Peer group pembinaan lanjut klien pascarehabilitasi Bnnp Sulsel

Makassar (10-8-2017), Bidang Rehabilitasi Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan group therapy II tahap 1 di Kantor BNNP Sulsel. Narasumber pada kegiatan ini adalah Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel Sudarianto, SKM., M. Kes. Kegiatan ini dibiayai oleh DIPA BNNP Sulsel dengan tujuan agar klien dapat menjaga serta mempertahankan kepulihan Klien. 

Kegiatan ini dihadiri oleh 22 peserta dari berbagai lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah maupun Komponen Masyarakat yang bermitra dengan BNNP Sulsel. Materi pada Kegiatan ini bertemakan “Pencegahan Kekambuhan serta cara menanganinya”. Isi materinya adalah:

1. Faktor-faktor yang memicu munculnya sugesti.

2. Langkah-langkah yang ditempuh ketika sugesti muncul.

3. Klien dibagi berkelompok menurut zat penggunaan yang di pakai. 

4. Klien membentuk sebuah kelompok bantu diri, yang diharapkan dapat saling membantu sesama teman kelompoknya ketika sugesti muncul. 

Setelah materi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi serta pengisian WHOQOL.
Rekomendasi kegiatan ini antara lain:
1) setiap klien harus mampu saling membantu untuk mempertahankan kepulihan dirinya maupun teman kelompok bantu dirinya; 2) klien diharapkan mampu menjaga motivasi diri dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Iklan

Workshop Pojok Konseling Adiksi Desa di Kab Enrekang

Enrekang-Sulsel 08 s/d 09 Agustus 2017, Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel melaksanakan kegiatan Workshop Pojok Konseling Adiksi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017 di Kabupaten Enrekang yang dihadiri sebanyak 30 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Penanggung jawab program Napza dan bidan desa yg ada di Kabupaten Enrekang.

Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kab. Enrekang (dr. Marwan Ahmad Ganoko, Sp,PK), Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Sudarianto, SKM, M. Kes), Plh. Kasi PLR Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Nurdiana F. Nahdalipa, SKM), Kasubbag Perencanaan BNNP Sulsel (Husnaeni Husain, SKM,M.Kes); Nurul Qalbi, SKM, dan Made Raditya, AMd Kep
Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan adalah: 1)Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba berbasis Masyarakat; 2)Manajemen pemulihan penyalah guna narkoba; 3)Skrining dengan menggunakan form ASSIST + Role play; 4)Intervensi singkat/brief intervention dan konseling dasar + role play; 5)Asesmen bagi petugas Puskesmas + role play

Hasil Kegiatan:
1) Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Enrekang; 2)Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan workshop; 3)Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas yg hadir akan segera menindak lanjuti pelaksanaan kegiatan tersebut dengan membuka Pojok Konseling Adiksi di 14 titik di Kab. Enrekang; 4)Pokja Pojok Konseling Adiksi dan Bidan Desa akan segera melaksanakan skrining melalui tools ASSIST di Pojok Konseling Adiksi, jika menemukan resiko rendah dan sedang cukup diberi umpan balik, KIE  dan intervensi singkat, tetapi jika menemukan resiko tinggi maka harus merujuk ke Puskesmas/RS/BNNP/Lembaga rehab swasta; 5)BNNP telah meyerahkan papan Pojok Konseling Adiksi ke masing2 tempat layanan yang akan melaksanakan layanan skrining.

#dekatkan layanan rehab ke masyarakat#

Rencana Layanan Pascarehab Reguler di RS Bhayangkara Makassar

Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan kegiatan koordinasi layanan pascarehabilitasi regular di RS. Bhayangkara pada tanggal 07 Agustus 2017.

Kegiatan yg dilakukan :

1. Melakukan koordinasi terkait layanan pascarehabilitasi yang akan dilaksanakan di RS Bhayangkara. 

2. Menjelaskan mengenai teknis layanan pascarehabilitasi yang akan dilaksanakan di RS Bhayangkara. 

3. Mengkoordinasikan rencana waktu pelaksanaan layanan pascarehabilitasi. Hasil :

1. Pada dasarnya RS bhayangkara siap dalam melaksanakan layanan pascarehabilitasi, tetapi masih terkendala dalam masalah klien, karena klien yg datang ke RS Bhayangkara pada dasarnya datang bukan dengan kondisi gangguan penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan narkoba bisa terdeteksi dengan mengidentifikasi gejala yg ada. 

