Gorilla sudah mulai masuk di sekolah

​Pada tanggal 19-1-2017, tiga siswa SMA (..) inisial Fd, Ad dkk umur 15 & 16 th, masih berpakaian seragam yg diantar oleh guru dan orang tuanya ke Klinik Adi Pradana Bnnp Sulsel, tetapi hari itu asesor belum maksimal meng asesmen karena klien masih dalam keadaan mabuk bahkan muntah2 di mobil gurunya.

Karena klien masih dalam kondisi mabuk, maka disarankan pulang dan dibawa keesokan harinya. Pada hari Jumat, 20-1-2017 mereka bertiga diasesmen, mengakunya menghisap rokok dari tembakau gorilla. Rokok tersebut diberikan oleh temannya, namun tidak sekelas, tetapi masih ketakutan menyebut nama. 

Efek bagi orang yang baru coba mengisap tembakau ini yang sudah dilinting seperti rokok, seseorang merasa akan seperti ditimpa oleh seekor gorila besar. Efeknya orang tersebut seperti tidak bisa bergerak dan menimbulkan halusinasi. Orang yang baru coba-coba ngegors (istilah untuk mengisap tembakau gorila) biasanya akan panik karena tubuhnya jadi berat sedangkan pecandu yang sudah terbiasa akan muncul perasaan bahagia, rileks dan bahkan suka ketawa-ketawa sendiri. 

Oleh karena itu disampaikan kepada guru dan orang tua harus lebih mengawasi anaknya karena jenis narkoba gorilla ini sudah mulai menyebar ke sekolah. Begitu menemukan efek pada siswa, keluarga semacam ditindih gorilla, segera konseling ke Bnnp, Bnnk, dan Rumah Sakit sebelum menjadi kecanduan.

Gorilla, termasuk narkotika Golongan I

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memasukkan tembakau Gorilla dan 27 zat baru dalam kategori narkotik lewat Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Kini, pengguna Gorilla dapat dikenai pidana sesuai dengan UU Narkotika 35/2009.

Tembakau Gorilla masuk golongan narkotik nomor 1. Sesuai dengan peraturan, penyalahgunaan narkotik golongan tersebut akan dikenai sanksi. 

“Permenkes No 2/ 2017 adalah menekankan yang termasuk Gorilla, jenis narkotik baru masuk dalam golongan 1, di mana di dalam UU itu dikatakan narkotika dalam golongan 1 hanya dapat digunakan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan atau teknologi, maka otomatis dia akan kena sanksi. Permenkes No 2/ 2017 sudah mulai diberlakukan sejak Senin (9/1/2017). 

Penambahan jenis narkotik ini telah melewati beberapa kali kajian. Kemenkes pun telah membahasnya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kementerian Hukum dan HAM, dan diundangkan pada Senin, 9 Januari 2017, dalam berita Negara RI Tahun 2017 No 52 oleh Kemenkum HAM

Raker Rehabilitasi Bnnp/k Wilayah Sulsel

Pada tanggal 19-1-2017, seksi  PLR Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan Rapat Kerja Layanan Rehabilitasi Bnnp/ Bnnk. Kegiatan tersebut mengikutkan seluruh Kasi lingkup Bnnp/ Bnnk, Kepala Bnnk, dari perencanaan lingkup Bnnp. 

Tujuan kegiatan ini yaitu untuk membahas masalah dan solusi kegiatan serta mensinergikan kegiatan provinsi dan kabupaten.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan, narasumber yaitu Kepala Bnnp dan Kabid Rehabilitasi, dengan dasar hasil persentase hasil kegiatan 2016 dan rencana kerja 2017 dari seluruh Kasi lingkup Bnnp/k yg kemudian dibahas oleh narasumber.

Beberapa hasil kegiatan tersebut, yaitu Bnnp menurunkan paket kegiatan yg merupakan target provinsi untuk dilaksanakan oleh Bnnk, jika target Bnnk tercapai dan dana habis maka dapat mengklaim biaya ke provinsi.

