BNN Provinsi Sulsel Bersama Kodam VII Wirabuana Membentuk dan Melatih Kader Anti Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kodam VII Wirabuana melakukan kegiatan pembentukan dan pelatihan kader anti narkoba yang berlangsung di Hotel Celebes Indah Jln. Gunung Latimojong Makassar yang diikuti sebanyak 37 orang dari Prajurit TNI dari berbagai Kesatuan yang berada dalam naungan Kodam VII Wirabuana pada hari Selasa 15-16 April 2014.
Letnan Kolonel A.F.F. Sembiring selaku ass intel Kodam VII Wirabuana, diberikan kepercayaan oleh Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar ,S.I.P.M.A.P untuk membuka kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Kader Anti Narkoba dengan maksud supaya pihak Prajurit TNI Kodam VII Wirabuana ikut bertanggung jawab dan merasa memiliki kader anti narkoba yang diharapkan dapat melaksanakan berbagai Upaya P4GN dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodam VII Wirabuana khususnya pada kesatuan masing-masing.
Baca lebih lanjut

BNN Provinsi Sulawesi Selatan kerjasama dengan Kodam VII Wirabuana untuk menangkap sindikat peredaran gelap narkoba di Sulsel

Camera 360Dalam rangka mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pecegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2011-2015, maka BNN Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kerjasama dengan Kodam VII Wirabuana. Kerjasama kedua belah pihak dilegalkan dengan Penandatangan Perjanjian Nota Kesepahaman yang dilaksanakan pada tanggal 2 April 2014 di Markas Kodam VII Wirabuana Jl. Urip Sumiharjo Km. 7 Makassar. Penanda tanganan tersebut dilaksanakan oleh Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA selaku Kepala BNNP Sulsel dengan Mayjen TNI Bachtiar, S.IP, M.AP selaku Panglima Kodam VII Wirabuana.

Baca lebih lanjut

Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kampus Universitas Islam Negeri Makassar

DSC_2089Upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada masyarakat yaitu dengan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba, salah satunya yaitu “penyuluhan” tatap muka ke berbagai sasaran berdasarkan tingkat kerentanan. BNN Provinsi Sulsel melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar sebanyak 100 orang yang diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 2014 di kampus UIN Makassar. Pada pelaksanaan penyuluhan tersebut, Prof. DR. dr. Nur Bahri Noor, M.Sc selaku narasumber banyak menyinggung tentang efek penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan.

Baca lebih lanjut

Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kampus Universitas Veteran RI Makassar

DSC00211Kegiatan BNN Provinsi Sulsel yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba yaitu “penyuluhan” tatap muka ke berbagai sasaran berdasarkan tingkat kerentanan. BNN Provinsi Sulsel melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi mahasiswa UVRI Makassar sebanyak 100 orang yang diselenggarakan pada tanggal 25 Maret 2014 di kampus UVRI Makassar. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penanda tanganan kerjasama antara BNN Prov Sulsel dengan UVRI Makassar. Pada pelaksanaan penyuluhan tersebut, narasumber banyak-banyak menyinggung tentang efek penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, sedangkan Kepala BNNP Sulsel Kombes Pol Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA saat membawakan materinya mengungkapkan, BNN mengharapkan dengan kegiatan ini mahasiswa UVRI dapat memahami bahaya penyalahgunaan narkoba dan bisa menolak ajakan para sindikat pengedar narkoba. Jika sudah paham bahaya penyalahgunaan narkoba, maka diharapkan tidak pernah terjerumus dengan penyalahgunaan narkoba serta dapat menyampaikan ke mahasiswa UVRI lainnya, keluarga serta masyarakat umum di tempat tinggal masing-masing.