2. Klien yang datang kontrol ke RS Bhayangkara hanya datang sebulan sekali bahkan beberapa klien sudah tidak datang lagi untuk kontrol. 

3. Jumlah klien yang tercatat dengan gejala penyalahgunaan narkoba sejumlah 20 orang. Tetapi dari 20 orang klien tersebut, beberapa klien sudah tidak pernah datang lagi untuk kontrol ke RS Bhayangkara. Yang masih rutin datang untuk kontrol tidak lebih dari 10 orang. 

4. Dr. Ham meminta waktu kurang lebih 1 Bulan untuk memotivasi klien yang datang kontrol dengan penyalahgunaan narkoba untuk bersedia mengikuti layanan pascarehabilitasi yang akan dilaksanakan. G

5. Dr. Ham mengatakan apabila nanti beliau bisa memastikan kurang lebih 75% dari jumlah kuota layanan (15orang),beliau siap untuk melaksanakan layanan pascarehabilitasi di RS Bhayangkara. Dan apabila ternyata klien yang bersedia mengikuti layanan pascarehabilitasi kurang dari 15 orang beliau akan mereveral klien untuk mengikuti layanan pascarehabilitasi regular di BNNP Sulsel. 

=cegah kambuh, berfungsi sosial dan produktif

Workshop Aksessibilitas Layanan Rehabilitasi di Kab Bone

Watampone – Sulsel, pada hari Senin, 07 Agustus 2017 pukul 08.00 s.d 16.00 WITA, Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel telah melakukan kegiatan Workshop Pojok Konseling Adiksi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017 di Kabupaten Bone yang di hadiri sebanyak 25 peserta yang terdiiri dari Forum Kabupaten Bone Sehat (FKBS) dan perwakilan dari beberapa desa/kecamatan yg ada di Kabupaten Bone.

Tujuan program ini yaitu untuk mendekatkan layanan rehabilitasi penyalah guna narkoba ke masyarakat.

Adapun pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Sudarianto, SKM, M. Kes), Plh. Kepala Seksi PLR Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel (Nurdiana F. Nahdalipa, SKM) dan Kassubag Perencanaan (Hj. Husnaeni Husain, SKM,M.Kes)
Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan adalah: 1)Manajemen pemulihan penyalah guna narkoba; 2)Skrining dengan menggunakan form ASSIST + role play); 3)Intervensi singkat/brief intervention

Hasilnya :
1)Peserta sangat antusias mengikuti workshop; 2)Forum Kab dan Kec. Sehat akan segera menindak lanjuti pelaksanaan layanan di Pojok Konseling Adiksi Desa; 3)Para ketua Pokja Pos Desa Sehat akan segera melaksanakan skrining melalui tools ASSIST di Pojok Konseling Adiksi Desa, jika menemukan resiko rendah dan sedang cukup diberi umpan balik, KIE, dan intervensi singkat, tetapi jika menemukan resiko tinggi maka harus merujuk ke Puskesmas/ RS/BNNK/Lembaga rehab swasta; 4)BNNP telah meyerahkan papan pojok konseling adiksi ke Pokja Pos Desa Sehat; 5)para guru BP yang hadir juga akan menjalankan Pojok Konseling Adiksi di Sekolah dengan mekanisme yang hampir sama dengan Pojok Konseling Adiksi Desa.

#dekatkan layanan rehab ke masyarakat.

Bimtek Persiapan Pelaksanaan Workshop Layanan Pojok Konseling Adiksi Desa


Makassar (3-8-2017), Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis persiapan Pojok Konseling Adiksi Desa (non DIPA) dengan narasumber antara lain Direktur PLRIP (Dra. Riza Sarasvita, Psi, PhD, Kombes Sri Badriati, M.Si, Yanuar, S.Ag, M.Si) yang diikuti oleh seluruh personil Bidang Rehabilitasi, tim Rehab yang ada di Bagian Umum dan Bidang P2M. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bnnp Sulsel.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mempersiapkan workshop Aksesibitas Layanan Rehabilitasi melalui Pojok Konseling Adiksi Desa (PokoAD).

