Klien terbanyak yang direhabilitasi melalui Bnnp Sulsel tahun 2016 yaitu “pengangguran”

Makassar (20-2-2017), klien yang direhabilitasi melalui Bnnp Sulsel pada tahun 2016 berdasarkan jenis pekerjaannya yang terbanyak yaitu pengangguran (25,50%), kemudian wiraswasta (21,27%), pelajar/siswa (14,43(%), buruh (10,83%), karyawan swasta (9,50%), mahasiswa (8,07%), PNS (3,80%), sopir (2,85%), Polri (1,33%), petani (0,95%), IRT (0,76%), TNI (0,28%), ABK (0,19%), Kades (0,09%), guru (0,09%), angg DPRD (0,09%).

Berdasarkan data ini, maka perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut kenapa penganggur banyak yg mengikuti program rehabilitasi ? Kalau terkait dengan wiraswasta dan pegawai swasta, ada korelasi dengan jasil penelitian UI kerjasama dengan BNN RI, terjadi karena loby bisnis, ada uang dll. Sedang kan yg lainnya, perlu penelitian lebih lanjut.

Seminar tentang Stigma pada klien RD Tri Asa Sulsel

Makassar (18-2-2017), pendamping Rumah Damping Tri Asa Bnnp Sulsel melaksanakan seminar tentang stigma pecandu narkoba pada 12 klien pascarehabilitasi. Tujuan nya adalah untuk mempersiapkan mental klien dalam menghadapi stigma masyarakat.
Pengertian stigma pecandu, adalah serangkaian gagasan dan keyakinan yang menghubungkan kondisi kecanduan narkoba dengan perilaku seseorang atau kelompok yang dianggap negatif oleh masyarakat. Misalnya pecandu narkoba seringkali dikaitkan dengan kejahatan, kehancuran masa depan bangsa. 

Stigma pecandu adalah muatan sosial negatif’ yang dikaitkan dengan perilaku menyimpang. Untuk lebih memahaminya, mari kita berpikir tentang flu. Hampir tidak ada orang yang malu atau khawatir untuk mengakui bahwa ia menderita flu karena tidak ada muatan sosial negatif yang dikaitkan dengan penyakit tersebut. Tetapi jika seseorang dapat tertular flu karena penyimpangan seksual, maka akan lebih sulit bagi orang untuk mengakui bahwa mereka menderita flu.
Kondisi Pandangan Masyarakat Terhadap Stigma Pecandu Narkoba Saat ini. (1) pandangan masyarakat terhadap pelaku kejahatan pada umumnya sinis, dan skeptis. Misalnya saja terhadap residivis, eks tahanan politik, termasuk pecandu narkoba. Pengalaman empirik menegaskan bahwa pecandu narkoba merupakan korban yang diberikan stigma sebagai kriminal. Simak saja perundang-undangan yang berlaku kebanyakan menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada pecandu. 

(2)masih rendahnya kepedulian terhadap pecandu. Pengalaman yang berkembang di masyarakat, pada umumnya menutup diri untuk bergaul dengan pecandu meskipun mereka telah sembuh dan bertobat. Bahkan memiliki keterampilan untuk bekal hidup di masyarakat. Khalayak belum bisa menerima sepenuhnya. 

(3)stigma pecandu sebagai biang kerok terjadinya kriminalitas. Pecandu selama ini hanya mendapatkan stigma hingga sebagian menganggap sebagai sampah masyarakat yang harus disingkirkan, dipenjara atau bila perlu dihapuskan dari muka bumi ini. Selama ini masyarakat banyak yang berpikiran bahwa pecandu pasti pernah melakukan tindakan kriminal.

Mengapa Indonesia Dikatakan Darurat Narkoba ?

 Indonesia dikatakan oleh Presiden dalam kondisi darurat narkoba karena : (1)Prevalensi penyalah guna narkoba golongan umur 10-59 tahun sebesar 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang penduduk Indonesia membutuhkan narkoba; (2)Sekitar 40-50 orang meninggal dunia setiap hari di Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba; (3)Masih tingginya pengguna narkoba yang dipenjarakan; (4)Akses rehabilitasi terhadap pengguna narkoba belum berjalan maksimal; (5)Seluruh wilayah di Indonesia sudah terjangkau dengan penyalahgunaan narkoba; (6)Sasaran penyalahgunaan narkoba bukan hanya remaja dan orang dewasa, tetapi sudah merambah ke anak-anak; (7)Kerugian ekonomi yang ditimbulkan karena masalah narkoba mencapai 63 triliun per tahun; (8)Masih tingginya pengendalian jaringan sindikat kejahatan narkoba dari dalam Lapas; (9)Belum optimalnya pengawasan jalur masuk peredaran narkoba, yaitu jalur laut, udara, dan perbatasan; (10)Berubah-ubahnya pola dan modus yang digunakan oleh jaringan sindikat peredaran narkoba; (11)Belum meksimalnya penanganan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang berakibat pada bisnis narkoba berkembang tidak terkendali; (12)Moral pengambil kebijakan dan penegak hukum narkotika masih mudah digoda pebisnis narkotika sehingga profesionalisme dan mental aparat menjadi rapuh.

