Layanan Klinik Adipradana Bnnp Sulsel 14-1-2019

Layanan Klinik Adipradana BNNP Sulawesi Selatan tentang kegiatan Rehabilitasi Rawat Jalan:
⇨ Tanggal 14 January 2019 di Klinik Adi Pradana BNNP Sulawesi Selatan

⇨ Jenis Layanan :
1. Asesmen : 5 (Total s/d 14-1-2019 = 27 org)
2. Konseling Adiksi : 2 (Total kunjungan s/d 14-1-2019 = 17 kali)
3. Group Therapy : –
4. Urine Test : 5 (Total s/d 14-1-2019 = 28 kali)
Jumlah klien : 7

Kegiatan lainnya:
1. Terapi medis klien : 2 (total s/d 14-1-2019 = 7 kali)
2. Penerbitan SKPN : 4
(Total s/d 14-1-2019 = 92org)
3. Pengobatan pegawai : 3
4. Pengobatan Tahanan : –
Selamatkan Penyalahguna Narkoba dengan Rehabilitasi#

Iklan

Rapat Mingguan Bidang Rehabilitasi

Rapat Mingguan Bidang rehabilitasi

👉 *Waktu Pelaksanaan:*
Senin, 14 Januari 2019 di ruang Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel.

👉 *Peserta:*
Staff Bidang Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi dipimpin oleh Kepala Bidang Rehabilitasi.

👉 *Hasil Rapat*
1. Kabid Rehabilitasi menunjuk Kasie Pascarehabilitasi sebagai PLH.
2. PLR, Pasca dan Klinik membuat rekap data klien (usia, jenis kelamin, jenis zat yg digunakan, berapa orang yg sdh dilatih, pulih dan produktif)
3. Mengarsipkan seluruh data kegiatan (dokumenkan).
4. Bagi konselor meminta surat tanda keanggotaan dari IKAI.
5. Penanggungjawab klinik membagi klien sesuai dengan jumlah konselor.
6. Pelaksanaan rawat inap dan rawat jalan sebaiknya mendahulukan pemenuhan pada IP dan KM yg sdh bekerja sama dengan BNNP Sulsel
7. Penanggungjawab klinik melakukan supervisi klinis kepada tim layanan rehab kemudian mslaporkan hasilnya ke kasie PLR dan Kabid Rehabilitasi.
8. Membuat pembahasan dan laporan kasus di klinik, jika perlu bahas kembali pada rapat bidang.
9. Mengidentifikasi Rumkit dan Puskesmas yang bekerja sama dengb BNNP Sulsel tahun 2019 (siap atau tidak siap melaksanakan layanan).
10. Koordinasi ke Dinas Kesehatan mengenai program pojok konseling ( bagaimana melaksanakan screening, membuat rencana terapi dan intervensi/konseling individu).
11. Verifikasi KM dengan melakukan bimbingan konseling individu.
12. Tim Seksi Pascarehabilitasi merapikan dokumen tahunanan (harus sudah dalam bundel dan daporkan pd Kabi Rehabilitasi)
13. Seksi Pascarehabilitasi melaksanakan asistensi ke Balai Rehabilitasi dan Sayang Rakyat, dengan terlebih dahulu membuat surat.
14. Seksi Pascarehabilitasi membuat berita acara dan mengambil alat UT ( tertib berita acara tentang alat UT).
15. Admin TAT selalu meminta data dari penyidik mengenai hasil dari pemeriksaan (Apakah kasus di lanjut atau tidak lanjut, dititip, dan hasil vonis).
Demikan sebagai laporan kepada pimpinan. Terima kasih.

#stopnarkoba

Case conference hasil asesmen terpadu tsk usulan dari POLDA Sulsel

Asesmen Terpadu BNNP Sulsel 11-1-2019

👉 *Waktu dan Tempat Pelaksanaan:*
Dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Januari 2019 bertempat di ruang sekertariat TAT Prov. Sulsel (BNNP Sulsel)

👉 *Hasil Kegiatan:*
Asesmen dilakukan oleh tim hukum dan tim medis sebanyak 1 (satu) orang tersangka dengan hasil _case conference_ adalah sebagai berikut:

Tersangka Lel. MR (51 tahun), tidak terindikasi sebagai jaringan gelap Narkotika dan dirujuk untuk mengikuti terapi dan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka selama 3 (tiga) bulan sambil menjalani proses hukum.Tersangka tersebut diatas merupakan klien ke 1 per tahun 2019