CSR Pertamina menfasilitasi klien pascarehabilitasi mengolah sampah menjadi hiasan

Sejak 2016, kerjasama Bnnp dengan CSR Pertamina mendatangkan instruktur untuk melatih klien pascarehabilitasi penyalah guna narkoba di Sulawesi Selatan untuk mengolah sampah menjadi hiasan rumah. Berbagai sampah yang diolah, antara lain (1)koran bekas diolah menjadi menara, rumah adat toraja, bingkai foto, tempat tisu; (2)karung goni bekas diubah menjadi pot bunga, lampu dinding; (3) botol bekas menjadi lampu hias, sendok bekas menjadi lampu hias, botol aqua menjadi kembang dll

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada layanan pascarehabilitasi Bnnp, layanan Rumah Damping Tri Asa, di Lapas Pare, Lapas Watampone, dan Lapas Sunggiminasa.

Beberapa karyanya, seperti berikut :

Asistensi Tim Khusus BNN RI ke Panti Rehabilitasi Doulos Makassar

Pada tanggal 17-1-2017, tim khusus yg dibentuk oleh Ka BNN untuk melakukan asistensi ke lembaga rehabilitasi komponen masyarakat, salah satunya yaitu Panti Rehabilitasi Doulos yg berlokasi di Jl. Arung Teko Makassar.

Panti ini berbasis religi agama kristen pada awalnya hanya menerima klien yg beragama kristen, tapi sejak tahun 2015 sudah menerima klien yg beragMa islam karena telah difasilitasi dua orang pekerja sosial yg beragama Islam dari Dinas Sosial.

Koordinasi Pengukuran Tanah Persiapan Rumah Kreatif

Pada tanggal 11-1-2017, Kabag Umun dan Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel berkoordinasi ke Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Prov Sulsel terkait dengan pengukuran tanah pemberian Pemerintah Prov Sulsel.

Pada kesempatan tersebut, tim Bnnp diterima oleh Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Tarkim Prov Sulsel.

Hasil koordinasi, pihak Dinas Tarkim yaitu masih akan konsultasikan ke Sekda Prov Sulsel terkait luas tanah yang diberikan tersebut. 

Tanah tersebut, rencana akan dibangunkan Rumah Kreatif oleh CSR Pertamina Sulawesi. Rumah tersebut akan digunakan sebagai workshop oleh klien pascarehabilitasi.

Kedai Kopi Manunggal, Mandiri Tanpa Narkoba

Sebagai wujud kemandirian klien pascarehabilitasi binaan Rumah Damping Triasa Sulsel kerjasama dengan Rumah Seduh Kopi Indonesia Jl. Barrang Caddi dibawah asuhan Saldy, membina lima klien pascarehabilitasi untuk mengelola Kedai Kopi yang berlokasi di Jl. Manunggal 22 Makassar.

Kedai ini, selain menyajikan kopi nikmat, juga kerjasama dengan ibu-ibu di sekitarnya untuk menitip nasi kuning dan aneka kue-kue dengan sistem bagi hasil.

Selain itu, kedai juga menjual materai untuk membantu kien baru yg melapor ke klinik untuk rehabilitasi, jadi keluarga klien tidak perlu jauh keluar cari materai.

Untuk pengembangan selanjutnya, semoga dapat difasilitasi oleh CSR Pertamina maupun dari Akumandiri.

Rapat kerja Bidang Rehab Bnnp Sulsel

Pada tanggal 9-1-2017,’Bidang Rehabiitasi melaksanakan rapat kerja bidang bersama seluruh personil Bidang Rehabilitasi di ruang rapat Bnnp Sulsel.

Pada kegiatan tersebut, Kasi lingkup Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel membahas per kegiatan, siapa sasarannya, bagaimana biayanya, kapan dilaksanakan, di mana dilaksanakan, siapa penanggung jawab nya, serta apa hasil yg diharapkan.

Seluruh personil mendapat tanggung jawab yang diberikan oleh Kasi masing-masing.

Semoga kegiatan tahun anggaran 2017 lebih sukses dibandong kegiatan tahun anggaran 2016.

