Case conference klien TAT 8-11-2017

Makassar (8-11-2017), Tim Asesmen Terpadu Sulsel melakukan asesmen hukum dan medis kepada 4 tersangka usulan POLDA dan satu tersangka usulan Polres Wajo. Kegiatan tersebut dilaksakan di sekretariat TAT SULSEL.

Kemudian dilanjutkan dengan Case Conference yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sulsel selaku Ketua TAT Prov. Sulsel dengan hasil bahwa 4 (empat) tersangka direkomendasikan rehabilitasi di BNN Baddoka dan 1 (satu) tersangka direkomdasikan direhabilitasi di RS Bhayangkara.
#Selamatkan anak bangsa dari penyalah gunaan narkoba

Iklan

Asistensi persiapan layanan pojok konseling adiksi di BKKM Makassar

Makassar (8-11-2017), Bidang Rehab Bnnp Sulsel melaksanakan Asistensi Penerapan Pojok Konseling Adiksi Pada Balai Kesehatan Kerja Makassar. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan  antara Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel  (Sudarianto, SKM.M Kes) beserta Staf Seksi PLR  yang diterima langsung oleh Kepala Balai Kesehatan Kerja Makassar (BKKM), drg. Rosmiati Mantang,M.Kes didampingi oleh Kasi Layanan Medis, Muh.Nur Syawal,SKM.M.Kes.

Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk melakukan Asistensi melalui Bimbingan Teknis Screening  ASSIST bagi petugas yang akan melaksanakan layanan.

Kemudian dilakukan Bimtek Screening ASSIST yang diikuti oleh 8 ( delapan) orang, selanjutnya petugas  melakukan Role Play screening dengan menggunakan form ASSIST. Rencana Tindak Lanjut  Kegiatan ini petugas tersebut akan diberikan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Asesmen dan Konseling Adiksi.

Peer 3 Layanan Pascarehab di RS Bhayangkara Makassar

Makassar, 8-11-2017 Bnn Prov Sulsel bersama RS Bhayangkara menyelenggarakan Layanan Pasca rehabilitasi Peer Group III bertempat di RS Bhayangkara Makassar dengan sasaran yaitu klien pasca rehabilitasi RS Bhayangkara dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 18 orang dengan Narasumber : dr. Ham F. Susanto, Sp.Kj 

Materi yang disampaikan yaitu:                     1)Narasumber dan peserta berdiskusi mengenai managemen kasus riwayat penyalahgunaan pada masing-masing peserta.                                             2)Narasumber mengarahkan peserta agar mampu memberikan penilaian/membandingkan  kehidupan dan respon lingkungan sosial dimasa lalu dengan dimasa sekarang.                            3)Narasumber mengarahkan peserta agar membuat jurnal harian/ jadwal kegiatan positif setiap hari guna dalam mempertahankan pemulihan dan ada beberapa peserta yg telah membuat jurnal tersebut dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut membuat kehidupan peserta lebih teratur dan produktif.                               4)Narasumber mengarahkan peserta agar mampu mengetahui trigger masing-masing peserta serta strategi dalam mengalihkan trigger tersebut.      5)Beberapa peserta menerapkan strategi meninggalkan dan manjauhi lingkungan pergaulan yang rawan akan penyalahguna narkotika. 6)Dalam sesi diskusi, peserta berpendapat jika sosial support dari keluar sangatlah berperan penting dalam proses mempertahankan pemulihan.                        7)Narasumber mengarahkan peserta memiliki orientasi kedepan. Beberapa peserta memiliki orientasi kedepan melanjutkan pekerjaannya sebagai PNS, karyawan swasta, serta beberapa peserta blm memiliki rencana kedepan karena belum mengetahui potensi dalam dirinya.  Layanan pascarehabilitasi ini diharapkan membantu klien membangun hubungan dan komunikasi positif dgn orang lain di sekitar mereka. Diharapkan klien pascarehabilitasi seluruhnya pulih, produktif, dan berfungsi sosial.

Launching “Pojok Konseling Adiksi” di Kab. Soppeng

Soppeng, Kamis, 2 November 2017 pukul 16.00 di Gedung Pertemuan Pemda Kab Soppeng.👉Diawali dengan Orientasi dan bimbingan teknis layanan rehabilitasi pada Pojok Konseling Adiksi pada dokter Puskesmas, petugas penyakit tdk menular, bidan desa dan kader posbindu yg dilaksanakan pada tanggal 31 November sampai 1 November 2017.