Sinergitas P4GN pada Lokakarya Mini Puskesmas Kanjilo Kab. Gowa

Gowa (10 Januari 2018), Puskesmas Kanjilo Kab. Gowa menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektor tingkat Puskesmas Kanjilo Kab. Gowa yg dilaksanakan di ruang rapat Camat Barombong. Narasumber pada giat tersebut yaitu dari Dinkes Kab. Gowa (diwakili oleh Sekretaris Dinkes), Camat Barombong, Kapolsek Barombong, Kapus Kanjilo, serta BNNP Sulsel (Kabid Rehabilitasi mewakili Ka BNNP).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh staf Puskesmas Kanjilo, Kepala Desa, beberapa Kepala Sekolah, guru, dan tokoh masyarakat yang dibuka secara resmi oleh Camat Barombong, dilanjut dengan arahan dari Sekretaris Dinkes Kab. Gowa, kemudian diisi oleh narasumber dari Bnnp Sulsel tentang Sinergitas Program P4GN dengan Sektor Terkait.

Dalam paparan BNNP diuraikan seperti berikut :

1)Regulasi yg mengatur sinergitas pelaksanaan P4GN; 2)anatomi kejahatan narkoba; 3)konsep desa bersih narkoba; 4)penjabaran konsep bersih narkoba yang harus dilakukan oleh institusi terkait, yaitu Camat mencanangkan Kecamatan Bersinar, polisi pamong praja sebagai sekretariat penanggulangan darurat narkoba sesuai Pergub, institusi pendidikan memasukkan materi lokal tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, KUA menginstruksikan seluruh ustaz yg bercaramah supaya menyelipkan surah al Maidah tentang haramnya khamar yg disejajarkan dengan efek Napza, Puskesmas melakukan rehabilitasi melalui pojok konseling adiksi di Puskesmas dan Posbindu, Kepala Desa mencanangkan Desa Bersinar, LSM/ Ormas/Toma masing2 melakukan gerakan anti narkoba dan Penegak hukum menggerakkan Hansip, Babinkamtibmas dan Babinsa melakukan patroli rutin); 5)mengajak seluruh nya untuk mencanangkan Kecamatan Bersih Narkoba (Bersinar), Desa Bersinar, RW bersinar dan RT bersinar; 6)sekilas edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba (mendeteksi penyalah guna narkoba, mengenali pecandu narkoba, gejala dini penyalah guna narkoba); 7)kenapa pengguna narkoba harus direhab; 8)bagaimana napza bekerja jika masuk ke tubuh; 9)kriteria adiksi; 10)di mana tempat rehabilitasi. Selamatkan generasi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Layanan klinik Adi Pradana Bnnp Sulsel 4 Jan 2019

Layanan IPWL BNNP Sulawesi Selatan

Izin melaporkan kegiatan Rehabilitasi Rawat Jalan:
⇨ Tanggal 4 January 2019 di Klinik Adi Pradana BNNP Sulawesi Selatan

⇨ Jenis Layanan :
1. Asesmen : 1 (Total s/d 4-1-2019 = 18 org)
2. Konseling Adiksi : 1 (Total kunjungan s/d 4-1-2019 = 7 kali)
3. Group Therapy : –
4. Urine Test : 1(Total s/d 4-1-2019 = 18 kali)
Jumlah klien : 2

Kegiatan lainnya:
1. Terapi medis klien : – (total s/d 4-1-2019 = – kali)
2. Penerbitan SKPN : 7
(Total s/d 4-1-2019 = 10 org)
3. Pengobatan pegawai : 3
4. Pengobatan Tahanan : –
Demikian sebagai laporan kepada Pimpinan, terima kasih.
#Selamatkan Pecandu dan Penyalahguna Narkoba dengan Rehabilitasi#

Pembahasan kasus Klien positif hasil pemeriksaan P2M

Pembahasan Kasus Klien positif Amp hasil pemeriksaan P2M

👉 Waktu dan Tempat Pelaksanaan:
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 4 Januari 2019 di Ruangan Kabid Rehabilitasi BNNP Sulsel.

