Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Lembaga Rehab Komponen Masyarakat

Pada hari Jumat, 22 Juli 2017, Bnnp Sulsel melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi rehabilitasi dengan “Membangun komitmen menuju penerapan rehabilitasi berkesinambungan pada Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat.

Kegiatan ini merupakan non DIPA yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi berkesinambungan di Sulsel.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 15 orang dari 9 lembaga yg bermitra dengan Bnnp Sulsel. 

Yang menjadi pembicara pada kegiatan tersebut adalah Kabid Rehabilitasi tentang mekanisme rehabilitasi berkesinambungan, kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian ringkasan standar program rehabilitasi.

Setelah itu, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Beberapa rekomendasi dari kegiatan ini antara lain, 1)LRKM mensosialisasikan lembaganya; 2)LRKM bisa melakukan rawat jalan juga; 3)LRKM wajib mengedukasi klien untuk mengikuti program pascarehabilitasi; 4)jika klien tersebut berminat mengikuti RD, maka diantar oleh pengelola lembaga.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat Bnnp Sulsel dari pukul 10.00 – 11.30 WITA. 

Perkembangan pembangunan kantin kreatif pascarehabilitasi

Makassar (17-7-2017), dalam peran CSR Pertamina dalam penyelamatan generasi bangsa, salah satunya membangunkan kantin kreatif buat klien pascarehabilitasi.

Kondisi pembangunan kantin tersebut sampai dengan tanggal 17-7-2017, seperti yang tertera pada gambar.

Kantin tersebut dibangun di samping kantor Bnnp Sulsel, tetapi desainnya mengikuti gedung Bnnp, sehingga tampak dari depan tidak terpisahkan dengan tampak bangunan Bnnp Sulsel. Semoga kantin kreatif ini dapat meningkatkan produktifitas klien pascarehabilitasi di Sulawesi Selatan.

Pemberian Penghargaan dari BNNP Sulsel ke CSR Pertamina Area Sulawesi

Pemberian penghargaan dari BNNP Sulsel ke CSR Pertamina Area Sulawesi pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 13-7-2017 di Makassar atas perannya dalam upaya peningkatan produktifitas klien pascarehabilitasi penyalah guna narkoba di Sulawesi Selatan, antara lain : 1)pelatihan pengolahan limbah menjadi perhiasan berharga 6 tahap dilengkapi dengan peralatan dan bahan yg dihibahkan, termasuk klien yg di Bone dan Parepare; 2)fasilitasi klien pascarehabilitasi untuk pameran kreatif pada HANI nasional di Jakarta pada tahun 2016; 3)fasilitasi klien pascarehabilitasi pada pameran pembangunan di Makassar; 4)dukungan dana pengembangan usaha catering milik klien pascarehabilitasi; 5)fasilitasi pelatihan sablon lengkap dengan alat dan bahan; 6)sekarang ini sedang berlangsung fasilitasi pembangunan kantin kreatif pascarehabilitasi dan akan dilengkapi dengan isinya.

Terima kasih CSR Pertamina, mari kita sama-sama menyelamatkan generasi bangsa.

Pemberian Penghargaan RSUD Sayang Rakyat Atas Perannya Merehabilitasi Penyalah Guna Narkoba

Makassar (13-7-2017), Kepala Bnnp Sulawesi Selatan memberikan penghargaan kepada Direktur RSUD Sayang Rakyat Makassar atas perannya melaksanakan layanan rehabilitasi rawat inap bagi penyalah guna narkoba pada sayu unit layanannya yang diberi nama “Mayang Asa”.

Sejak Agustus 2016, RSUD Sayang Rakyat telah merehabilitasi kurang lebih 60 klien penyalah guna narkoba yang menggunakan satu unit gedung dengan kapasitas maksimal 12 orang satu paket layanan. 

Karena keterbatasan tersebut, sehingga Gubernur Sulsel (Syahrul Yasin Limpo) mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung khusus layanan Napza. Rencana gedung tersebut belantai 7, namun pada TA 2017 ini Pemprov Sulsel baru menganggarkan untuk pembangunan tiga lantai.

Karena peran tersebut sehingga BNN yang diwakili oleh Bnnp Sulsel untuk memberikan penghargaan bertepatan dengan upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

Peer Group 1 pada Layanan Pascarehab Reguler Tahap 3 Bnnp Sulsel

Makassar 11-7-2017, Bnnp Sulsel menyelenggarakan layanan pascarehabilitasi reguler tahap 3 bagi klien pascarehabilitasi rawat jalan, yaitu Peer Group 1 dengan tema “Pencegahan Kekambuhan” dengan memanfaatkan kelompok bantu diri oleh Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel.

