Family Support Group pada Layanan Pascarehab Reguler Tahap 1

Family Support Group (FSG) pada Layanan Pascarehab Reguler Tahap I BNNP Sulsel yg di laksanakan pada hari Selasa, 21 Februari 2018 bertempat di kantor BNN PROVINSI SULAWESI SELATAN.
๐Ÿ‘‰ Sasaran : Keluarga Klien Pascarehabilitasi Reguler Tahap 1 BNNP Sulsel, sebanyak 13 orang.
๐Ÿ‘‰ Narasumber :
Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel.

๐Ÿ‘‰ Narasumber menjelaskan dan memberikan contoh-contoh terkait : (1)kenapa pengguna narkoba direhabilitasi; (2)kenapa klien diwajibkan mengikuti program pascarehabilitasi; (3)Family klien pascarehabilitasi perlu membentuk komunitas supaya bisa saling membantu mempertahankan kepulihan keluarganya/ klien; (4)Tanda-tanda yg keluarga perlu perhatikan jika keluarganya/ klien tersebut kembali pakai narkoba; (5)apa yang family harus lakukan supaya keluarganya/klien tersebut dapat mempertahankan kepulihannya; (6)dan apa yang family harus lakukan jika keluarganya/klien tersebut kembali menggunakan narkoba;(7)family juga harus memahami pemicu supaya family dapat menjadi konselor bagi keluarga/ klien tersebut; (8)family harus sabar menghadapi cobaan ini; (9)family harus menjadi konselor bagi keluarganya/ klien tersebut supaya dapat kembali berfungsi sosial; (10)yg terpenting family harus mengajak keluarga nya/ klien tersebut beribadah dan berdoa.

Kesimpulan :
Family harus mengenali tanda, harus tahu membantu, dan berdoa.

Iklan

Case conference hasil asesmen terpadu tersangka usulan dari Polda Sulsel

Layanan Asesmen Terpadu pada hari Rabu, 21 Februari 2018 berupa asesmen hukum dan asesmen medis terhadap 2 tsk dari Dit Res Narkoba Polda Sulsel dilanjutkan dengan Case Conference dengan hasil:
1. Bahwa terhadap kedua tersangka tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan sebagai jaringan peredaran gelap narkoba

2. Kedua tersangka melanggar Pasal 127 ayat (2) subs. Pasal 134 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

3. Terhadap kedua tsk tersebut dirujuk untuk mengikuti program rehabilitasi rawat inap di Lembaga Religius Spirit Insan (LERSI) selama 3 bulan sambil menjalani proses hukum.
Tersangka ini merupakan tsk ke 27.

Seminar pengembangan diri 2 pada layanan Pascarehab Reguler

Seminar Pengembang Diri 2 pada Layanan Pascarehab reguler Bnnp Sulsel di laksanakan pada hari Rabu, 21 Februari 2018 bertempat di kantor BNN PROVINSI SULAWESI SELATAN.
๐Ÿ‘‰ Sasaran : Klien Pascarehabilitasi BNNP Sulsel yang telah mengikuti program Rehabilitasi, sebanyak 16 orang.

๐Ÿ‘‰ Narasumber : Fitri ( profesional )

๐Ÿ‘‰ Adapun kegiatan yang berlangsung pada hari ini, dimana klien melanjutkan kegiatan membuat latar dari gambar tersebut. Ada 2 macam warna yang menjadi kesepakatan klien dalam memilih warna.Tujuan dari vokasional ini dapat membantu klien untuk menambah keterampilan sehingga klien bisa kembali produktif.