Direktur PLRIP dalam bimbingannya, memberikan penjelasan kerangka konsep rencana layanan pada pojok konseling adiksi desa, bimbingan skrining melalui ASSIST, kemudian mengarahkan serta mengedit secara bersama materi yang akan diberikan pada workshop pojok konseling adiksi desa nanti. Beberapa materi yg diedit antara lain 1)Manajemen pemulihan (yg berisi pengetahuan dasar narkoba, mekanisme rehabilitasi, mekanisme layanan Pojok Konseling Adiksi Desa); 2)skrining melalui ASSIST + role play; 3)intervensi singkat plus konseling dasar + role play.

PokoAD merupakan bentuk Outreach drop in centre dalam upaya mendekatkan layanan rehabilitasi ke masyarakat,  bekerjasama dengan Forum Kabupaten Sehat melalui pembinaan kader Pos Desa Sehat yang akan melaksanakan skrining, jika hasilnya resiko rendah-sedang, cukup intervensi singkat, tetapi jika hasilnya resiko tinggi, maka dirujuk ke Puskesmas/ RS/Bnnk/Bnnp.

#selamatkan pengguna narkoba

#pulih

Penelusuran Aset Deputi Rehab di Institusi Terkait


Makassar (2-8-2017), Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel mendampingi Tim Tindak Lanjut Penelusuran Aset Tetap Bidang Rehabilitasi BNN RI mengunjungi 1)RSKD Prov. Sulsel, 2)Puskesmas Tamalate, 3)Puskesmas Mamajang

Kegiatan ini dilaksnakan oleh Kabid Rehabilitasi, Kasubbag Perencanaan, dan beberapa staff Bidang Rehabilitasi.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas temuan BPK terkait Barang milik negara Deputi Bidang Rehabilitasi yang telah diserahkan pada tahun 2005-2007 untuk selanjutnya dilaksanakan proses hibah dan pemusnahan.

Penandatanganan berkas hibah dapat diselesaikan walaupun sempat terkendala karena aset yang akan dihibahkan sdh banyak yg rusak dan pejabat yg menerima sudah beberapa kali berganti.

Bidang Rehabilitasi juga memberikan penguatan berupa dorongan bagi Puskesmas Tamalate dan Puskesmas Mamajang utk bermitra dengan BNNP Sulsel dlm upaya rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna Narkoba.

Pertahankan kepulihan dengan bertaubat

Makassar (1-8-2017), Seksi Pascarehabilitasi Bid Rehabilitasi BNNP Sulsel menyelenggarakan Peer Group 3 pada layanan reguler BNNP dengan tema “Ketahanan diri melalui taubat” yang diikuti sebanyak 19 klien.

Narasumber pada kegiatan yaitu Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Drs. Mardi Rukmianto, SH. Beliau menekankan tiga hal penting untuk menjaga ketahanan diri, antara lain banyak bersyukur, taubat, dan rasakan keajaiban setelah bertaubat.

1)bersyukur karena masih diberi waktu untuk berubah, maka jangan sia-siakan waktu yang tersisa untuk memperbaiki diri.

2)segera bertaubat. Bagi yg beragama islam segera laksakan shalat taubat, minta ampun pada Allah, dan bagi agama kristiani lakukan pengakua dosa. Usahakan berteman dengan orang yang baik supaya bisa terpengaruh menjadi orang baik. 

3)minggu depan, laporkan keajaiban yang klien rasakan setelah ikhlas bertaubat.

#pertahankan kepulihan, #berfungsi sosial, #produktif

Budayakan cocok tanam hidroponik pada RD Triasa


Makassar, 31-7-2017 klien Rumah Damping Tri Asa Bnnp Sulsel mengembangkan teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik. Nampaknya teknik ini semakin populer. Hal ini mungkin dikarenakan tidak diperlukannya lahan yang luas dalam membudidayakan tanaman, sehingga bagi orang yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas pun dapat melakukannya. Selain itu, banyak pula ditemukan media-media yang bisa digunakan sebagai wadah untuk membudidayakan tanaman hidroponik.