👉 Hasil Kegiatan:
1. Penanganan kasus klien, positif setelah menjalankan tes urine yg dilaksanakan Seksi Daya Mas Bidang P2M, wajib mengikuti SOP (Uji Konfirmasi) sebelum dirujuk ke lembaga rehabillitasi untuk diasesmen.
2. Petugas Asesmen menjalankan sharing knowledge mengenai observasi untuk memahami perilaku klien.
3. Klien dengan kecenderungan dengan masalah kejiwaan, sebaiknya dilakukan intake mendalam, jika ada indikasi gangguan kejiwaan, arahkan ke RSKD Prov Sulsel.
4. Petugas Asesmen melaksanakan diskusi kasus dan membuat laporan kegiatan. #dekatkan layanan rehab ke masyarakat
#SelamatkanPenyalahgunaNarkoba

Sosialisasi Keswa dan Layanan Pojok Konseling Adiksi bagi Kader Posbindu di Kab. Maros

Sosialisasi Masalah Kesehatan Jiwa dan Layanan Pojok Konseling Adiksi bagi Kader Posbindu lingkup Dinas Kesehatan Kab. Maros

👉 *Waktu Pelaksanaan:*
Rabu, 02 Januari 2019 di Ruang Rapat Setda Kab. Maros

👉 *Peserta Kegiatan:*
Jumlah Peserta sebanyak 50 org Kader Posbindu lingkup Dinas Kesehatan Kab. Maros

👉 *Uraian Kegiatan:*
Pemaparan materi oleh Kepala Seksi PLR Bidang Rehabilitasi tentang :
Pengetahuan Dasar Tentang Adiksi Dan Penerapan Pada Pojok Konseling yang terdiri dari :
1. Definisi Adiksi
2. Penyakit, gejala, tanda dan agen penyebab
3. Faktor-Faktor lain :
– Genetik
– Patogenesis
– Penyakit kronis
– Penyakit Kambuhan
4. Lapse dan Relapse
5. Mengapa orang menggunakan zat
6. Kenapa Pengguna Narkoba perlu di Rehabilitasi
5. Jaminan UU untuk di Rehabilitasi
6. Rehabilitasi merupakan Strategi Pemutusan Jaringan Peredaran Narkoba
7. SIL dan Pojok Konseling Adiksi
8. Mekanisme Layanan “POJOK KONSELING ADIKSI”
9. Aktifitas di “POJOK KONSELING ADIKSI”
10. Tujuan dan Aspek utama Pojok Konseling Adiksi
11. Pengguna narkoba yang secara sukarela datang ke fasilitas rehabilitasi tidak dihukum pidana dan dilindungi oleh undang-undang.
12. Petugas kesehatan yang ada di rumah sakit dan Puskesmas melalui Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas dinyatakan bahwa wajib melaksanakan rehabilitasi narkoba dengan melakukan konseling narkoba.

Sebanyak 338 WBP direhab di Lapas/ Rutan di Sulsel tahun 2018 tanpa biaya dari BNN lagi.

Kronologis pelalaksanaan program rehabilitasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Sulsel dimulai sejak 2015 di Lapas Narkotika Sungguminasa. Pada tahun 2016 dikembangkan pelaksanaannya pada 6 Lapas yaitu Lapas Sungguminasa, Wanita, Watampone, Pare, Palopo dan Bulukumba. Pada waktu itu, BNNP Sulsel kerja sama dengan Kanwil Kumham Sulsel, melaksanaan program Therapeutic Community (TC), diawali dengan pelatihan instruktur, OJT ke Balai Rehab Lido dan biaya layanan nya didukung dari BNNP Sulsel.

Pada tahun 2017, kebijakan BNN berubah dengan menghentikan dukungan biaya pada program TC dalam Lapas karena disinyalir masih banyak peredaran narkoba di dalam Lapas.

Tapi lain yg terjadi di Sulsel, Lapas Narkotika Sungguminasa dan Watampone tetap konsisten menjalan kan program TC walaupun tidak didukung lagi biaya dari BNNP.

Bahkan saat ini, instruktur yang pernah dilatih pada tahun 2016 dimutasi ke Rutan, dan tetap SDM tersebut konsisten menjalan kan program TC di mana yang bersangkutan ditugaskan.