Case Conference Hasil Asesmen Terpadu Usulan dari Kab Takalar

Laporan Layanan Asesmen Terpadu

Kegiatan yang dilaksanakan:
Pada hari Senin, 19 Februari 2018 telah dilaksanakan asesmen berupa asesmen hukum dan asesmen medis terhadap 2 tsk dari Polres Takalar dan 2 tsk dari Polres Pelabuhan dilanjutkan dengan Case Conference dengan hasil:
1. Bahwa keempat tersangka tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan sebagai jaringan peredaran gelap narkoba, 2 (dua) tsk Polres Pelabuhan melanggar Pasal 112 ayat (1) subs. Pasal 127 ayat (1) huruf a, ayat (2) dan ayat (3) subs. Pasal 134 ayat (1). Sedangkan untuk 2 (dua) tersangka Polres Takalar diduga melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a, ayat (2) dan ayat (3) subs. Pasal 134 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
2. Terhadap keempat tsk tersebut dirujuk untuk mengikuti program rehabilitasi rawat inap di Lembaga rehabilitasi BNN Baddoka selama 3 bulan sambil menjalani proses hukum.
Tersangka ini merupakan tsk ke 18.

Bimbingan Teknis Peningkatan Layanan Tk Bnnp/k

Bimbingan Teknis Peningkatan Layanan bagi BNNP/K yang dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 20 Peb 2018 di Hotel Clebes Indah Jl. G. Lantimojong Makassar.

๐Ÿ‘‰Pemateri
1)Kepala BNNP Sulsel (Membuka sekaligus memberikan materi tentang Kebijakan BNNP Sulsel.
Penekanan Kepala supaya Bimtek ini dapat berdampak pada aksesibilitasi layanan Rehabilitasi dengan masyarakat, serta dapat meningkatkan jumlah klien yg mengikuti program rehabilitasi.
2)Kepala Bidang Rehabilitasi dgn materi ((Modul 1)Kebijakan dan Strategis Bidang Rehab terkait Sktining dan Intervensi Lapangan; (Modul 3)Overview Skrining Intervensi Lapangan; (Modul 4)Inisiasi dan Praktek Pelaksanaan Skrining Intervensi Lapangan).
Penekanan dari narasumber terkait indikator keberhasilan Bidang/seksi Rehabilitasi yaitu memulihkan pecandu, mempertahankan kepulihan, produktif dan kembali berfungsi sosial. Bidang/Seksi Rehabilitasi semakin memperbaiki kualitas layanan, tetapi permasalahannya adalah jumlah pengguna narkoba yg berminat mengikuti program rehab masih rendah. Selain program Deputi Pencegahan dan Deputi Pemberdayaan serta jajarannya ke daerah yg dapat mempromosikan dan memberdayakan masyarakat agar “penyalah guna narkoba mengikuti program rehabilitasi”, maka Deputi Rehabilitasi menguji coba program Skrining Intervensi Lapangan (SIL) dengan tujuan untuk penemuan klien serta pendekatan layanan rehabilitasi ke masyarakat.
Giat SIL untuk menemukan klien, yaitu terlebih dahulu melakukan pemetaan kantung2 nongkrong pecandu (misal nya pasar, cafe, kos2an, hotel, mall, sekolah, dan lingkungan masyarakat rentan. Setelah itu, melakukan pendekatan kelompok (misal unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, mantan pengguna yg menjadi penggiat) secara bersama memberikan KIE pada sasaran rentan, motivasi. Kemudian melakukan skrining melalui tools ASSIST pada sasaran rentan, yg mendapat hasil dengan risiko rendah-sedang akan diberikan (edukasi dan intervensi singkat), sedang jika risiko tinggi maka dilakukan (asesmen dan layanan selanjutnya).
3) dr. Dian (Skrining dengan tools ASSIST dan Pengukuran Prilaku melalui tools URICA)
(a)Persentasi petunjuk skrining dan dilanjutkan dengan praktek skrining.
(b)Persentase dan praktek pengukuran perunahan prilaku melalui tools URICA

5) โ€ŽKasi PLR (Rencana Tindak Lanjut)
Bidang Rehab akan implemntasikan program SIL pada 6 spot, sedangkan masing-masing BNNK merencanakan bimbingan teknis ke RS supaya dapat melaksakan skrining pasif serta membina masing2 satu Puskesmas untuk penerapan skrining aktif dan pasif pada satu Puskesmas. Selain itu, akan memanfaatkan penggiat mantan pengguna untuk dapat menggalang para pengguna lainnya menjalani program rehabilitasi.

๐Ÿ‘‰Peserta
Kasi Rehab dan staf bagi BNNK di Wilayah BNNP Sulsel dan beberapa personil BNNP.Sulsel.