Untuk memanfaatkan sarana yg sdh ada, yaitu mengembangbiakkan tanaman hidroponik dengan media pipa paralon yg sdh ada pada RD Triasa Sulsel. Metode cocok tanam ini dibudayakan oleh pendamping RD (Edi) dicontohkan ke klien RD tahap 3. Harapannya, klien dapat menerapkannya di rumah masing-masing.

“Pojok Konseling Adiksi” akan hadir di Poltekkes Makassar

Makassar (28-7-2017), UKM GANK Poltekkes Makassar menyelenggarakan Workshop Penanggulangan Narkoba pada Lingkungan Kampus dengan melibatkan konselor Bnnp Sulsel sebagai narasumber (Nurul Qalbi, SKM dan Nurdiana, SKM)

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 71 orang peserta yg berasal dari 8 prodi kesehatan yang ada di Poltekkes Kemenkes Makassar. Materi yg diberikan antara lain 1)Layanan rehabilitasi berkesinambungan serta 2) screening dan konseling dasar bagi pecandu dan penyalahguna narkoba, dilanjutkan dengan 3)role play screening, diskusi dan tanya jawab.

Partisipasi aktif dari 8 prodi Poltekkes Makassar yaitu akan mengusulkan ke Rektorat untuk membentuk “Pojok Konseling Adiksi” lingkup Poltekkes Kemenkes Makassar segera setelah perkuliahan dimulai pada Bulan September 2017.

Layanan Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel 27-7-2017

Makassar 27 Juli 2017, Kegiatan layanan klinik yang dilaksanakan al : assesment terhadap 1 klien voluntary yang dibawa oleh keluarga dan rencana tindak lanjut dari hasil asesmen yg dilakukan klien tsb dirujuk untuk menjalani terapi rehabilitasi rawat inap di RSUD Sayang Rakyat untuk menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial selama kurang lebih 3 bulan dan akan dilanjutkan dengan program pasca rehabilitasi di BNNP Sulsel. 1 klien layanan rawat jalan pertemuan keempat. Disamping kegiatan itu, juga dilaksanakan konseling terhadap keluarga dengan tujuan untuk memotivasi keluarga agar ikut mendukung program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi yang akan dijalani klien untuk pemulihan diri dari penyalahgunaan narkotika. Dan juga dilakukan tes urin terhadap 1 klien dengan permohonan SKPN untuk kelengkapan berkas melanjutkan pendidikan ke ATKP Makassar.

Layanan Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel 26-7-2017

Makassar 26 Juli 2017, Kegiatan layanan klinik yang dilaksanakan antara lain : assesment terhadap 3 klien, 2 diantaranya klien rujukan dari polrestabes makassar dan 1 dibawa oleh keluarga/sukarela. Rencana tindak lanjut dari hasil asesmen yang dilakukan terhadap 3 klien tersebut, 2diantaranya menjalani terapi rehabilitasi rawat jalan diklinik Adi Pradana BNNP Sulsel sebanyak 8 kali pertemuan dan akan dilanjutkan dengan program pasca rehabilitasi di BNNP Sulsel, 1 klien dirujuk untuk menjalani terapi rehabilitasi rawat inap di RSUD Sayang Rakyat untuk menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial selama kurang lebih 3 bulan dan akan dilanjutkan dengan program pasca rehabilitasi di BNNP Sulsel. Disamping kegiatan itu,juga dilaksanakan konseling terhadap keluarga dengan tujuan untuk memotivasi keluarga agar ikut mendukung program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi yang akan dijalani klien untuk pemulihan diri dari penyalahgunaan narkotika.

PELATIHAN WIRAUSAHA TERHADAP KLIEN LAYANAN PASCAREHABILITASI RUMAH DAMPING TRIASA SULSEL

Pada hari Rabu, 26 Juli 2017, DPD Akumandiri Sulsel memberikan kegiatan instruksional dengan tema “Inspirasi dan Motivational Kewirausahaan” pada klien Rumah Damping (RD) Triasa. Instruktur pada kegiatan tersebut yaitu Aswar Agus, ST, dengan rincian materi yang disampaikan, antara lain :
1)pengenalan tentang wirausaha seperti apa; 2)kiat-kiat dalam berwirausaha; 3)nonton bersama video inspirasi dari Jack Ma (orang terkaya kedua di China dan pemilik situs alibaba.com) tentang pentingnya internet dalam kehidupan manusia; 4)tips dan trik dalam berbisnis online; 5)menitivasi peserta agar mampu menjadi pribadi yang produktif.

