Sinkronisasi Layanan Rehabilitasi Penyalah Guna Narkoba di IPWL RSKD Sulsel

image

Sejak tahun 2011, beberapa institusi layanan kesehatan di Sulsel telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), antara lain (1)RSKD Sulsrl, (2)RS Wahidin, (3)RS Makkasau, (4) RS Bhayangkara, (5)RS Sultan Dg Radja, (6)RS Salewangeng, (7)Puskesmas Kassi, (8)Puskesmas Jongaya, (9)Puskesmas Jumpandangbaru.
Baca lebih lanjut

Generasi Sulsel dalam pusaran penyalahgunaan narkoba

Sulawesi Selatan memiliki lokasi yang strategis di Kawasan Timur Indonesia memungkinkan Sulawesi Selatan dapat berfungsi sebagai pusat pelayanan, baik bagi Kawasan Timur Indonesia maupun untuk skala internasional, karena itu sangat rawan penyelundupan narkoba. Tempat-tempat yang rawan penyelundupan narkoba yaitu Pelabuhan Parepare, Soekarno Hatta, Bandara St. Hasanuddin, dan lintas darat. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian BNN kerjasama dengan Litbang Kesehatan UI yang memproyeksikan penyalah guna narkoba di Sulawesi Selatan pada tahun 2015 sebanyak 128.000 penyalah guna narkoba. Dipertajam dengan hasil razia BNNP Sulsel antara bulan Mei s/d November 2015 pada tempat hiburan dan rumah kost berhasil menjaring sebanyak 474 penyalah guna narkoba, dan sebanyak 613 penyalah guna narkoba lainnya yang datang melaporkan diri secara sukarela ke institusi penerima wajib lapor BNN Provinsi/ Kab/Kota di Sulawesi Selatan.

Baca lebih lanjut

Refleksi Akhir Tahun 2015 Bidang Rehabilitasi Penyalah Guna Narkoba di BNNP Sulsel

Menapaki 9 bulan dinamika perjalanan Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, sejak April 2015 Bidang Rehabilitasi dibentuk pada BNNP seluruh Indonesia. Bidang Rehabilitasi BNNP Sulawesi Selatan dikelola bersama 11 personil melakukan upaya penguatan, dorongan dan fasilitasi lembaga rehabilitasi.

Baca lebih lanjut

Dalam kurun waktu setahun di 2015, BNNP Sulsel merekomendasikan rehabilitasi 1.281 penyalah guna narkoba

BNN wilayah Sulawesi Selatan (BNNP/K) merekomendasikan sebanyak 1.281 penyalah guna untuk mengikuti proses rehabilitasi, yang didistribusikan ke (a) layanan rawat inap sebanyak 798 orang ke berbagai lembaga yaitu Balai rehab BNN Baddoka (251 orang), SPN Batua (47 orang), Rindam VII/WRB (38 orang), YKP2N (28 orang), LPAB (156 orang), LP4 (46 orang), Yayasan Doulos (7 orang), RS Bayangkara (2 orang), Dinsos (1 orang), LPAIC (5 orang), LASM (23 orang), YRRCB (1 orang), RSKO (2 orang), Lapas/Rutan (193 orang); (b) layanan rawat jalan sebanyak 473 orang ke berbagai lembaga yaitu klinik BNNP/K (418 orang), RSKD (7 orang), RSU Lamaddukkelleng (2 orang), RSU Tenriawaru (3 orang), RSU Nenemallomo (9 orang), RSU Andi Makkasau (12 orang), RSU Bataraguru (11 orang), Puskesmas Makkasau (5 orang), Puskesmas Andalas (5 orang) dan Puskesmas Pangkep (1 orang)

Penguatan Lembaga Rehabilitasi Penyalah guna Narkoba di Sulsel

Dalam rangka pelaksanaan layanan rehabilitasi, maka harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, BNN RI telah melakukan penguatan kompetensi SDM di Sulawesi Selatan, yaitu proses memberikan bantuan berupa pembinaan dan peningkatan program kepada lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Bentuk penguatan tersebut antara lain : (a)penguataan kompetensi asesor sebanyak 107 orang terdiri dari BNNP/K (11 orang), rumah sakit (40 orang), puskesmas (4 orang), SPN (1 orang), Rindam (1 orang), Lapas (2 orang), Polres (48 orang); (b)penguatan kompetensi melalui modaling TC sebanyak 78 orang terdiri dari BNNP/K (21 orang), rumah sakit (12 orang), puskesmas (0 orang), SPN (5 orang), Rindam (5 orang), Lapas (35 orang), Polres (0 orang); (c)penguatan konselor sebanyak 2 orang dari BNNP Sulsel

Finalisasi layanan pasca rehabilitasi penyalah guna narkoba lintas program wilayah Sulsel

Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan layanan rehabilitasi berkesinambungan yaitu layanan lasca rehabilitasi. Pada layanan pasca rehabilitasi diselenggarakan berbagai hal, yaitu peer group untuk saling membantu antara sesama pengguna narkoba, family support group untuk memberikan support keluarga supaya dapat menerima kembali dan dapat mencegah keluarganya kembali menggunakan narkoba. Supaya mereka dapat mandiri dan produktif di masyarakat, maka dibdrikan seminar pengembangan diri serta vokasional (pelatihan keterampilan) berupa las, sablon, desain grafis, servis motor/elektronik, tata boga dan lainnya.
Pada kegiatan ini dibentuk komunitas serta pengurusnya supaya memudahkan pemantuan.

image

image

Penanda tanganan Perjanjian Kerjasama antara BNNP Sulsel dengan Lembaga A’bulo Sibatang dan Lembaga Peduli Anak Indonesia Cerdas

IMG_2135Salah satu tugas Bidang Rehabilitasi yaitu mendorong lembaga masyarakat untuk ikut melaksanakan layanan rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba. Pada tanggal 14 Desember 2015, dua lembaga komponen masyarakat melaksanakan penanda tanganan Perjanjian Kerja Sama dengan BNNP Sulawesi Selatan. Lembaga tersebut yaitu Lembaga A’bulo Sibatang Makassar (LASM) yang berkedudukan di Jl. Manunggal 22 No. 18 Makassar dan Lembaga Peduli Anak Indonesia Cerdas (LPAIC) yang berkedudukan di Jl. Kemauan 6 No. 14 Makassar. Kapasitas LASM maksimal 24 orang dan LPAIC maksimal 30 orang.

IMG_2137