Sharing Circle klien RD Tri Asa Bnnp Sulsel 17-2-2017

Makassar (17-2-2017), klien RD Tri Asa Bnnp Sulsel  melaksanakan “sharing circle”, yaitu Pertemuan yang diikuti oleh seluruh residen dan didampingi oleh “pendamping” guna untuk membahas issue yang terjadi pada diri masing-masing residen, lalu membiasakan diri dalam memberikan masukkan dan menanyakan secara jelas issue yang sedang dialami familynya.

Klien RD Tri Asa Bnnp Sulsel mengembangkan vocational ” bercocok tanam hidroponik”

Makassar (16-2-2017), klien Rumah Damping Tri Asa Bnnp Sulsel mengembangkan teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik. Nampaknya teknik ini semakin populer. Hal ini mungkin dikarenakan tidak diperlukannya lahan yang luas dalam membudidayakan tanaman, sehingga bagi orang yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas pun dapat melakukannya. Selain itu, banyak pula ditemukan media-media yang bisa digunakan sebagai wadah untuk membudidayakan tanaman hidroponik. Salah satunya adalah cara membuat hidroponik dengan paralon.

Langkah-langkahnya sangat mudah, tidak berbeda jauh dengan sistem hidroponik pada media lainnya. Salah satu kelebihan mengembangbiakkan tanaman hidroponik dengan media pipa paralon adalah dalam satu paralon yang berukuran panjang dapat dipakai untuk menanam benih dengan jumlah lebih dari satu. Apabila Anda berniat untuk mencobanya, Anda dapat menyimak ulasan berikut yang akan membahas mengenai bahan apa saja yang harus disiapkan serta cara pembuatan paralon sebagai media untuk membudidayakan tanaman hidroponik.

Bahan untuk Membuat Hidroponik dari Paralon
Sebelum membahas cara membuat hidroponik dengan paralon, ada beberapa bahan yang perlu Anda siapkan. Bahan-bahan ini sangat mudah ditemukan, bahkan bisa pula menggunakan paralon bekas. Berikut adalah bahan-bahannya:
1. Lilin lebih mudah melubangi paralon.
2. Cutter atau pisau untuk memotong paralon.
3. Pipa paralon dengan ukuran 2 inch atau 3 inch pilih yang tidak terlalu tebal agar lebih mudah memotongnya.
4. Netpot untuk meletakkan tanaman, apabila sulit mendapatkannya bisa pula menggunakan cup minuman dari air mineral gelas.
5. Media tanam seperti tanah, sekam bakar, atau kerikil.
6. Nutrisi tanaman untuk membantu menyuburkan tanah.

Psikoedukasi pada klien RD Tri Asa Sulsel

Makassar (16-2-2017), pendamping RD Tri Asa Sulsel memberikan Psikoedukasi kepada klien dalam bentuk kelompok, yaitu suatu bentuk pendidikan ataupun pelatihan terhadap seseorang dengan gangguan psikiatri yang bertujuan untuk proses treatment dan rehabilitasi. Sasaran dari psikoedukasi yaitu untuk mengembangkan dan meningkatkan penerimaan klien terhadap penyakit ataupun gangguan yang ia alami, meningkatkan partisipasi klien dalam terapi, dan pengembangan coping mechanism ketika klien menghadapi masalah yang berkaitan dengan penyakit tersebut. (Goldman, 1998 dikutip dari Bordbar & Faridhosseini, 2010)

Jadi, sederhananya, Psikoedukasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman atau keterampilan sebagai usaha pengenalan serta pencegahan atau meluasnya gangguan Psikologis di kelompok klien pascarehabilitasi.

Untuk itu, Psikoedukasi diharapkan mampu meningkatkan pemahaman bukan hanya bagi klien, tetapi juga lingkungan dan terutama keluarga klien.

Supervisi ke LERSI

Makassar (13-2-2017), bersama dengan Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI, melakukan supervisi pelaksanaan layanan rehabilitasi bagi pecandu narkoba di Lembaga Religius Spirit Insan (LERSI).

