Sebanyak 182 orang yang direhabilitasi melalui BNNP Sulsel untuk Periode Jan – 18 Mei 2017

Berdasarkan laporan Bidang Rehabilitasi Bnn Wilayah Sulsel per tanggal 18 Mei 2017 melalui laporan mingguan yang rutin dikirim ke Deputi Rehabilitasi Bnn RI setiap hari Kamis, Bnn wilayah Sulsel telah nerujuk sebanyak 182 pengguna untuk direhabilitasi, yg terdiri dari 110 rawat inap dan 172 rawat jalan.
Dari jumlah itu, sebanyak 111 orang kategori voluntary (melaporkan diri) dan 71 orang kategori compulsary (berkasus hukum).
Berdasarkan tempat tempat rehabilitasinya, yaitu rawat inap sebanyak 40 orang dirujuk ke Balai Rehabilitasi Baddoka, 7 orang dirujuk RSKD Dadi Sulsel, 11 orang dirujuk RSUD Sayang Rakyat, 11 orang yang berkasus hukum dititip rehabilitasi ke Lapas, 1 orang dirujuk ke LPAB, 10 orang dirujuk ke LPAIC, 11 orang dirujuk ke LASM, 9 orang dirujuk ke LERSI, 8 orang dirujuk ke Yayasan Mitra Husada, 2 orang dirujuk ke Rumah Rehab Batuleleng. Sedangkan rehabilitasi Rawat Jalan (RJ) sebanyak 113 pada klinik Adi Pradana BNNP, 8 orang di Klinik BNNK Palopo, 25 orang di Klinik BNNK Tator, 26 di RSUD Tenriawaru Watampone, 1 orang di Puskesmas Pangkajene Sidrap, dan 2 orang di RSUD Barru.
Sedangkan klien berkasus hukum yang diasesmen melalui TAT sebanyak 71 orang, anatara lain melalui TAT Bnnp Sulsel (63 tsk), TAT BNNK Tator (0), TAT BNNK Palopo (7 tsk), dan TAT BNNK Bone (1 tsk).

BLK Makassar akan memagangkan klien pascarehabilitasi ke perusahaan selama satu bulan

Makassar (18-5-2017), Seksi Pasca rehabilitasi Bnnp Sulsel melakukan pemantauan perkembangan pelatihan klien Pascarehabilitasi ke BLK Makassar dengan hasil bahwa pelatihan Instalasi Listrik yg diberikan kepada klien Pasca rehabilitasi perkembangannya termasuk baik, disiplin, dan menunjukkan sikap dan semangat yg tinggi dalam mengikuti pelatihan. Pihak BLKI mengatakan klien pascarehabilitasi yg mengikuti pelatihan listrik ini memiliki sikap yg lebih disiplin daripda peserta dr umum lainnya.
Baca lebih lanjut

Sosialisasi Program Rehabilitasi dengan tema “Kemudahan Aksessibilitas Layanan Rehabilitasi”

Watampone (17-5-2017), Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel kerjasama dengan Seksi Rehabilitasi Bnnk Bone menyelenggarakan “Sosialisasi program Rehabilitasi” dengan tujuan mempermudah aksessibilitas layanan rehabilitasi ke masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 27 Camat, 7 Kepala Puskesmas, 3 Kepala Desa/ Lurah, Dinas Kesehatan, Badan Kesbang, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Forum Kab. Sehat.
Bupati Bone Dr. A. Fahsar Pajalangi, M.Si yang membuka kegiatan dengan beberapa penekanan khusus ke Camat dalam rangka menciptakan “Bone bersih Narkoba” yaitu 1)buat desa percontohan bersih narkoba; 2)buat spanduk di masjid yang bertema “Bersihkan hati dengan menjauhi narkoba”; 3)selipkan bahaya narkoba setiap camat berpidato; 4)buat pojok konseling narkoba pada desa percontohan.

Baca lebih lanjut

FGD Standarisasi Rehabilitasi LRKM Uji Coba

Makassar, (16-5-2017), Supervisor klinis dan program Standarisasi Rehabilitasi menyelenggarakan FGD dalam rangka memperoleh informasi permasalahan rehabilitasi dari stakeholder wilayah LRKM Ujicoba dan LRKM di luar ujicoba.
FGD tersebut dibuka  oleh Kepala Bnnp Sulsel dan diikuti dari unsur Bnnp, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polsek, Koramil, LRKM di luar ujicoba, serta supervisor klinis dan program.
Kepala Bnnp mengarahkan supaya seluruh LRKM yang bermitra dengan Bnnp/ k wilayah Sulsel dpt melaksakan layanan Rehabilitasi dengan mengikuti standar rehabilitasi yg telah ditetapkan oleh Deputi Rehabilitasi Bnn RI.