Pengembangan Diri (melukis di atas kaca) pada Layanan Pascarehab Reguler

Makassar (20-2-2018) Seminar Pengembang Diri.1 (SPD.1) dilanjutkan dengan Latihan Vokasional berupa melukis sketsa wajah ( Siluet ) dengan media kaca di kantor BNN PROVINSI SULAWESI SELATAN.
๐Ÿ‘‰ sasaran : Klien Pascarehabilitasi BNNP Sulsel yang telah mengikuti program Rehabilitasi, sebanyak 17 orang.

๐Ÿ‘‰ Narasumber : Fitri ( profesional )

๐Ÿ‘‰ Di dalam kegiatan vokasional ini, klien di berikan keterampilan melukis di atas kaca. Adapun bahan-bahan yang di perlukan murah dan gampang di cari.
Tujuan dari vokasional ini dapat membantu klien untuk menambah keterampilan sehingga klien bisa kembali produktif. Di pertemuan dan kegiatan Seminar Pengembangan Diri.1 (SPD.1) hari ini klien di perkenalkan dengan, edit foto, alat dan bahan dasar yg di gunakan, kemudian melanjutkan dengan melukis di atas kaca.

Rapat koordinasi dengan pelaksana layanan pascarehabilitasi

Makassar (15-2-2018) RAPAT KOORDINASI PROGRAM PASCAREHABILITASI BNNP SUL – SEL pada hari Kamis, 15 Februari 2018 bertempat di kantor BNN PROVINSI SULAWESI SELATAN.
๐Ÿ‘‰ sasaran : institusi yang melaksanakan dan yang berkaitan dengan program, diantaranya,
– Dinas Sosial, Disnaker, Dinas Pendidikan,dinas perdagangan dan perindustrian.
– institusi pemerintah BADDOKA, RS. Sayang Rakyat.
Dan beberapa Lembaga Rehabilitasi komponen masyarakat dengan BNNP Sulsel.
– Asosiasi UNKM ( AKU MANDIRI ).

๐Ÿ‘‰ Narasumber :
(1)Kepala BNNP Sulsel dengan materi Sinergitas Program Rehabilitasi berkelanjutan di Sulsel. Untuk mencapai tujuan program yaitu pulih, produktif dan berfungsi sosial, maka perlu sinergitas antara lembaga pelaksana layanan rehabilitasi untuk mendorong kliennya ke program pascarehabilitasi, sinergitas antara OPD terkait dalam support program berupa vicational dan dukungan pengembangan diri untuk menjadi produktif, sedang untuk pelaksana layanan pascarehabilitasi harus leboh profesional mendampingi klien dalam bentuk layan reguler, intensif, dan rawat lanjut selama 6 bulan.

(2)Direktur Pasca rehabilitasi BNN RI dengan materi Kebijakan Pascarehabilitasi BNN RI. Dalam bahasannya lebih menekankan solusi dari permasalahan.pencapaian target pada tahun sebelumnya dengan menawarkan metode layanan reguler, layanan intensif 24 ham x 50 hr, atau day care (ikut program siang hari dan malam hari pulang ke rumah klien), sedang half way house (rumah transisi) yaitu beraktifitas di siang hari kemudian mengikuti program pada nalam hari di RD.
Mantan pengguna narkoba yg telah mengikuti program pascarehab, selanjutnya dijadikan agen di daerahnya ug selanjutnya dijadikan pemantau di wilayah nya.

(3)Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel, memoresentasikan capaian program pascarehab di Sulsel, mulai dari capaian target (pulih dan produktif 52,27%, pulih tapi tdk produktif 27,27%, produktif tapi tdk pulih 7,95%, tidak pulih dan tdk produktif 12,50%, kemudian capaian kerjasama dengan beberapa sektor terkait, dilanjutkan dengan diskusi dengan seluruh permasalahan yg dihadapi.

Kesimpulan :
๐Ÿ‘‰ Kebijakan pimpinan, sinergitas antar pelaksana program, dibutikan dengan capaian yg baik guna mencapai tujuan outcome klien menjadi pulih, produktif dan berfungsi sosial.