Hal-hal yang disampaikan yaitu mulai dengan niat menyelamatkan penyalah guna narkoba dengan prinsip mengikuti standar dari BNN, kemudian menambah metode spesifiknya itu yaitu”meditasi”.

Kemudian terkait pencatatan asesmen dan konseling masih perlu diperbaiki.

Menghadiri Seminar Pengobatan dan Rehabilitasi Pecandu Narkoba Berkasus Hukum

Makassar, 13-2-2017 bersama Tim Asemen Terpadu menghadiri kegiatan Seminar Pengobatan dan Rehabilitasi Pecandu Narkoba Berbasis Hukum di Hotel Aston Makassar.

Narasumber pada kegiatan tersebut yaitu Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Institusi Pemerintah Deputi Rehabilitasi Bnn RI dan Direktur Hukum Deputi Huker Bnn RI. Kegiatan ini didukung oleh UNODC

Arahan Dir PLRIP dan Kepala Bnnp pada personil Balai Rehab Baddoka

Sulsel, 13-2-2017 jam 14.00-15.00, Dir PLRIP bersama Kepala Bnnp memberikan arahan kepada seluruh personil Balai Rehabillitasi BNN Baddoka.

Pola asuh keluarga sangat penting diterapkan dalam merehabilitasi pecandu narkoba, kata Dir PLRIP, sedangkan Kepala Bnnp menyampaikan bahwa ditugaskan ke Silsel ini untuk memperbaiki kampungnya dari jerat peredaran gelap narkoba

Pecandu narkoba wajib melaporkan diri supaya direhabilitasi

Pemerintah membuat batasan tertentu untuk melakukan rehabilitasi bagi seseorang yang telah menjadi pecandu. Beberapa ketentuan tersebut terdapat dalam Peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 25 tahun 2011, tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika:Pasal 1 Ayat 1. Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu narkotika yang telah cukup umur atau keluarganya, dan / atau orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur kepada institusi penerima wajib lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
Berikut tempat rehabilitasi institusi pemerintah :
1. RSU Labuang Baji Jl. DR. Ratulangi No. 81 Makassar CP Barlian, S.Kep, Ns 081355050035
2. RSU Haji Makassar Jl. Dg Ngeppe No.14 Makassar CP Farida, S.Kep, Ns 085399752027; Sitti Amirah, SKM 085299068228.
3. RSUD Daya Kota Makassar Cp dr. Fitriani 081355155006, Nurjanna 085231922536
4. RSU Sayang Rakyat [rawat inap] Cp dr. Femmy 081343885939; Qismu 08124229347; dr. Teddy 082348061965
5. RSUD Prof Makkatutu Kab Bantaeng Cp. dr. Rahmaniar 081543271609, 082349834609
6. RSUD Lanto Dg Pasewang Kab Jeneponto Cp dr. Ikhwan 08114600569, dr. Priyo 081342112890
7. RSUD Pajonga Kab Takalar Cp Sapriadi 081342220650
8. RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa Gowa Cp dr. Adriana 081243009436, Andi Tekne 085255165088
9. RSUD St Dg Raja Kab Bulukumba
10. RSUD Sinjai Kab Sinjai Cp Mirnawati 085218216399, dr. Fitriani 081355121299
11. RSUD Salewangeng Kab Maros
12. RSUD Pangkep cp dr. Muasriani 081242776088
13. RSUD Barru Kab Barru Cp Nurahsaniati 085242017202
14. RSUD Tenriawaru Kab Bone Cp Ismail 081344447720, dr. Yuwarni 085299351919
15. RSUD Ajapange Kab Soppeng Cp Nurjaya 085397841177
16. RSUD Lamaddukkelleng Kab Wajo Cp dr. Andi Rijalul 0811427730
17. RSUD Siwa Kab Wajo Cp Arman 085256882307, dr. Agussalim 085299701696
18. RSUD Nene Mallomo Kab Sidrap Cp Mulyadi 081355194103, dr. Amiruddin 08124133207
19. RSUD Arifin Nu’mang Kab Sidrap Cp Rahmawati 085216244426; dr. Muh Nurtoha 085241644944
20. RSUD Lasinrang Kab Pinrang cp dr. Usman 082250244262
21. RSUD Massenrengpulu Kab Enrekang Cp dr. Rahmi 081342061004
22. RSUD Lakipadada Kab Tana Toraja Cp dr. Remen 085242394979
23. RSUD Batara Guru Kab Luwu Cp Mutiah 081355873710, dr. Alviah 085233206706.
24. RSUD Sawerigading Kota Palopo Cp Mansur Said 081355503371; dr. Hasriyati 081342218782
25. RSUD Andi Jemma cp dr. Fitri Jontah 085213324349
26. RSUD Lagaligo cp dr. Misjunaling 081343972547
27. Puskesmas Makkasau Makassar cp Nasrullah 095242341234
28. Puskesmas Tamalate Makassar Cp Andi Fitriani 085396965548
29. Puskesmas Andalas Makassar Cp Miranista 081355077920
30. Puskesmas Maccini Sawah Cp Syohra, S. Kep
31. RS Khusus Daerah Sulsel (Dadi) cp Jamal 085255034990
32. Puskesmas Kota Pangkajene Sidrap Cp. dr. Hj. Rosmin 081343818811
Sedangkan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat seperti berikut :
1.Yayasan Doulos Jl. Arung Teko Makassar CP Anita 081342085925
2.Lembaga Peduli Anak Bangsa (LPAB) Jl. Racing Center Makassar CP dr. Rudi Ruseng 085299647477
3.Lembaga A’bulo Sibatang Makassar (LASM) Jl. Manunggal 22 No. 18 Makassar CP Hamzah 085299449115
4.Lembaga Peduli Anak Indonesia Cerdas (LPAIC) Jl. Kebahagiaan Utara BTP Blok A No. 63 Makassar CP Eldy 081243571743
5.Yayasan Mitra Husada (YMH) CP. 085299207202
6.Lembaga Religius Spirit Insan (LRSI) CP 08114116411
7.Lembaga Peduli Masyarakat Siammasei (LPMS) Cp. 08161327605
8.Yayasan Khusnul Khatima, CP Aladin 081342926353
9.Klinik Transit, Jl. Poros Maros Cp 082197481296
10.Lembaga Daar Ulil Albaab (LDUA) Jl. Raya Malino Gowa Cp. 085255745157
11.Yayasan Tanggap Cegah Mirasantika (YTCM) Jl. Bambu Runcing Maros Cp. 081285693559
BNNK Bone dengan :
12.RS. Hafsah, di Jl. Urip Sumoharjo No. 10 Watampone, CP A. Wahda 082347191810
13.Forum Pendamping Anak Indonesia, di Jl. Masjid No. 88 Watampone, CP Mastiawati 081342704392
14.
15.BNNK PALOPO dengan ;
16.RS Mujaisyah Jl. Dr. Ratulangi Km. 5 Poros Balandai Kota Palopo, CP dr. Jamil 082190302775
17.Rumah Rehab Hati Palopo Jl. A. Jemma No. 132 Kel. Tompotika Kec. Wara Palopo, CP Hamsir 08124260889BNNK Tator dengan :
18.Yayasan Pemulihan Bethesda, Dusun Tumonga Lembang Tonglo Kec. Rantetaya Tator, CP Pendeta Yudith 085299279551
19.Rumah Pemulihan Batuleleng, di Lingkungan Ba’tan Padang Kel. Ba’tan Kec. Kesu Tator CP 081332021003