Baca lebih lanjut

Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Universitas Veteran RI Makassar

1964849_1386623711615053_2057546245_nDalam rangka menciptakan lingkungan Kampus Universitas Veteran RI Makassar bersih narkoba, BNN Provinsi Sulawesi Selatan menjalin kerjasama dengan Universitas Veteran RI Makassar. Penandatangan Perjanjian Kerjasama tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2014 di Kampus UVRI Makassar di Jl. Baruga Raya Antang Makassar oleh Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA selaku Kepala BNNP Sulsel dengan Dr. Andi Ninik Fariaty Lantara selaku Rektor UVRI Makassar.
Beberapa kesepakatan tanggung jawab antara pihak, yaitu BNN Prov Sulsel (1)Menyediakan narasumber dan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba di Universitas Veteran Republik Indonesia Makassar; (2)memberikan konsultasi secara memadai dalam menyusun materi muatan bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam bahan pengajaran dan bahan bacaan di lingkungan Universitas Veteran Republik Indonesia Makassar; (3)memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di Universitas Veteran Republik Indonesia Makassar; (4)menyiapkan dan menyelenggarakan program pelatihan pencegahan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada dosen dan mahasiswa di lingkungan Universitas Veteran Republik Indonesia Makassar.

Baca lebih lanjut

Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Yayasan Selebassi Indonesia

DSC_1290Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan Yayasan Selebassi Indonesia (Drs. Haroen Pudu Mas’ud SSR) tentang “Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika melalui Peran Serta Yayasan Selebassi Indonesia”. Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2014 jam 14.30 WITA di Gedung Tekomsel Lt.5 Jl. Andi Pangeran Pettarani Makassar.
Yayasan Selebassi Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di bidang penelitian umum dan khusus serta pengabdian masyarakat.
Kesepakatan tanggung jawab antara pihak, antara lain BNN Prov Sulsel (1)Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan terkait Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika melibatkan Yayasan Selebassi Indonesia; (2)menyediakan materi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) guna kreatifitas pelaku seni anti narkotika melalui seni rupa, seni musik dan seni tari; (3)melibatkan Yayasan Selebassi dalam rangka pagelaran seni dan budaya tentang anti narkotika. Sedangkan pihak Yayasan Selebassi Indonesia (1)Melakukan edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika ke masyarakat melalui kreatifitas pelaku seni anti narkotika melalui seni rupa, seni musik dan seni tari; (2)melaksanakan pagelaran seni dan budaya lokal tentang anti narkotika; (3)serta kegiatan lain yang dikembangkan dalam rangka mendukung maksud dan tujuan perjanjian kerjasama ini.

Baca lebih lanjut

Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra POLRI Wilayah Sulsel

DSC_1297Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra POLRI Wilayah Sulsel (Ir. Usman Jarre) tentang “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika melalui Peran Serta Sentra Komunikasi Provinsi Sulsel”. Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2014 jam 14.30 WITA di Gedung Tekomsel Lt.5 Jl. Andi Pangeran Pettarani Makassar.
Sentra Komunikasi (SENKOM) merupakan lembaga yang handal dan profesional dalam membantu mewujudkan keamanaan dan ketertiban nasional melalui peningkatan kesadaran masyarakat dengan membangun kesadaran serta memperluas peran masyarakat dalam ikut membantu pemerintah dan Polri guna menciptakan negara yang aman, tenteram dan damai serta terciptanya keamanan mandiri di lingkungan masyarakat.

Baca lebih lanjut

Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Lingkup Sentra Komunikasi Mitra POLRI Sulsel

Camera 360Kegiatan rutin Bidang Pencegahan BNN Provinsi Sulsel  yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba yaitu “penyuluhan” tatap muka ke berbagai sasaran berdasarkan tingkat kerentanan. BNN Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra POLRI Sulsel melaksanakan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi anggota SENKOM Sulsel yang diselenggarakan pada tanggal 22 Maret 2014 di aula Telkomsel (Gedung Miring) Jl. A. Pangerang Pettarani Makassar. Pesertanya dari anggota SENKOM Kab. Kota di Sulawesi Selatan sebanyak 100 orang. Narasumber yang memberikan penyuluhan yaitu Prof.Dr.dr.Nur Bahri Noor, M.Sc dan Kepala BNN Prov Sulsel (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA).