Koordinasi Pelaksanaan SIL di Spot 2

Makassar (15-2-2018) Komunikasi Pelaksanaan Program Skrining dan Intervensi Lapangan (SIL) di Spot Sapiria, Kel.Pannampu.

๐Ÿ‘‰ Uraian Kegiatan ;

1. Tim SIL diterima oleh Abd.Muis,S.Sos selaku Lurah Pannampu;

2. Menjelaskan tentang mekanisme program SIL ;

3.Membahas spot-spot di wilayah kel.pannampu yang dianggap sebagai tempat kumpul pecandu dan penyalah guna narkoba;

4. Menetapkan jadwal pertemuan ulang dengan para penggiat narkoba, tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah sasaran.

Komunikasi pelaksanaan SIL di Spot 1

Makassar 14-2-2018), Komunikasi Pelaksanaan Program SIL di Spot 1 (Toddopuli) dengan Persaudaraan Korban Napza Makassar (PKNM)

๐Ÿ‘‰ *Uraian Kegiatan:*

Melakukan komunikasi dengan ketua Persaudaraan Korban Napza Makassar terkait program SIL.
Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah (1)memberikan motivasi supaya mereka menjadi penggiat skrining penyalah guna narkoba, (2)membahas spot-spot lain yang dianggap sebagai tempat kumpul pengguna narkoba, (3)menetapkan jadwal pertemuan dengan sasaran pada spot 1, (4)setelah itu bergeser ke spot 2(pannampu) dst.

Case conference tersangka ke 14 tahun 2018

Makassar (13-2-2017) Layanan Asesmen Terpadu terhadap 1 tsk dari Polres Pangkep dilanjutkan dengan Case Confrence dengan hasil bahwa tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan sebagai jaringan peredaran gelap narkoba,melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a subs Pasal 134 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan terhadap tsk tersebut dirujuk untuk mengikuti program rehabilitasi rawat inap di Lembaga rehabilitasi BNN Baddoka sambil menjalani proses hukum.
Tersangka ini merupakan tsk ke 14.

Peer group 4 pada layanan pascarehab Bnnp Sulsel

Makassar (13-2-2018) Layanan Pascarehabilitasi Reguler Peer Group 4 Tahap I BNNP Sulsel di kantor BNN PROVINSI SULAWESI SELATAN.
๐Ÿ‘‰ sasaran : Klien Pascarehabilitasi BNNP Sulsel yang telah mengikuti program Rehabilitasi, sebanyak 17 orang.
๐Ÿ‘‰ Narasumber : Kepala Seksi Pascarehabilitasi BNNP Sulsel.

๐Ÿ‘‰ Peer group 4
-pembahasan tentang identifikasi faktor sugesti.
– Pengisian Whoqol yang ke-2

Didalam peer group ini klien diberikan tols, ada beberapa poin pertanyaan yang yang menggali kembali faktor penyebab datangnya sugesti.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kan sugesti itu datang,
– orang
– tempat
– benda
– momen/waktu
4 poin tersebut yang harus klien kenali, agar resiko untuk relaps berkurang.
– dilanjutkan dengan share feeling dari beberapa klien, hambatan, dan bagaimana cara mempertahankan recovery setelah menjalankan program rehabilitasi,
– dilanjutkan dengan, klien saling memberikan masukan terkait hambatan hambatan klien setelah mengikuti program rehabilitasi dan menjalani recovery saat ini.

Kesimpulan :
Kembalikan pola hidup kita layaknya orang normal, menyadari kesalahan yang sudah dilakukan, karena tidak ada manusia yang pernah berfikir bahwa suatu saat nanti akan menjadi penyalahguna.

Kunjungan Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur

Makassar (12-2-2018), menghadiri Kunjungan Kerja Komisi V DPRD Prov Nusa Tenggara Timur di Ruang Rapat Biro Hukum dan HAM Setda Prov Sulsel.

๐Ÿ‘‰Kegiatan Kunjungan
Komisi V DPRD Prov NTT berkunjung ke Sulsel dipimpin oleh Ketua Kimisi V beserta anggota lainnya.