Waspada penggunaan narkoba pada hari valentine 2017

Berdasarkan kelompok umur yang mengikuti program rehabilitasi melalui Bnnp Sulsel pada tahun 2016, yaitu terbanyak pada kelompok umur remaja akhir (umur 17-25 th) sebanyak 44,27%; kemudian dewasa awal (umur 26-35 th) sebesar 25,74%; disusul dewasa akhir (umur 36-45) sebanyak 14,07%; remaja awal (umur 12-16 th) sebanyak 12,87%; lansia awal (usia 46-55 th) sebanyak 2,18%; lansia akhir (usia 56-65 th) sebanyak 0,54%;  serta anak-anak (usia 5-11 th) sebanyak.0,33%.

Hal ini sangat berkaitan dengan tanggal 14 Pebruari, yaitu hari yang diperingati dunia sebagai  Valentine’s Day (hari kasih sayang). Momen ini biasa kumpul-kumpulnya remaja yang berpasang-pasangan untuk merayakan hari kasih sayang saling bertukar kado dll. Harian Republika memuat fakta bahwa setiap Valentine’s Day usai, banyak kondom berserakan di tempat rekreasi karena hubungan seks bebas (zina massal), minuman keras dan narkotika yang meruntuhkan tatanan nilai masyarakat yang beradab.

Di sinilah peran orang tua diharapkan untuk menjaga dan melindungi anak remajanya. Para remaja, terutama kaum perempuan, diwanti-wanti mewaspadai rokok (gorilla) yang diberikan teman prianya, terutama jelang Hari Valentine 2017. Jangan pernah akan terpengaruh dengan narkoba.