– ‎ Tujuan dari pada Pojok Konseling Adiksi yaitu melakukan penjaringan penyalah guna narkoba pada garda terdepan institusi pelayanan kesehatan dengan metode skrining yg menggunakan form ASSIST. Garda yg di maksud yaitu Posbindu, Pos Kesehatan Desa, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. 

– ‎Sehingga pada hari Kamis, 2 November 2017, oleh Ka Bnnp Sulsel didampingi oleh Wakil Bupati Soppeng serta Forum Kumunikasi Pemda Soppeng melaunching “Pojok Konseling Adiksi”  ditandai dengan penyerahan papan Pojok Konseling Adiksi kepada tujuh Puskesmas yg telah mengikuti orientasi dan Bimbingan teknis.

 ‎#Harapannya, pada garda terdepan ini dilakukan skrining pada sasaran, jika menemukan risiko tinggi, maka dilanjutkan assemen, kemudian diintervensi dengan konseling adiksi selama delapan minggu# tetapi jika hasil asesmennya menunjukkan harus mengikuti rawat inap, maka petugas harus merujuk klien ke lembaga rehabilitasi di Kota Makassar.

#selamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba

Terobosan Aksessibilitas Layanan Rehabilitasi Penyalah Guna Narkoba di Soppeng

Soppeng (1-11-2017), Kepala Dinas Kesehatan Kab. Soppeng membuka kegiatan Orientasi Aksessibilitas Layanan Rehabilitasi Melalui Pojok Konseling Adiksi dengan harapan para petugas kesehatan yg berada di garda terdepan (yaitu Poskesdes dan Puskesmas) dapat melakukan penjaringan penyalah guna narkoba melalui proses skrining ASSIST.

Dilanjutkan dengan materi Manajemen Layanan Rehabilitasi Pojok Konseling Adiksi, kemudian materi Skrining ASSIST (oleh Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel) dilanjutkan dengan praktek skrining (oleh saudara Made dan dr. Dian), materi Asesmen dan prakteknya (oleh dr. Dian), serta materi konseling dan prakteknya (oleh Made Raditya).

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama antara Dinas Kesehatan Prov Sulsel/ Kab. Soppeng dengan Bnnp Sulsel dengan harapan dapat meningkatkan akses layanan rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi di Poskesdes dan Puskesmas. Kab Soppeng merupakan kabupaten ke tiga di Sulsel yang menguji coba penjaringan klien melalui Pojok.Konseling Adiksi

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 orang yang terdiri dari petugas Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Kab.Soppeng petugas PTM Puskesmas, dokter Puskesmas, bidan desa.dan kader.

Hasil Kegiatan:

1)Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan terutama pada saat prakteknya; 2)Pokja Pojok Konseling Adiksi akan segera melaksanakan skrining melalui tools ASSIST di Pojok Konseling Adiksi, jika menemukan resiko rendah dan sedang cukup diberi umpan balik, KIE  dan intervensi singkat, tetapi jika menemukan resiko tinggi maka harus ditindak lanjuti dengan asesmen pada Poskesdes atau dirujuk ke Puskesmas untuk diasesmen dan dilanjutkan dengan konseling pada Puskesmas atau cukup di  Pojok Konseling Adiksi Desa.

Penandatanganan Kontrak Pemberian Bantuan CSR Pertamina untuk Klien Pascarehabilitasi

Makassar 26-10-2017, Penandatanganan kontrak oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel dengan Wakil Area Manager CSR PT. Pertamina perihal pemberian dukungan bantuan 2 (dua)  unit kendaraan motor roda tiga Viar niaga beserta branding dan kelengkapannya (Motor Viar Box) yang akan digunakan dalam rangka menunjang kegiatan program pasca rehabilitasi BNNP Sulsel sebagai warkop keliling yang akan dijalankan oleh klien pascarehabilitasi, tetapi tetap dibawah pengawasan Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel.

Pencanangan Bank Mandiri Bekerja Bersama Tanpa Narkoba

Makasaar (25-10-2017), Kabid Rehabilitasi Mewakili Kepala Bnnp Sulsel untuk menyaksikan bersama video conference “Pencanangan Bank Mandiri Bekerja Bersama Tanpa Narkoba”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 25-10-2017 jam 10.00 -12.30 di Ruang Rapat Bank Mandiri Region X Sulawesi dan Maluku Lt. 4 Jl. RA. Kartini No. 19 Makassar.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan Bank Mandiri lingkup Kota Makassar. Uraian singkat tindak lanjut setelah bersama menyaksikan video conference “Pencanangan Bank Mandiri Bekerja Bersama Tanpa Narkoba” seperti berikut :

Regional Operational Head Bank Mandiri Regional X (Tonggo Marbun) memberikan arahan singkat, kemudian mempersilahkan perwakilan Bnnp Sulsel (Kabid Rehabilitasi) memberikan penjelasan terkait video conference yg telah disaksikan bersama.