Pada tahun 2018 di Sulsel, program TC tetap dijalankan pada empat Lapas/Rutan sebanyak 338 WBP yaitu Lapas Narkotika Sungguminasa (204 WBP), Lapas Watampone (60 WBP), Rutan Pinrang (44 WBP), dan Rutan Enrekang (30 WBP).

Program ini masih berlanjut karena peran Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel yg tetap menjalin komunikasi melalui group WA (Rehab Lapas), dan sekali2 melakukan bimbingan teknis langsung ke instrukturnya. Lapas Watampone diserahkan ke BNNK Bone untuk membimbingnya, dan Rutan Enrekang diserahkan ke BNNK Tator untuk membimbingnya. Sedang kan Lapas Narkotika Sungguminasa dan Rutan Pinrang dibimbing langsung oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel.

Semoga program TC ini tetap digunakan dalam Lapas/Rutan karena sangat berguna bagi WBP dalam rangka mengubah perilaku manusia dalam konteks kehidupan komunitas yang bertanggungjawab untuk saling menolong satu sama lain, dengan menolong orang lain ia sekaligus juga menolong dirinya sendiri. Komunitas yang saling membantu ini diyakini dapat mengembalikan seorang pecandu pada kehidupan yang benar.

Harapan yang terbesarnya yaitu WBP dapat mencapai tujuan utama TC yaitu menghentikan penyalahgunaan NAPZA dan mendorong ke arah pertumbuhan pribadi. Kegiatan di komunitas mendorong mereka untuk mengenal diri sendiri baik dari segi emosional, intelektual, spiritual, perilaku, dan ketrampilan. TC percaya bahwa manusia bisa berubah dan pembelajaran itu terjadi melalui teguran dan aksi, pengertian, serta saling membagikan pengalaman antar sesama.

Refleksi Akhir Tahun 2018 Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel

Menapaki 4 tahun dinamika perjalanan Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, sejak April 2015 Bidang Rehabilitasi dibentuk pada BNNP seluruh Indonesia. Trend perkembangan layanan rehabilitasi di Sulsel sejak tahun 2015 s.d 2018 seperti berikut; 2015 sebanyak 1.280 klien, tahun 2016 sebanyak 1.196 klien, tahun 2017 sebanyak 920 klien dan pada tahun 2018 ini sebanyak 1.505 klien.
Bidang Rehabilitasi BNNP Sulawesi Selatan dikelola bersama 24 personil yang terdiri dari 11 ASN, 1 POLRI, dan 12 Tenaga Kerja Kontrak. Bidang Rehabilitasi didukung oleh dua seksi, yaitu Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi dan Seksi Pascarehabilitasi.

Penguatan Lembaga Rehabilitasi

Seksi ini menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk membebaskan pecandu narkotika dari ketergantungan narkotika, pulih secara terpadu, baik fisik, mental maupun sosial, agar pecandu narkotika dapat pulih kembali dan dapat melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud untuk mendukung pencapaian tujuan yaitu 1)rapat kerja BNNP/K dan Lintas Sektor; 2)bimbingan teknis dan peningkatan mutu layanan lembaga rehabilitasi institusi pemerintah dan komponen masyarakat; 3)koordinasi antar pemangku kepentingan; 4)monev pelaksanaan program kegiatan penguatan lembaga rehabilitasi institusi pemerintah dan komponen masyarakat; 5)pelatihan petugas rehabilitasi komponen masyarakat; 6)aksesibilitas rehabilitasi melalui pojok konseling adiksi; 7)dukungan layanan rehabilitasi institusi pemerintah melalui rawat jalan klinik BNNP/K, layanan rawat inap dan jalan di rumah sakit, layanan rawat jalan di Puskesmas (Pojok Konseling Adiksi) serta layanan asesmen terpadu; 8)dukungan layanan rehabilitasi komponen masyarakat melalui rawat jalan/inap medis dan rawat jalan/inap sosial.
Baca lebih lanjut

Klien yg direhabilitasi di Sulsel th 2018 berdasarkan kelompok umur (17-25 th) yg paling banyak

Berdasarkan kelompok umur yang mengikuti program rehabilitasi melalui Bnnp Sulsel bekerjasama dengan mitra pada tahun 2018, yaitu terbanyak pada kelompok umur (1)remaja akhir (umur 17-25 th) sebanyak 46,19%; kemudian (2)dewasa (umur 26-45 th) sebesar 36,05%; disusul (3)remaja awal (12-16 th) sebanyak 14,36%; (4)Lansia (lebih 46 th) sebanyak 2,25%, (5)kelompok anak (5-11 th) sebanyak 1,12%.