Baca lebih lanjut

Rapat Koordinasi Kerjasama Lintas Sektor Khusus Pendidikan dalam rangka Pelaksanaan Program P4GN di Sulsel

DSC00181Pada tanggal 20 Maret 2014, BNN Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor Lhusus L Pendidikan dengan menghadirkan Pembahas antara lain Kepala BNN Prov Sulsel, Kepala Dinas Pendidikan Prov Sulsel, Kepala Biro Bina Napza dan HIV-AIDS, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, dan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gowa. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah Kota Makassar sebanyak 22 orang dan Dinas Pendidikan Kab. Gowa sebanyak 4 orang.
Hasil Survey Nasional bekerjasama antara Badan Narkotika Nasional dengan Universitas Indonesia Tahun 2011 tentang Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, diketahui bahwa angka prevalensi penyalahguna Narkoba di Indonesia telah mencapai 2,2 % atau sekitar 4,2 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun). Hal ini mengalami peningkatan sebesar 0,21% bila dibandingkan dengan prevalensi pada tahun 2008, yaitu sebesar 1,99% atau sekitar 3,3 juta orang. Sedangkan di Sulawesi Selatan, sebanyak 115.056 penyalahguna pada tahun 2011, jika tidak tertangani dengan baik, maka akan meningkat menjadi 162.045 penyalahguna pada tahun 2015.
Baca lebih lanjut

BNNP Sulsel melaksanakan Advokasi Implementasi Inpres 12 Tahun 2011 tentang Kebijakan P4GN ke Universitas 45 Makassar

DSC_2808Pada tanggal 17 Maret 2014, Kepala BNN Provinsi Sulsel (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) bersama personilnya melaksanakan advokasi implementasi Inpres 12 Tahun 2011 ke Universitas 45 Makassar yang diterima oleh Rektor Universitas 45 Makassar beserta jajarannya di ruang rapat rektorat. Upaya yang dilakukan BNN Provinsi Sulawesi Selatan untuk mencari dukungan pelaksanaan program P4GN dengan melakukan Advokasi Implementasi Inpres 12 tahun 2011 tentang Kebjakan P4GN yang bertujuan untuk perubahan sikap, aksi, kebijakan dan peraturan-peraturan dengan mempengaruhi orang dan organisasi-organisasi dengan kekuatan, sistem-sistem dan struktur-struktur pada level yang berbeda untuk bersama melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Baca lebih lanjut

BNNP Sulsel melaksanakan Advokasi Implementasi Inpres 12 Tahun 2011 tentang Kebijakan P4GN ke TVRI Makassar

DSC_2794Berbagai upaya yang telah dilakukan BNN Provinsi Sulawesi Selatan untuk mensukseskan program P4GN, salah satunya yaitu Advokasi Implementasi Inpres 12 tahun 2011 tentang Kebjakan P4GN yang bertujuan untuk perubahan sikap, aksi, kebijakan dan peraturan-peraturan dengan mempengaruhi orang dan organisasi-organisasi dengan kekuatan, sistem-sistem dan struktur-struktur pada level yang berbeda untuk bersama melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
Pada tanggal 17 Maret 2014, Kepala BNN Provinsi Sulsel (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) bersama personilnya melaksanakan advokasi implementasi Inpres 12 Tahun 2011 ke Televisi Republik Indonesia (TVRI) Makassar yang diterima oleh Kepala Stasiun TVRI Makassar beserta jajarannya di ruang rapat TVRI Makassar.
Baca lebih lanjut

BNN Provinsi Sulawesi Selatan Melaksanakan Sweeping bersama Polda Sulselbar, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan dan POM ke Empat Tempat Hiburan Malam di Kota Makassar

Salah satu langkah BNN Provinsi Sulawesi Selatan untuk mewujudkan program pemerintah menuju Indonesia bebas penyalahgunaan narkoba tahun 2015, yaitu melakukan pemetaan dan sweeping  jaringan sindikat peredaran narkoba pada tempat hiburan malam. Olehnya itu pada tanggaln 15 Maret 2014 (malam) BNN Provinsi Sulawesi Selatan bersama Polda Sulselbar, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan serta POM  melaksanakan sweeping ke THM Liquid dan Redtro pada Hotel Clarion, THM Hotel Quality, dan Zona Cafe. Pada sweeping tersebut, BNN Provinsi Sulawesi Selatan melakukan test urine di tempat sebanyak 196 orang, dan dijaring sebanyak 36 orang yang dibawah ke kantor BNN Provinsi Sulsel untuk dilakukan tes ulang dan assessment untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba sebagai pengguna/ pecandu atau tidak (sesuai SOP dalam melakukan tes urine) guna menciptakan lingkungan bebas narkoba. Kalau hanya sebagai korban pengguna maka disarankan untuk mengikuti program hukuman rehabilitasi, sedangkan kalau berstatus sebagai kurir, pengedar dan bandar, maka akan diproses hukum pidana.