Kabid Rehabilitasi menjelaskan fungsi BNN yg ada di wilayah, yaitu :

1. Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, mempunyai fungsi untuk (a)mencipatakan masyarakat imun sehingga tdk mencoba narkoba; (b)menggerakkan institusi pemerintah, swasta dan seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta melaksanakan P4GN.

2. ‎Pemberantasan, fungsinya untuk memutuskan jaringan peredaran narkoba

3. ‎Rehabilitasi, fungsinya untuk memperbaiki prilaku penyalah guna narkoba shg pulih, dpt mempertahankan kepulihan, berfungsi sosial dan produktif.
Kesepakatan antara Bnn dengan Bank Mandiri, antara lain kampanye videotron, running text, dan pesan anti narkoba pada mesin ATM. Terkait ini, Para pimpinan Bank Mandi di Makassar akan menunggu arahan dari Bank Mandiri Pusat. Tetapi kalau standing banner, waktu dekat bisa disediakan dengan syarat konten nya dikonsep oleh Bnnp. Termasuk untuk deteksi dini bagi karyawan serta seluruh keluarga akan dibicarakan lebih lanjut.

Kuliah Umum Manajemen Layanan Rehabilitasi Penyalah guna Narkoba pada Poltekes Makassar

Makassar (24-10-2017, Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel memberikan Kuliah Umum mahasiswa Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan di Auditorium D IV Jurusan Kesehatan Lingkungan Jl. Wijaya Kusuma V Makassar.
Narasumber pada kegiatan ini, yaitu a)Prof. Dr. Riri Yudhastuti, drh, M.Sc (dosen FKM Unair Surabaya dengan materi : Issue Terkini Bidang Kesehatan Lingkungan jam 09.00 – 12.00); ‎b) Sudarianto, SKM, M.Kes (Manajemen Layanan Rehabilitasi Penyalah guna Narkoba pada Institusi Kesehatan jam 13.00 – 15.00).

Baca lebih lanjut

Penyalah guna narkoba dijamin rehabilitasi, dan pecandu wajib direhabilitasi

Dalam menangani kejahatan narkotika pemerintah membuat UU no 35 tahun 2009 dimana salah satu  tujuannya menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan rehab sosial bagi penyalah guna dan pecandu (pasal 4 d) dan membagi kejahatan narkotika menjadi 2 jenis   yaitu penyahgunaan dan peredaran gelap, program nya yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika yg dikenal dgn P4GN .
Baca lebih lanjut

Peer group pembinaan lanjut klien pascarehabilitasi Bnnp Sulsel

Makassar (10-8-2017), Bidang Rehabilitasi Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan group therapy II tahap 1 di Kantor BNNP Sulsel. Narasumber pada kegiatan ini adalah Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel Sudarianto, SKM., M. Kes. Kegiatan ini dibiayai oleh DIPA BNNP Sulsel dengan tujuan agar klien dapat menjaga serta mempertahankan kepulihan Klien. 

Kegiatan ini dihadiri oleh 22 peserta dari berbagai lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah maupun Komponen Masyarakat yang bermitra dengan BNNP Sulsel. Materi pada Kegiatan ini bertemakan “Pencegahan Kekambuhan serta cara menanganinya”. Isi materinya adalah:

1. Faktor-faktor yang memicu munculnya sugesti.

2. Langkah-langkah yang ditempuh ketika sugesti muncul.

3. Klien dibagi berkelompok menurut zat penggunaan yang di pakai. 

4. Klien membentuk sebuah kelompok bantu diri, yang diharapkan dapat saling membantu sesama teman kelompoknya ketika sugesti muncul. 

Setelah materi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi serta pengisian WHOQOL.
Rekomendasi kegiatan ini antara lain:
1) setiap klien harus mampu saling membantu untuk mempertahankan kepulihan dirinya maupun teman kelompok bantu dirinya; 2) klien diharapkan mampu menjaga motivasi diri dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Workshop Pojok Konseling Adiksi Desa di Kab Enrekang

Enrekang-Sulsel 08 s/d 09 Agustus 2017, Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel melaksanakan kegiatan Workshop Pojok Konseling Adiksi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017 di Kabupaten Enrekang yang dihadiri sebanyak 30 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Penanggung jawab program Napza dan bidan desa yg ada di Kabupaten Enrekang.

Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kab. Enrekang (dr. Marwan Ahmad Ganoko, Sp,PK), Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Sudarianto, SKM, M. Kes), Plh. Kasi PLR Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Nurdiana F. Nahdalipa, SKM), Kasubbag Perencanaan BNNP Sulsel (Husnaeni Husain, SKM,M.Kes); Nurul Qalbi, SKM, dan Made Raditya, AMd Kep
Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan adalah: 1)Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba berbasis Masyarakat; 2)Manajemen pemulihan penyalah guna narkoba; 3)Skrining dengan menggunakan form ASSIST + Role play; 4)Intervensi singkat/brief intervention dan konseling dasar + role play; 5)Asesmen bagi petugas Puskesmas + role play

Hasil Kegiatan:
1) Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Enrekang; 2)Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan workshop; 3)Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas yg hadir akan segera menindak lanjuti pelaksanaan kegiatan tersebut dengan membuka Pojok Konseling Adiksi di 14 titik di Kab. Enrekang; 4)Pokja Pojok Konseling Adiksi dan Bidan Desa akan segera melaksanakan skrining melalui tools ASSIST di Pojok Konseling Adiksi, jika menemukan resiko rendah dan sedang cukup diberi umpan balik, KIE  dan intervensi singkat, tetapi jika menemukan resiko tinggi maka harus merujuk ke Puskesmas/RS/BNNP/Lembaga rehab swasta; 5)BNNP telah meyerahkan papan Pojok Konseling Adiksi ke masing2 tempat layanan yang akan melaksanakan layanan skrining.

#dekatkan layanan rehab ke masyarakat#

Rencana Layanan Pascarehab Reguler di RS Bhayangkara Makassar

Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan kegiatan koordinasi layanan pascarehabilitasi regular di RS. Bhayangkara pada tanggal 07 Agustus 2017.

Kegiatan yg dilakukan :

1. Melakukan koordinasi terkait layanan pascarehabilitasi yang akan dilaksanakan di RS Bhayangkara. 

2. Menjelaskan mengenai teknis layanan pascarehabilitasi yang akan dilaksanakan di RS Bhayangkara. 

3. Mengkoordinasikan rencana waktu pelaksanaan layanan pascarehabilitasi. Hasil :

1. Pada dasarnya RS bhayangkara siap dalam melaksanakan layanan pascarehabilitasi, tetapi masih terkendala dalam masalah klien, karena klien yg datang ke RS Bhayangkara pada dasarnya datang bukan dengan kondisi gangguan penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan narkoba bisa terdeteksi dengan mengidentifikasi gejala yg ada. 

2. Klien yang datang kontrol ke RS Bhayangkara hanya datang sebulan sekali bahkan beberapa klien sudah tidak datang lagi untuk kontrol. 

3. Jumlah klien yang tercatat dengan gejala penyalahgunaan narkoba sejumlah 20 orang. Tetapi dari 20 orang klien tersebut, beberapa klien sudah tidak pernah datang lagi untuk kontrol ke RS Bhayangkara. Yang masih rutin datang untuk kontrol tidak lebih dari 10 orang. 

4. Dr. Ham meminta waktu kurang lebih 1 Bulan untuk memotivasi klien yang datang kontrol dengan penyalahgunaan narkoba untuk bersedia mengikuti layanan pascarehabilitasi yang akan dilaksanakan. G

5. Dr. Ham mengatakan apabila nanti beliau bisa memastikan kurang lebih 75% dari jumlah kuota layanan (15orang),beliau siap untuk melaksanakan layanan pascarehabilitasi di RS Bhayangkara. Dan apabila ternyata klien yang bersedia mengikuti layanan pascarehabilitasi kurang dari 15 orang beliau akan mereveral klien untuk mengikuti layanan pascarehabilitasi regular di BNNP Sulsel. 

=cegah kambuh, berfungsi sosial dan produktif

Workshop Aksessibilitas Layanan Rehabilitasi di Kab Bone

Watampone – Sulsel, pada hari Senin, 07 Agustus 2017 pukul 08.00 s.d 16.00 WITA, Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel telah melakukan kegiatan Workshop Pojok Konseling Adiksi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017 di Kabupaten Bone yang di hadiri sebanyak 25 peserta yang terdiiri dari Forum Kabupaten Bone Sehat (FKBS) dan perwakilan dari beberapa desa/kecamatan yg ada di Kabupaten Bone.