๐Ÿ‘‰Penerima Kunjungan
1)Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Prov Sulsel
2)Kepala Biro Kesra Setda Prov Sulsel.
3)Kabag Perundang2an Biro Hukum dan HAM Setda Prov Sulsel.
4)BNNP Sulsel yg diwakili oleh Kabid Rehabilitasi.
5)Dinas Kesehatan yg diwakili oleh staf.

๐Ÿ‘‰Uraian Diskusi
1)Ketua Komisi V DPRD Prov NTT mengutarakan tujuannya, yaitu melakukan kaji banding sebagai bahan.untuk penyusunan Perda tentang Narkotika du Prov NTT.
2)Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Prov Sulsel, menjelaskan bahwa di Sulsel tidak ada Perda tentang Narkotika, tetapi ada dua Pergub tentang Narkotika, yaitu Pergub tentang Kebijakan P4GN di Sulsel tahun 2012 dan Pergub tentang Penanggulangan Darurat Narkoba di Sulsel tahun 2015. Dua Pergub ini bisa dijadikan bahan dalam rangka penyusunan Perda di NTT.
3)Kepala Biro Kesra Setda Prov Sulsel menyampaikan bahwa di Biro Kesra ada Kasubag Napza yg melaksanakan program terkait narkotika di lingkup Setda Prov Sulsel.
4)Perwakilan BNNP Sulsel mengurai kegiatan yg dilaksanakan oleh BNNP Sulsel seperti nerikut :
1)Upaya Pencegahan (yaitu mencegah orang sehat supaya tidak mencoba narkotika dengan berbagai kegiatan, yaitu advokasi ke pengambil kebijakan, rekrut relawan, penyuluhan melalui tatap muka, media elektronik, online/ cetak dll.
2)Pemberdayaan Masyarakat, yaitu menggerakkan seluruh OPD, swasta dan masyarakat supaya ikut melaksanakan program P4GN.
3)Pemberantasan, yaitu upaya pemutusan jaringan peredaran gelap narkotika dengan bersinergi dengan institusi terkait untuk menghukum bandar dan menyita asetnya.
4)Rehabilitasi, yaitu memberikan jaminan UU bagi pengguna narkoba untuk direhabiitasi, serta mewajibkan pecandu untuk direhabilitasi sampai pada program pascarehabilitasi. Mendorong RSUD, dan lembaga rehab swasta untuk melaksanakan layanan rehabilitasi. Memberikan penguatan SDM pada institusi pelaksana layanan rehabilitasi. Melakukan pendekatan layanan Rehabilitasi ke masyarakat dengan membentuk Pojok Konseling Adiksi di Puskesmas maupun di Desa.

Koordinasi Intervensi Program P4GN secara Bersinergi di Kab Pinrang

Pinrang (7-2-2018), Koordinasi persiapan Implementasi Sinergi Program P4GN lintas Bidang pada Kabupaten Fokus (Pinrang) dilaksanakan di Kantor Bupati, Rujab Bupati, Polres dan DPRD Kab Pinrang.
๐Ÿ‘‰Pelaksana : Kabid P2M, Kabid Pemberantasan, dan Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel.
๐Ÿ‘‰Kantor Bupati
Diterima oleh Sekda Kab Pinrang, dengan hasil sbb :
Akan memfasilitasi seluruh kegiatan Bnnp, termasuk akan menyiapkan gedung, personil, dan anggaran operasional dalam rangka pelembagaan BNK menjadi BNNK.

๐Ÿ‘‰Rujab Bupati
Diterima oleh Bupati Pinrang yg didampingi oleh Kajari dan Ketua Pengadilan Negeri Pinrang.
Bupati sangat mendukung kegiatan Bnnp, terutama pelembagaan BNK menjadi BNNK sebelum selesai masa janatannya.
๐Ÿ‘‰Polres Pinrang
Diterima oleh Kapolres Pinrang dengan hasil diskusi sbb : 1)Polres siap hadir pada rapat sinergitas, b)siap mengajukan permohonan asesmen terpadu bagi tersangka dengan BB di bawah SEMA, c)siap bersinergi dengan prmberantasan Bnnp dalam rangka pemutusan jaringan peredaran narkoba di Kab. Pinrang.