Layanan ini akan dilaksanakan sebanyak enam kali, ditambah dengan family support group satu kali (yang akan diikuti oleh orang tua / keluarga klien).

Peningkatan kompetensi “konselor adiksi” melalui kurikulum 4 & 7 

Makassar (3-7 Juli 2017), Bnnp Sulsel menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi konselor adiksi melalui kurikulum 4 & 7 yang diselenggarakan selama 5 hari pada tanggal 3-7 Juli 2017 di hotel Sutomo Jl. Dr. Sutomo No. 35 Makassar. 

Berdasarkan permasalahan di wilayah Sulsel, yaitu masih rendahnya keterampilan konseling bagi petugas yang menyebab kan masih tingginya angka drop out kunjungan konseling, kelambatan progress perubahan prilaku, serta masih tingginya angka relapse setelah layanan rehabilitasi, serta beberapa kekeliruan2 yang dilakukan karena belum memperoleh pelatihan, sehingga perlu kegiatan ini. 

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan kualitas konselor dalam melaksanakan konseling penyalah guna narkoba untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada layanan. Sebagai solusinya, beberapa materi yang dijadwalkan dalam dalam bentuk paket kurikulum 4 & 7  seperti berikut :

1)hubungan yang saling membantu; 2)keterampilan konseling dasar; 3)tahapan dan strategis untuk mencapai perubahan; 4)kelompok psikoedukasi untuk kien & keluarga; 5)mengelola resiko bunuh diri; 6)penyebab krisis.

Peserta pada kegiatan ini yaitu dari personil Bnnp, Bnnk, RSU dan Puskesmas yang melaksanakan layanan rehabiiasi dengan syarat pernah mengikuti Peningkatan kompetensi konselor adiksi melalui kurikulum 1 & 2 sebelumnya.

Peran Serta CSR Pertamina Area Sulawesi untuk Meningkatkan Produktifitas Klien Pascarehabilitasi

Makassar (12-6-2017), kemitraan antara Bnnp Sulsel dengan CSR Pertamina berlangsung sejak tahun 2016. Kemitraan ini terjalin atas dasar MoU BNN RI dengan PT. Pertamina, ditindak lanjuti oleh Bnnp Sulsel dalam hal ini (Bidang Rehabilitasi) yang senantiasa berkomunikasi dengan Manager Area Sulawesi CSR Pertamina (Syarufuddin).

Sejak saat itu, berbagai peran CSR Pertamina Area Sulawesi dalam upaya peningkatan produktifitas klien pascarehabilitasi penyalah guna narkoba di Sulawesi Selatan, antara lain : 1)pelatihan pengolahan limbah menjadi perhiasan berharga 6 tahap dilengkapi dengan peralatan dan bahan yg dihibahkan, termasuk klien yg di Bone dan Parepare; 2)fasilitasi klien pascarehabilitasi untuk pameran kreatif pada HANI nasional di Jakarta pada tahun 2016; 3)fasilitasi klien pascarehabilitasi pada pameran pembangunan di Makassar; 4)dukungan dana pengembangan usaha catering milik klien pascarehabilitasi; 5)fasilitasi pelatihan sablon lengkap dengan alat dan bahan; 6)sekarang ini sedang berlangsung fasilitasi pembangunan kantin kreatif pascarehabilitasi dan akan dilengkapi dengan isinya; 7)kemudian yg masih pada tahap komunikasi yaitu fasilitasi market mobile berupa motor tiga roda dilengkapi dengan box serta isinya.

Pojok Konseling Narkoba akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proyek perubahan “kampung emas bersih narkoba” di Kab Enrekang

Enrekang (8-6-2017), Kepala Dinas Kesehatan Kab. Enrekang dr. Marwan Ahmad, Sp.PK  mengikuti Diklat PIM II dengan proyek perubahan berjudul “Kampung Emas Bersih Narkoba menuju Kab Enrekang Bersih Narkoba. Persentase dr. Marwan Ahmad, Sp.PK tentang proyek perubahannya di depan seluruh SKPD  Enrekang, dan beberapa Kepala Puskesmas, Camat dan Kepala Desa di ruang Pola Kantor Bupati Enrekang. Harapan dr Marwan Ahmad, Sp. PK akan menggerakkan peran serta seluruh sektor yang terkait dengan fokus meningkatkan pengetahuan bahaya narkoba ke masyarakat, semua Puskesmas memiliki ruang konseling narkoba (12 Puskesmas), serta seluruh desa memiliki pojok konseling narkoba yg berposko di Pondok Bidan Desa (210 desa).