Yang memprihatinkan yaitu karena sdh ada golongan umur anak-anak di bawah usia 11 tahun sudah adiksi narkoba.

Dengan melihat data ini, jika tidak dapat mengendalikan peredaran narkoba, maka dapat melemahkan prosuktivitas negara karena yg disasar sesuai data ini adalah golongan umur produktif.

Deteksi Penyalah Guna Narkoba dan Sosialisasi Pojok Konseling Adiksi di Dinkes Maros

Deteksi Dini Penyalahgunaan “NAPZA” dan Sosialisasi “POJOK KONSELING ADIKSI” lingkup Puskesmas, Dinas Kesehatan Kab. Maros

👉 *Waktu Pelaksanaan:*
Rabu, 19 Desember 2018 di Aula Dinas Kesehatan Kab. Maros

👉 *Peserta Kegiatan:*
Jumlah Peserta sebanyak 30 org terdiri dari Dinas Kesehatan Kab. Maros dan Pengelola Napza dan Jiwa
Puskesmas se-Kab. Maros

👉 *Uraian Kegiatan:*
Pemaparan materi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi tentang :
Deteksi Penyalah Guna Dan Sosialisasi “POJOK KONSELING ADIKSI (POKOA)” yang terdiri dari :
1. Bagaimana mendeteksi Penyalah Guna Narkoba
2. Bagaiamana mengenali pecandu “NARKOBA”
3. Gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba
4. Kenapa Pengguna Narkoba perlu di Rehabilitasi
5. Jaminan UU untuk di Rehabilitasi
6. Rehabilitasi merupakan Strategi Pemutusan Jaringan Peredaran Narkoba
7. Mekanisme Layanan “POJOK KONSELING ADIKSI”
8. Aktifitas di “POJOK KONSELING ADIKSI”
9. Pengguna narkoba yang secara sukarela datang ke fasilitas rehabilitasi tidak dihukum pidana dan dilindungi oleh undang-undang.
10. Petugas kesehatan yang ada di rumah sakit dan puskesmas melalui Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas menyatakan bahwa wajib melaksanakan rehabilitasi narkoba dengan melakukan konseling narkoba.

#aksesibilitaslayananrehabilitasi
#melaluipojokkonselingadiksi,
#SeksiPLR
#Bid.RehabBNNPSulsel

BNNP Sulsel dan Mitra Selamatkan Uang Penyalah guna Narkoba 57,7 M tahun 2018

Makassar (17-12-2018), BNNP Sulsel bersama mitra dari Institusi Pemerintah dan Swasta merehabilitasi penyalah guna narkoba sebanyak 1.505 orang sepanjang tahun 2018. Penyalah guna narkoba pada waktu tertentu akan berefek menjadi adiksi/ kecanduan.

Kalau dihitung berdasarkan jenis zat yang paling banyak digunakan di Sulsel yaitu jenis narkoba shabu, sesuai teori bahwa pecandu shabu itu setiap 24 jam akan muncul sugesti yg sangat kuat untuk pakai.

Namun pada kesempatan ini, penulis akan menghitung rata2 antara pengguna coba-coba, pengguna teratur dan pecandu, jika dirata-ratakan dalam seminggu 4 kali pakai dengan menggunakan paket 200 ribu. Berarti per orang nya mengeluarkan uang 800 ribu per minggu atau 3.200.000 per bulan, atau 38.400.000 per orang/tahun.

Berdasarkan tujuan program rehabilitasi yaitu menfasilitasi penyalah guna narkoba untuk pulih, mencegah kekambuhan, berfungsi sosial dan menjadi produktif. Selama dalam proses rehabilitasi dan pascarehabilitasi mereka tidak membeli narkoba lagi. Artinya, penyalah guna narkoba dapat menabung 38.400.000 per oranv pertahun.

