 peserta dokter dan pelaksana Napza dari 20 Puskesmas lingkup Dinkes Kab. Luwu.

👉 Uraian Kegiatan seperti berikut ;
Hari I Tanggal 15 April 2019.
Kegiatan dibuka Pada Tanggal 15 April 2019 Pukul 09.00 Oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab. Luwu (Abd. Kadir, SKM).

Materi pertama pada hari pertama dibawakan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel Sudarianto, SKM, M.Kes (Kebijakan Rehabilitasi Berkelanjutan bagi Penyalahguna Narkoba dan Mengapa Pengguna Narkoba Wajib direhabilitasi)

Materi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Penanggung Jawab Klinik BNNP Sulsel dr. Dian Abdi Ashari memaparkan pengantar Pengisian Alat Screening ASSIT dilanjut dengan praktek bersama seluruh peserta.

Hari ke-2 Tanggal 16 April 2019
Narasumber hari ke-2 yaitu Penanggung Jawab Klinik BNNP Sulsel dr. Dian Abdi Ashari Pemaparan dan praktek pengisian Formulir Asesmen Wajib Lapor (FAWL).

Materi terakhir pada hari ke-2 yang disampaikan oleh Kepala Seksi PLR, Bidang Rehabilitasi Bambang Wahyudin, SH, M.Kes yaitu Konseling Dasar, Tahapan Penerimaan Klien sebagai dasar dalam Pelaksanaan Konseling Adiksi, sekaligus menjelaskan dan praktek singkat pelaksanaan teknik Konseling Dasar.

#Aksesibilitas Layanan Rehabilitasi Melalui Pojok Konseling Adiksi di Puskesmas Lingkup Dinkes Kab. Luwu#