Sambutan Bupati Enrekang terhadap proyek perubahan ini bahwa program ini perlu Perda narkoba, dan dituangkan dalam RPJMD, termasuk poliklinik konseling narkoba di Puskesmas atau di Poskesdes. Pada kesempatan tersebut, nenunjuk Bappeda untuk menganggarkan penyusunan Perda yang dimaksud.

Selanjutnya, sambutan Kepala Bnnp Sulsel mengatakan bahwa ide proyek perubahan ini merupakan pemikiran cemerlang dengan melihat permasalahan penyalahgunaan narkoba yg merupakan masalah kesehatan berdasarkan hasil penelitian Bnn kerjasama dengan UI, yaitu diproyeksikan sekitar 132.000 orang penyalah guna narkoba di Sulsel pada tahun 2017.  Beliau menyampaikan bahwa perlu komitmen kuat dari Pemda Enrekang serta seluruh perangkatnya untuk mendukung implementasi proyek perubahan ini. Tiga fungsi utama yg harus dijalankan untuk memutuskan peredaran gelap narkoba, yaitu (1)mencegah masyarakat yg belum terjerumus untuk mencoba pakai, (2)merehabilitasi orang yang sudah terlanjur pakai narkoba, (3)dan penyelidikan, penyidikan, pengejaran dan penyitaan aset jaringan bandar narkoba.

Tiga pilar yg harus digerakkan di desa untuk mencegah coba pakai narkoba yaitu gerakkan komitmen pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kemudian dorong puskesmas dan bidan desa untuk dapat melaksakan konseling, serta gerakkan Binmas pada Polsek dan Babinsa pada Koramil untuk melakukan patroli massif.

Kepala Bnnp Sulsel memerintahkan Bidang P2M dan Bidang Rehabilitasi bersinergi untuk mendukung program ini. 

Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel akan mendukung program ini sesuai fungsinya, yaitu meningkatkan kompetensi petugas puskesmas dan Bidan Desa untuk dapat melaksanakan asesmen dasar dan konseling dasar pada “Pojok Konseling Narkoba” bagi klien pengguna narkoba secara kekeluargaan. Metode ini akan memudahkan aksessibiltas layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba.

Proyek perubahan tersebut dilaunching ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Bnnp Sulsel (Brigjen Pol Drs. Andi Takdir Tiro, SE) yang didampingi oleh Bupati Enrekang serta Forkopimda Kab Enrekang. 

Peningkatan kompetensi tentang strategi rehabilitasi bagi pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkoba yang terlibat proses hukum

Makassar (22-24 Mei 2017), Bnnp Sulsel kerjasama dengan UNODC menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi tentang strategi rehabilitasi bagi pecandu, penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkoba yang terlibat proses hukum. Tujuan kegiatan tersebut yaitu untuk neningkatkan kompetensi penyidik polisi di Kota Makassar, Kab Gowa, dan Kab. Maros terkait dengan penyalah guna narkoba yang terkait dengan hukum.

Harapan nya adalah, para penyidik dapat meminta rekomendasi ke tim asesmen terpadu jika melakukan penangkapan yg barang buktinya di SEMA, supaya memudahkan penyidik mengambil keputusan. Jika memiliki barang bukti tetapi diawah SEMA, dan tidak terindikasi jaringan peredaran narkoba, dan tim kesehatan menyatakan perlunya direhabilitasi, maka penyidik dapat menitipkannya ke lembaga rehabilitasi sambil menunggu proses hukumnya.

Sebanyak 182 orang yang direhabilitasi melalui BNNP Sulsel untuk Periode Jan – 18 Mei 2017