Efek Tembakau Gorilla Mirip dengan Efek Ganja

Tembakau Gorilla, sekilas bentuknya tidak berbeda dengan tembakau jenis lainnya. Tembakau Super Cap Gorila atau biasa disebut Tembakau Kingkong ini hanyalah tembakau biasa jika tidak dicampur dengan synthetic cannabinoids (AB-CHMINACA) bersama bahan kimia apesiminika.

Synthetic cannabinoids atau biasa disebut marijuana sintetis/ ganja sintetis merupakan campuran jenis-jenis narkoba yang diimpor masuk ke Indonesia. Narkoba ini muncul sejak tahun 2007 dan terkenal dengan nama ekstasi herbal atau pun pensil hiperasin. Di luar negeri narkoba jenis ini dikenal dengan istilah Spice dan K2. 

Sebenarnya dalam dunia kedokteran, cannabinoids ini diperlukan untuk terapi memperlambat proses neurodegenerasi pada penyakit alzheimer. Selain itu juga berguna untuk pengobatan stres karena senyawa cannabinoids bekerja cepat setelah menembus blood barrier yaitu filter darah yang masuk ke otak. 

Disebut marijuana sintetis/ ganja sintetis karena zat ini mengandung tetrahydrocannabinol (THC) seperti tanaman marijuana/ ganja. Hanya saja sumbernya bukan dari ekstraksi marijuana/ ganja melainkan melaui proses kimia di laboratorium. 

Lantas apa kaitannya tembakau ini dengan gorila? Saat mengisap tembakau ini yang sudah dilinting seperti rokok, seseorang merasa akan seperti ditimpa oleh seekor gorila besar. Efeknya orang tersebut seperti tidak bisa bergerak dan menimbulkan halusinasi. Orang yang baru coba-coba ngegors (istilah untuk mengisap tembakau gorila) biasanya akan panik karena tubuhnya jadi berat sedangkan pecandu yang sudah terbiasa akan muncul perasaan bahagia, rileks dan bahkan suka ketawa-ketawa sendiri. 

Efek buruk yang dihasilkan marijuana sintetis/ ganja sintetik ini dapat mengancam nyawa manusia antara lain perasaan cemas yang sangat tinggi, detak jantung sangat cepat dan tekanan darah tinggi, mual dan muntah, kejang otot dan tremor, halusinasi intens dan gangguan psikotik, dan perasaan ingin bunuh diri dan atau melakukan tindakan yang berbahaya. 

Peredaran tembakau gorila ini lebih banyak melalui media sosial seperti instagram dan twitter. Aktivitas jual beli tembakau dilakukan melalui pesan singkat tanpa bertatap muka langsung.

Rapat sinergitas bersama LRKM Makassar, Maros dan Gowa

Pada tanggal 5-1-2017, Bidang Rehab Bnnp Sulsel menyelenggarakan rapat sinergitas bersama Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) di ruang rapat Bnnp Sulsel.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan membangun komitmen bersama dalam upaya penyelamatan pernyalah guna narkoba sebagai kegiatan kemanusiaan. Artinya, penyelamatannya  yang ikhlas didahulukan, tidak mendahulukan bisnisnya.

Kepala Bnnp Sulsel Brigjen Drs Agus B. Manalu, SH yg didampingi Kabid Rehabilitasi menyampaikan harapan kepada pengelola LRKM supaya melaksanakan layanan rehabilitasi dengan hati, sesuai koridor, tidak ada kekerasan, supaya klien dapat pulih, bertahan tidak kembali pakai serta kembali produktif di lingkungan masyarakat.

Dilanjutkan dengan fokus duskusi group yg dipanfu oleh Kabid Rehabilitasi dengan fokus gambaran layananan dengan ikhlas, tidak membebani klien, dapat menyelenggarakan rehabilitasi berkelanjutan. 

Hasil FGD, 75% lembaga yg siap melaksanakan layanan dengan menyelakati tarif seperti yg distandarkan ileh BNN, yaitu Rp.3.000.000 per orang per bulan.