๐Ÿ‘‰DPRD Pinrang

Koordinasi ini diterima langsung oleh Kasubag Umum Sekretarist DPRD dengan hasil diskusi sbb : a)akan mengkomunikasikan ke Ketua DPRD terkait penganggaran kegiatan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba serta penganggaran layanan rehabilitasi.

Koordinasi ke Pemda dan Forkopimda Kab Sidrap

Pangkajene Sidrap, 6-2-2018, Koordinasi persiapan Implementasi Sinergi Program P4GN lintas Bidang pada Kabupaten Fokus (Sidrap) dilaksanakan di Sekretariat BNK, Polres dan DPRD Kab Sidrap.
๐Ÿ‘‰Pelaksana : Kabid P2M, Kabid Pemberantasan, dan Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel.

๐Ÿ‘‰Sekretiat BNK Sidrap
Siap memfasilitasi : a)menghadirkan Sekda, DPRD, Forkopimda dan Kepala OPD pada Rapat Sinergitas P4GN bersama Pengambil Kebijakan di lingkup Pemda Kab Sidrap; b) Diseminasi informasi P4GN melalui segemen pekerja, pendidikan, keluarga dan masyarakat, c) advokasi Bang Wawan di lingkungan pemerintah, d)asistensi pelaksanaan Bang Wawan, e)Monev pelaksanaan Bang Wawan; f)serta siap memfasilitasi aksessibilitas layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba melalui pojok konseling adiksi di Puskesmas maupun di Poskesdes; g)terkait pelembagaan Bnnk (siap menyusun naskah akademik, mengusulkan ke Bupati berupa pemberian hibah gedung kantor BNK dan mempekerjakan SDM ke BNK; h)akan bersinergi dgn Bnnp Sulsel untuk pelaksanaan kegiatannya yg dana bersumber APBD.

๐Ÿ‘‰Polres Sidrap
Diterima oleh Wakapolres selaku Kalakhar BNK.Sidrap, dengan hasil diskusi sbb : 1)Polres siap mendorong pelembagaan BNK menjadi BNNK, b)siap mengajukan permohonan asesmen terpadu bagi tersangka dengan BB di bawa SEMA, c)siap bersinergi dengan prmberantasan Bnnp dalam rangka pemutusan jaringan peredaran narkoba di Kab. Sidrap.

๐Ÿ‘‰DPRD Sidrap

Koordinasi ini diterima langsung oleh ketua DPRD dengan hasil diskusi sbb : a)akan mengkomunikasikan ke Bupati terkait penghibahan gedung kantor BNK dalam rangka pelembagaan BNNK, b)akan mendorong penganggaran terkait dengan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba serta penganggaran layanan rehabilitasi, c)serta akan memberikan informasi terkait dengan jaringan bandar narkoba di Kab Sidrap.

Peer Group 3 Layanan Pascarehab Reguler Tahap 1

Makasar, 6-2-2018, Seksi Pascarehab menyelenggarakan Peer Group 3 Layanan Pascarehabilitasi Reguler Tahap I BNNP Sulsel bertempat di kantor BNN PROVINSI SULAWESI SELATAN.
๐Ÿ‘‰ sasaran : Klien Pascarehabilitasi BNNP Sulsel yang telah mengikuti program Rehabilitasi, sebanyak 17 orang.
๐Ÿ‘‰ Narasumber : Kepala Badan Narkotika Nasional Prov Sulsel.

๐Ÿ‘‰ Peer group 3 dengan pokok bahasan *relapse prevention (pencegah kekambuhan) dengan uraian sbb :
– Dasar Adiksi
– taubat nasuha
– SWOT Analisis

Didalam peer group ini klien lebih terfokuskan untuk mengenal jati diri setiap individu masing-masing, terkait dengan bagai mana mengetahui tentang kekuatan, kelemahan, ancaman, dan kesempatan. Jika klien sudah mampu mengenal poin-poin tersebut, besar harapan untuk dapat mempertahankan pemulihannya dan taubat nasuha.

Kesimpulannya kunci keberhasilan untuk tetap memelihara kepulihan nya yaitu taubat nasuha.