Kegiatan ini diikuti oleh sepuluh orang, enam diantaranya merupakan klien RD, tiga orang pendamping dan satu orang admin.

Merehabilitasi pecandu narkoba satu tahap dapat menekan peredaran narkoba minimal Rp. 38.400.000

Pecandu narkotika adalah orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Pecandu narkoba itu rata-rata menggunakan narkoba antara 4-5 kali seminggu, atau rata-rata 16 kali sebulan, atau 192 kali setahun.  

Pengeluaran biaya untuk merehabilitasi pecandu narkoba sebesar Rp. 3.000.000 per orang per bulan selama tiga bulan sama dengan Rp. 9.000.000. Setelah direhabilitasi, maka klien pecandu dapat dinyatakan pulih dan angka penyalahgunaan narkotika diharapkan bisa ditekan, karena tadi nya pecandu yg senantiasa membutuhkan narkoba telah pulih sehingga tidak terjadi permintaan narkoba.

Sedangkan, jika pecandu narkoba itu tidak direhabilitasi, maka harus mengeluarkan uang sebanyak Rp. 38.400.000 yang dirinci dari rata-rata 4 kali seminggu dengan menggunakan paket Rp. 200.000, atau membutuhkan biaya Rp. 800.000 per minggu. Tetapi kalau dikali sebulan = Rp. 3.200.000. Dan jika dikali 12 bulan ( satu tahun), maka pecandu narkoba menghabiskan uang sebesar Rp. 38.400.000. 

Pembaca yang budiman, mana yang anda pilih ? Direhabilitasi atau menghabiskan uang banyak atau bahkan menderita karena sakit karena penyakit penyerta efek narkoba.

Rapat Rutin Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel

Bidang Rahabilitasi melakukan rapat rutin setiap minggunya, yaitu setiap hari Rabu (26/06/17).

Rapat ini dilakukan untuk membahas hal – hal, issue, dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, serta untuk meningkatkan kerjasama semua personil bidang Rehabilitasi. 

Rapat Bidang Rehabilitasi ini dipimpin oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Bapak Sudarianto, SKM, M.Kes. Rapat ini diikuti oleh semua anggota seksi PLR dan Pasca Rehabilitasi. 

Kegiatan yang dibahas dalam rapat kali ini adalah :

1) Membahas rencana kegiatan seksi PLR dan Pasca rehabilitasi selama 1 minggu. 

2) Membahas tindak lanjut surat permohonan revisi POK seksi PLR dan Pasca Rehabilitasi. 

3) Membahas rencana penguatan kualitas layanan rawat jalan di klinik Adi Pradana BNNP Sulsel. 

4) Pembuatan Tim Efektif Pryek Perubahan peningkatan layanan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Adi Pradana.

#pulih

#sehat

Pengembangan Diri pada Layanan Pascarehabilitasi Reguler Bnnp Sulsel

Tema “Wirausaha Mandiri Untuk Mata Pencaharian yg lebih Produktif dan Bermanfaat”.
Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel menyelenggarakan kegiatan pengembangan diri pada layanan reguler Bnnp Sulsel tanggal 25-6-2017. Kegiatan ini dibiayai oleh DIPA Bnnp Sulsel dengan tujuan untuk mendorong para klien agar pulih total, produktif, dan berfungsi sosial. 

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 13 orang dari 6 lembaga yang bermitra dengan BNNP Sulsel. Yang menjadi pembicara pd kegiatan ini adalah Bapak Muhammad Fadli dari instansi Akumandiri ttg Kiat2 berwirausaha serta upaya menjaring mitra. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Rekomendasi kegiatan ini antara lain:

1) perlunya peserta diberi pengetahuan cara membuat proposal untuk rencana membuat usaha.

2) saling tukar informasi untuk berbagi pengalaman dgn Akumandiri maupun Dinas Sosial

3) melakukan keg.positif agar kembali berfungsi sosial

#pertahankan kepulihan

#berfungsi sosial

#produktif