Baca lebih lanjut

BNN Provinsi Sulawesi Selatan menindak lanjuti “Pencanangan Tahun 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba” dengan Membentuk Tim Assesment

Camera 360Berbagai langkah yang direncanakan BNN Provinsi Sulawesi Selatan untuk menindak lanjuti “Pencanangan Tahun 2014 sebagai Tahun Penyelamatan Pengguna Narkoba”, antara lain melakukan FGD (1)Dekriminalisasi penyalahgunaan narkoba; (2)depenalisasi penyalahgunaan narkoba; (3)sosialisasi PP 25 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu narkoba; (4)sosialisasi bahwa pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi dari pada dipidana. Prinsipnya, pengguna narkoba itu harus didekati dengan dekriminalisasi dan depenalisasi, karena tidak ada pengguna narkoba yang sembuh dengan pidana, sehingga pengguna narkoba akan semakin meningkat dan biaya penegakan hukum untuk mereka juga semakin banyak.
Karena dekriminalisasi dan depenalisasi diyakini betul dapat menjadi solusi dalam menurunkan prevalensi penyalahgunaan narkoba, maka untuk memperkuat langkah tersebut perlu dilakukan dua hal, (1)assesment yang maksimal, dan (2)perlunya sinergi atau keterpaduan oleh seluruh lembaga penegak hukum yang ada. Assesment itu untuk menentukan peran pengguna narkoba sebagai pecandu atau bukan, guna mendukung perlu-tidaknya sanksi rehabilitasi dalam proses persidangan.

Baca lebih lanjut

Penyebaran informasi bahaya penyalahgunaan narkoba melalui “mobil keliling anti narkoba”

oto penolong.fw 03.fw OK.fwBerbagai upaya yang dilakukan BNN Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menjadikan 97,59% penduduk Sulawesi Selatan kelompok usia 10-59 tahun imun terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Telah melaksanakan pagelaran seni, talk show TV, dialog interaktif, memuat artikel pada media, pasang pesan bahaya narkoba pada media, pesan bahaya narkoba melalui (spanduk, film, poster, stiker, buku, baliho dll), telah melakukan penyuluhan melalui tata muka. Pada tahun 2014 ini, BNN Provinsi Sulsel melaksanakan kegiatan penyebaran informasi bahaya penyalahgunaan narkoba melalui “mobil keliling anti narkoba” yaitu salah satu metode penyebaran informasi berpindah-pindah dengan menggunakan mobil yang memiliki fasilitas penerangan untuk digunakan penyuluhan bergerak, atau memutar rekaman penyuluhan. Mobil yang digunakan  yaitu mobil APV bantuan Telkomsel yang didesain menjadi Mobil Keliling Anti Narkoba.  Mobil keliling ini digerakkan dengan memperhatikan sasaran yang ramai untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga tidak tertarik untuk menyalahgunakan narkoba.

Tampak Belakang.fw

Gerakan Anti Narkoba Bhayangkari dan Siswa Kemala Bhayangkari dalam rangka Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

DSC_3336Pada hari ini Senin tanggal tujuh belas bulan September tahun Dua Ribu Dua Belas telah dilakukan penanda tangan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulsel dengan Bhayangkari Daerah Sulselbar dengan tujuan untuk berperan serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba khususnya di sektor Bhayangkari dan masyarakat pada umumnya. Dengan gerakan Bhayangkari Daerah Sulselbar, pada tanggal 11 Maret 2014 kembali menunjukkan perannya untuk menyelamatkan anak bangsa melalui peningkatan pemahaman bahaya dan deteksi dini penyalah guna narkoba dengan mengumpulkan Bhayangkari dan Siswa Kemala Bhayangkari di SPN Batua Jl. Urip Sumiharjo Makassar.
Bhayangkari dan Siswa Kemala Bhayangkari diberi pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, jenis-jenis narkoba, sifat dan pengaruh narkoba terhadap tubuh, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap (fisik, psikologis, sosial dan ekonomi), sehingga diharapkan mampu menolak untuk tidak menyalahgunakan narkoba, dan akan mendidik anak-anaknya dengan penuh perhatian sehingga tidak terjerumus pada kejahatan narkoba.
Baca lebih lanjut