Pelaksanaan Diskusi :

Baca lebih lanjut

Rencana Percontohan Desa Bersih Narkoba

Makassar (12-5-2017), Kepala Bnnp Sulsel memimpin rapat dalam rangka menciptakan contoh desa bersih narkoba yang dialokasikan di Kab. Bone. Rencana Bnnk Bone akan menempatkan satu desa sebagai contoh desa bersih narkoba per kecamatan pada 27 kecamatan di Kab. Bone.
Untuk mensukseskan rencana tersebut, maka Bag Umum, P2M, Rehabilitasi, dan Pemberantasan lingkup  Bnnp dan Bnnk harus bersinergi dengan melibatkan seluruh sektor, dengan peran sebagai berikut :

Baca lebih lanjut

Bnnp Sulsel bersama Bnnk Bone akan membentuk  Pojok Konseling Narkoba Per Kecamatan 

Watampone (3 Mei 2017), Bidang P2M dan Bidang Rehabilitasi bersinergi pada kegiatan “Workshop Pengembangan Kapasitas Lingkungan Masyarakat” yg diselenggarakan oleh Seksi P2M Bnnk Bone. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bnnk Bone berkeinginan memberdayakan masyarakat untuk menciptakan satu desa per kecamatan menjadi desa bersih narkoba. Beliau telah menghadap ke Bupati Bone tentang rencana tersebut, tetapi Bnnk Bone tidak memiliki anggaran untuk kegiatan tersebut, maka Bupati Bone menginstruksikan seluruh camat untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Saya selaku Kabid Rehabilitasi menawarkan supaya dibentuk “Pojok Konseling Narkoba” pada masing2 Desa Bersih Narkoba tersebut. Bidang Rehab Bnnp Sulsel dan Seksi Rehabilitasi Bnnk Bone yg mempunyai tugas menyelenggarakan workshop asesmen dan konseling dasar pada Toma, Toga dan kader (mereka inilah yang akan memberikan layanan pertama di desa untuk menjawab permasalahan  masih sulitnya masyarakat memperoleh layanan rehabilitasi). Jika, klien memerlukan rehabilitasi lanjut, maka dirujuk ke lembaga rehabilitasi yg telah direkomendasikan oleh Bnnp/ k.

Baca lebih lanjut

Arahan Kepala BNN RI pada Rakoor Bidang Rehabilitasi

Jakarta (26-4-2017), Deputi Rehabilitasi BNN RI menyelenggarakan Rakoor Bidang Rehabilitasi dengan tema “Peningkatan kualitas layanan rehabilitasi melalui standar layanan dan sistem informasi rehabilitasi narkoba” Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Ibis Jl. MT Haryono Jaktim yang dibuka secara resmi oleh Kepala BNN RI (Komjen Pol Budi Waseso), dengan arahan seperti berikut;
1)Lembaga rehab milik pemerintah atau swasta harus sesuai standar rehabilitasi nasional; 2)Rehabilitasi merupakan kegiatan kemanusiaan; 3)Rehabilitasi medis, sosial, dan pascarehabilitasi merupakan satu kesatuan kegiatan yg tdk terpisahkan; 4)Lakukan pendataan beban yg harus/ dapat direhabilitasi pada Kab/kota dikaitkan dengan jumlah tempat rehabilitasi (BNN, Kes, dan KM);
Baca lebih lanjut

Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Lembaga Rehabilitasi IP di Sulsel

Makassar, 19-20 April 2017, Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel melaksanakan Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi yang diikuti oleh 10 institusi pemerintah  yg melaksanakan layanan, antara lain RSKD Dadi Makassar, RSUD Sayang Rakyat, RSUD Batara Guru, RSUD Lasinrang, Puskesmas Kota Pangkajene Sidrap, Puskesmas Andalas, Puskesmas Tamalate.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Alson Jl.Lembeh Makassar pada tgl 19-20 April 2017. Memilih hotel di lokasi tersebut dengan tujuan memasang logo BNN di lokasi tersebut supaya pengguna narkoba tidak menggunakan narkoba di wilayah tersebut.

Baca lebih lanjut

Bnnp Sulsel kerjasama dengan BLK melatih klien pascarehabilitasi dua bulan

Makassar (21-4-2017), Bnnp Sulsel bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja  (BLK) Makassar untuk memberikan pelatihan instalasi listrik kepada 16 klien pascarehabilitasi. Pembukaan pelatihan tersebut dilaksanakan secara resmi pada tanggal 21-4-2017 yang dibuka oleh Kepala BLK Makassar didampingi oleh Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel, Ka TU BLK Makassar Kasi Kerjasama dan Pemberdayaan Masyarakat BLK Makassar, Kasi Pascaregab Bnnp Sulsel.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua bulan dengan biaya sepenuhnya dari BLK Makassar ditambah dengan pakaian praktek dan olah raga untuk peserta.

Baca lebih lanjut

KUBE Balla Ratea membina Klien RD Triasa membudidayakan Jamur Tiram

Makassar (10-4-2027), Kelompok Usaha Bersama Balla Ratea membimbing klien RD Triasa membudidayakan jamur tiram dengan bantuan bibit dari Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel.

Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang di media yang terbuat dari serbuk gergaji dikemas dalam kantong plastik. Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita perlu tahu tentang kondisi yang cocok untuk pertumbuhan sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram.

Klien RD memamerkan hasil karyanya pada pameran Dekranasda Sulsel

Makassar (17-4-2017), Dekranasda menyelenggarakan pameran Gelar Kerajinan Nasional Daerah & Produk Ekonomi Kreatif Nusantara 2017 di Hotel Sheraton Makassar. Pameran ini dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel.
Pada pameran tersebut, klien pascarehabilitasi RD Triasa kerjasama dengan kelompok usaha Balla Ratea untuk ambil bagian dan disiapkan satu stand khusus untuk memajang hasil karya para mantan penyalah guna narkoba berupa menara, miniatur rumah adat, bingkai foto, dan tempat tissu yg terbuat dari koran; lampu tidur dari sendok plastik bekas, lampu hias dari botol bekas, gambar wajah di atas kaca, lampu hias dari pipa paralon, lampu lampion, kembang pot dari potongan-potongan botol aqua dll. Bagi yg berminat, dapat memesan melalui ketua komunitas mantan penyalah guna narkoba Sulsel di hp 081242588870

Banyak orang direhabilitasi karena banyaknya narkoba yg beredar.

Berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia bekerja sama dengan BNN RI bahwa pengguna narkoba di Indonesia sebanyak 4,2 juta orang, sedang di Sulsel pada tahun 2016 sebanyak 130.000 orang.
Memang pecandu bukan berarti tidak bersalah, mereka tetap bersalah karena sudah menyalahgunakan narkoba untuk kesenangan sesaat, bukan untuk keperluan medis dengan sepengetahuan dan pengawasan dokter.
Tetapi pecandu narkoba harus direhabilitasi karena berdasarkan pengertian “pecandu narkotika” yaitu orang yang menyalahgunakan dan dalam keadaan ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis, dalam ICD X terdapat kode penyakitnya, artinya bahwa pecandu narkotika merupakan orang sakit yang harus diselamatkan sesuai haknya. Tetapi kalau tidak diselamatkan, maka bandar narkoba akan memperoleh keuntungan yang sangat besar, karena permintaan akan narkoba terus ada dan mungkin meningkat.

Baca lebih lanjut

Bimtek Peningkatan Mutu Layanan Rehabilitasi Tingkat Bnnp/k

Makassar, 12-4-2017, Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel menindak lanjuti Bimtek yg telah dilaksanakan oleh Deputi Rehabilitasi Bnn RI pada tgl 20-23 Mar 2017 yg diikuti oleh 33 Kabid Rehabilitasi dan 33 Kasi PLR. Kegiatan yg ditindak lanjuti tersebut yaitu Bimbingan Teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi diikuti oleh 3 Bnnk masing-masing 3 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Lynt Jl. Hertasning Makassar pada tgl 11-12 April 2017. Tujuannya adalah menciptakan petugas pelaksana rehabilitasi dapat menjalankan dan menerapkan program rehabilitasi secara baik dan benar dalam rangka mendukung pelaksanaan program rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Materi Bimtek, antara lain :

Baca lebih lanjut

Apel Bidang Rehabilitasi Bnnp Sulsel Minggu ke 4 Maret 2017

Makassar (29-3-2017), Kabid Rehabilitasi Bnnp Sulsel memimpin apel rutin Bidang Rehabilitasi setiap hari Rabu.
Pada apel tersebut dibahas tentang hasil Bimbingan teknis peningkatan mutu layanan Rehabilitasi yang dilaksanakan oleh Bnn di Jakarta tgl 20-23 Maret 2017 yang diikuti oleh Kabid Rehabilitasi dan Kasi PLR.

Pada apel tersebut, disosialisasikan garis-garis besar nya, antara lain 1)Kebijakan Deputi Rehabilitasi dan sistem manajemen rehabilitasi mencakup grand design rehabilitasi dan standar rehabilitasi; 2)Tata cara pencapaian outcome layanan rehabilitasi; 3)Perka 17/ 2017 tentang tata cara peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba; 4) Standar pelayanan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba; 5)Juknis rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba anak; 6)Tim asesmen terpadu; 7)Formularium obat di Bnn.

Baca lebih lanjut

Sosialisasi layanan pascarehabilitasi RD Triasa di Balai Rehabilitasi Baddoka

Makassar (27-3-2017), pendamping RD Triasa Sulsel mensosialisasikan layanan Rumah Damping di Balai Rehabilitasi Baddoka. Hal tersebut dilakukan berdasarkan kerjasama dengan Balai Rehabilitasi Baddoka pada fase re- entry (persiapan pascarehabilitasi).

Untuk kelancaran kegiatan tersebut, pendamping RD ditemani oleh personil Seksi Pascarehabilitasi Bnnp Sulsel.