Berdasarkan laporan Bidang Rehabilitasi Bnn Wilayah Sulsel per tanggal 18 Mei 2017 melalui laporan mingguan yang rutin dikirim ke Deputi Rehabilitasi Bnn RI setiap hari Kamis, Bnn wilayah Sulsel telah nerujuk sebanyak 182 pengguna untuk direhabilitasi, yg terdiri dari 110 rawat inap dan 172 rawat jalan.
Dari jumlah itu, sebanyak 111 orang kategori voluntary (melaporkan diri) dan 71 orang kategori compulsary (berkasus hukum).
Berdasarkan tempat tempat rehabilitasinya, yaitu rawat inap sebanyak 40 orang dirujuk ke Balai Rehabilitasi Baddoka, 7 orang dirujuk RSKD Dadi Sulsel, 11 orang dirujuk RSUD Sayang Rakyat, 11 orang yang berkasus hukum dititip rehabilitasi ke Lapas, 1 orang dirujuk ke LPAB, 10 orang dirujuk ke LPAIC, 11 orang dirujuk ke LASM, 9 orang dirujuk ke LERSI, 8 orang dirujuk ke Yayasan Mitra Husada, 2 orang dirujuk ke Rumah Rehab Batuleleng. Sedangkan rehabilitasi Rawat Jalan (RJ) sebanyak 113 pada klinik Adi Pradana BNNP, 8 orang di Klinik BNNK Palopo, 25 orang di Klinik BNNK Tator, 26 di RSUD Tenriawaru Watampone, 1 orang di Puskesmas Pangkajene Sidrap, dan 2 orang di RSUD Barru.
Sedangkan klien berkasus hukum yang diasesmen melalui TAT sebanyak 71 orang, anatara lain melalui TAT Bnnp Sulsel (63 tsk), TAT BNNK Tator (0), TAT BNNK Palopo (7 tsk), dan TAT BNNK Bone (1 tsk).

BLK Makassar akan memagangkan klien pascarehabilitasi ke perusahaan selama satu bulan

Makassar (18-5-2017), Seksi Pasca rehabilitasi Bnnp Sulsel melakukan pemantauan perkembangan pelatihan klien Pascarehabilitasi ke BLK Makassar dengan hasil bahwa pelatihan Instalasi Listrik yg diberikan kepada klien Pasca rehabilitasi perkembangannya termasuk baik, disiplin, dan menunjukkan sikap dan semangat yg tinggi dalam mengikuti pelatihan. Pihak BLKI mengatakan klien pascarehabilitasi yg mengikuti pelatihan listrik ini memiliki sikap yg lebih disiplin daripda peserta dr umum lainnya.
Baca lebih lanjut

Sosialisasi Program Rehabilitasi dengan tema “Kemudahan Aksessibilitas Layanan Rehabilitasi”

Watampone (17-5-2017), Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel kerjasama dengan Seksi Rehabilitasi Bnnk Bone menyelenggarakan “Sosialisasi program Rehabilitasi” dengan tujuan mempermudah aksessibilitas layanan rehabilitasi ke masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 27 Camat, 7 Kepala Puskesmas, 3 Kepala Desa/ Lurah, Dinas Kesehatan, Badan Kesbang, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Forum Kab. Sehat.
Bupati Bone Dr. A. Fahsar Pajalangi, M.Si yang membuka kegiatan dengan beberapa penekanan khusus ke Camat dalam rangka menciptakan “Bone bersih Narkoba” yaitu 1)buat desa percontohan bersih narkoba; 2)buat spanduk di masjid yang bertema “Bersihkan hati dengan menjauhi narkoba”; 3)selipkan bahaya narkoba setiap camat berpidato; 4)buat pojok konseling narkoba pada desa percontohan.

Baca lebih lanjut

FGD Standarisasi Rehabilitasi LRKM Uji Coba

Makassar, (16-5-2017), Supervisor klinis dan program Standarisasi Rehabilitasi menyelenggarakan FGD dalam rangka memperoleh informasi permasalahan rehabilitasi dari stakeholder wilayah LRKM Ujicoba dan LRKM di luar ujicoba.
FGD tersebut dibuka  oleh Kepala Bnnp Sulsel dan diikuti dari unsur Bnnp, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polsek, Koramil, LRKM di luar ujicoba, serta supervisor klinis dan program.
Kepala Bnnp mengarahkan supaya seluruh LRKM yang bermitra dengan Bnnp/ k wilayah Sulsel dpt melaksakan layanan Rehabilitasi dengan mengikuti standar rehabilitasi yg telah ditetapkan oleh Deputi Rehabilitasi Bnn RI.

Pelaksanaan Diskusi :

Baca lebih lanjut

Rencana Percontohan Desa Bersih Narkoba

Makassar (12-5-2017), Kepala Bnnp Sulsel memimpin rapat dalam rangka menciptakan contoh desa bersih narkoba yang dialokasikan di Kab. Bone. Rencana Bnnk Bone akan menempatkan satu desa sebagai contoh desa bersih narkoba per kecamatan pada 27 kecamatan di Kab. Bone.
Untuk mensukseskan rencana tersebut, maka Bag Umum, P2M, Rehabilitasi, dan Pemberantasan lingkup  Bnnp dan Bnnk harus bersinergi dengan melibatkan seluruh sektor, dengan peran sebagai berikut :

Baca lebih lanjut