Tujuan program ini yaitu untuk mendekatkan layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba ke masyarakat.

Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Sudarianto, SKM, M. Kes), Plh. Kepala Seksi PLR Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Nurdiana F. Nahdalipa, SKM) dan Kassubag Perencanaan (Hj. Husnaeni Husain, SKM,M.Kes)
Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan adalah: 1)Manajemen pemulihan penyalah guna narkoba; 2)Skrining dengan menggunakan form ASSIST + role play); 3)Intervensi singkat/brief intervention

Hasilnya :
1)Peserta sangat antusias mengikuti workshop; 2)Forum Kab dan Kec. Sehat akan segera menindak lanjuti pelaksanaan layanan di Pojok Konseling Adiksi Desa; 3)Para ketua Pokja Pos Desa Sehat akan segera melaksanakan skrining melalui tools ASSIST di Pojok Konseling Adiksi Desa, jika menemukan resiko rendah dan sedang cukup diberi umpan balik, KIE, dan intervensi singkat, tetapi jika menemukan resiko tinggi maka harus merujuk ke Puskesmas/ RS/BNNK/Lembaga rehab swasta; 4)BNNP telah meyerahkan papan pojok konseling adiksi ke Pokja Pos Desa Sehat; 5)para guru BP yang hadir juga akan menjalankan Pojok Konseling Adiksi di Sekolah dengan mekanisme yang hampir sama dengan Pojok Konseling Adiksi Desa.

#dekatkan layanan rehab ke masyarakat.

Bimtek Persiapan Pelaksanaan Workshop Layanan Pojok Konseling Adiksi Desa


Makassar (3-8-2017), Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis persiapan Pojok Konseling Adiksi Desa (non DIPA) dengan narasumber antara lain Direktur PLRIP (Dra. Riza Sarasvita, Psi, PhD, Kombes Sri Badriati, M.Si, Yanuar, S.Ag, M.Si) yang diikuti oleh seluruh personil Bidang Rehabilitasi, tim Rehab yang ada di Bagian Umum dan Bidang P2M. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bnnp Sulsel.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mempersiapkan workshop Aksesibitas Layanan Rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi Desa (PokoAD).

Direktur PLRIP dalam bimbingannya, memberikan penjelasan kerangka konsep rencana layanan pada pojok konseling adiksi desa, bimbingan skrining melalui ASSIST, kemudian mengarahkan serta mengedit secara bersama materi yang akan diberikan pada workshop pojok konseling adiksi desa nanti. Beberapa materi yg diedit antara lain 1)Manajemen pemulihan (yg berisi pengetahuan dasar narkoba, mekanisme rehabilitasi, mekanisme layanan Pojok Konseling Adiksi Desa); 2)skrining melalui ASSIST + role play; 3)intervensi singkat plus konseling dasar + role play.

PokoAD merupakan bentuk Outreach drop in centre dalam upaya mendekatkan layanan rehabilitasi ke masyarakat,  bekerjasama dengan Forum Kabupaten Sehat melalui pembinaan kader Pos Desa Sehat yang akan melaksanakan skrining, jika hasilnya resiko rendah-sedang, cukup intervensi singkat, tetapi jika hasilnya resiko tinggi, maka dirujuk ke Puskesmas/ RS/Bnnk/Bnnp.

#selamatkan pengguna narkoba

#pulih

Penelusuran Aset Deputi Rehab di Institusi Terkait


Makassar (2-8-2017), Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel mendampingi Tim Tindak Lanjut Penelusuran Aset Tetap Bidang Rehabilitasi BNN RI mengunjungi 1)RSKD Prov. Sulsel, 2)Puskesmas Tamalate, 3)Puskesmas Mamajang

Kegiatan ini dilaksnakan oleh Kabid Rehabilitasi, Kasubbag Perencanaan, dan beberapa staff Bidang Rehabilitasi.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan BPK terkait Barang milik negara Deputi Bidang Rehabilitasi yang telah diserahkan pada tahun 2005-2007 untuk selanjutnya dilaksanakan proses hibah dan pemusnahan.

Penandatanganan berkas hibah dapat diselesaikan walaupun sempat terkendala karena aset yang akan dihibahkan sdh banyak yg rusak dan pejabat yg menerima sudah beberapa kali berganti.

Bidang Rehabilitasi juga memberikan penguatan berupa dorongan bagi Puskesmas Tamalate dan Puskesmas Mamajang utk bermitra dengan BNNP Sulsel dlm upaya rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna Narkoba.