Kalau dihitung2 kasar, maka program rehabilitasi dapat menyelamatkan uang para penyalah guna narkoba dengan hitungan 1.505 klien x 38.400.000 = kurang lebih Rp. 57.792.000.000 pada tahun 2018 di Sulsel. Atau dengan kata lain meruhikan bandar senilai itu

Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas di Bnnk Tator

Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di BNNK Tator

👉 Pelaksana :
Ketua Zona Integritas BNNP Sulsel (Sudarianto, SKM M.Kes) didampingi Ketua POKJA V (Penguatan Pengawasan) (Bambang Wahyudin, SH, M.Kes)

👉 Waktu dan Tempat Pelaksanaan :
Hari Jumat, 14 Desember 2018 bertempat di Ruang Rapat BNNK Tator

👉 Peserta :
Seluruh Personil BNNK Tator

👉 Materi Yang disampaikan :

1. DASAR HUKUM PELAKSANAAN ZONA INTEGRITAS
2. PENGERTIAN UMUM
3. PERSYARATAN PENGAJUAN WBK/WBBM
4. TAHAPAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM DI BNN, BNNP dan BNNK
5. PENERAPAN PROGRAM PENCEGAHAN KORUPSI DALAM PROSES PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
6. PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM
7. BOBOT INDIKATOR PENGUNGKIT (60 %) DAN HASIL (40 %)
8. TUJUAN, TARGET DAN INDIKATOR
9. DOKUMEN INFRASTRUKTUR PEMBANGUNAN ZI

👉 Rekomendasi :
1. Menunjuk Personil untuk menempati masing-masing POKJA (I – VI), UPP dan UPG
2. Menyusun SKEP Pembangunan Zona Integritas (ZI), Unit Pelayanan Pengaduan (UPP) dan Unit Pengaduan Gratifikasi (UPG)
3. Memilah kegiatan yang sudah dilaksanakan Subag dan Seksi terkait dengan kelengkapan dokumen Pembangunan Zona Integritas
#Zonaintegritas
#Wilayahbebaskorupsi
#Menujubirokrasibersihmelayani

Pecandu narkoba yg ikut rehabilitasi dapat menabung 38.400.000 setahun

Andai kamu tahu apa akibatnya pecandu narkoba mengikuti program rehabilitasi :
1. Adiksimu akan pulih.
2. Hidupmu tdk terkucilkan (berfungsi sosial).
3. Tidak memiskinkan keluarga (produktif).
4. Punya tabungan seperti berikut :
1 minggu min 4 pakai narkoba.
1 paket min harga 200.000.
200.000 x 4 = 800.000/ minggu.
800.000 x 4 = 3.200.000/ bulan.
3.200.000 x 12 = 38.400.000
Jika sdh berniat berhenti, ikuti program rehabilitasi di Pojok Konseling Adiksi yang ada pada layanan kesehatan dasar, klinik BNN Prov/Kab, RS, Balai Rehab Baddoka dan Lembaga Rehab Komponen Masyarakat yang terdekat.

Rapat Sinergitas Program Rehabilitasi

Sinergitas Pelaksanaan Layanan Rehabilitasi BNNP Sulsel, BNNP Maluku, RS Sayang Rakyat, RS Bhayangkara Maluku, RSUD Tulehu Maluku

👉 Tgl & lokasi kegiatan
12 Desember 2018 bertempat di
RS Sayang Rakyat (Mayang Asa)

👉 Uraian kegiatan :
1. Rombongan Kepala BNNP Maluku, RSUD Tulehu dan RS Bhayangkara Maluku diterima oleh Kepala RS Sayang Rakyat Sulsel
2. Selanjutnya rombongan menuju tempat Layanan Rehabilitasi Medis Mayang Asa
3. Rombongan diterima oleh Pengelola Layanan Rehabilitasi Medis Mayang Asa dan menerima penjelasan umum tentang pembentukan Lembaga Rehabilitasi Medis Mayang Asa
4. Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel memberikan gambaran tentang Standar Layanan Rehabilitasi Medis Instansi Pemerintah (Rumah Sakit), teknis pelaksanaan layanan sampai dengan Pascarehabilitasi di Rumah Damping.
5. Kabid Rehabilitasi BNNP Sulsel juga memberikan informasi tentang kronologis pelakdanaan layanan rehabilitasi pada RSUD Sayang Rakyat, tata cara peningkatan kemampuan SDM bagi Lembaga Rehabilitasi Medis maupun Sosial yang bermitra dengan BNNP Sulsel
6. Hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan Sinergitas ini adalah memudahkan para penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkoba dalam mengakses layanan rehabilitasi di Sulsel termasuk di Provinsi Malulu.