Bandar Narkoba Diciduk di Pinrang dengan BB Shabu 6,85 Kg

Press ReleasePasangan suami isteri (pasutri) di Pinrang ini dikenal sebagai pengusaha kaya. Pasutri ini tidak hanya kompak menjalankan bisnis pakaian, tapi juga kompak menjalankan bisnis narkoba.  Namun geliat bisnis mereka harus terhenti karena BNN telah menangkap keduanya bersama salah seorang kaki tangannya yang bertugas menjadi kurir baru-baru ini. Pasangan ini diduga kuat terlibat dalam jaringan narkotika internasional.Kronologi nya; BNN mendapat informasi  tentang adanya transaksi narkotika di sebuah daerah di Pinrang, Sulawesi Selatan. Tim selanjutnya melakukan pemantauan di kawasan Tiroang Pinrang. Pada Senin, 22 September 2014, BNN berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam jaringan narkotika. Ketiganya ditangkap usai sang kurir bernama Ilham (21) menyerahkan tas berisi narkotika jenis sabu kepada H.Dawang (45) beserta istri, Hj. Maemunah (43) di rumahnya, yang terletak di daerah Tiroang, Pinrang, Sulawesi Selatan. Setelah dilakukan pemeriksaan, sabu seberat 6.850 gram berhasil disita dari jaringan ini. Sabu tersebut sudah dipecah dalam bentuk paket   masing-masing 50 gram sebanyak 137 bungkus.

Baca lebih lanjut

BNN Prov.Sulsel Melakukan Focus Group Discussion Implementasi Inpres No 12 Tahun 2011 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Dengan Polrestabes Makassar

DSC_1204Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Polrestabes Makassar yang diselenggarakan di Kantor Aula Markas Polisi Resort Kota Besar Makassar pada Hari Kamis, 17 September 2014 di Jln Ahmad Yani Makassar. Kepala BNN Prov.sulsel Kombes Pol.Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA diterima oleh Kepala Resort Kota Besar Makassar (Kapolrestabes) Kombes Pol.Drs.Fery Abraham,MM di ruangan pribadinya yang berada pada lantai 2 . Hadir dalam acara tersebut para pejabat perwira menengah lingkup Polrestabes Makassar terdiri dari Kasat Binmas,Kasat Intel ,Kabag Humas,Kabag Bin Ops dan Wakasat Narkoba serta para anggota Sat Narkoba lingkup Polrestabes Makassar.

Baca lebih lanjut

BNNP Sulsel Melakukan Focus Group Discussion di Mapolres Maros

DSC_0089Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Focus Group Discussion di Mapolres Maros pada Hari Kamis, 11 September 2014 di Ruang Rapat Polres Resort Maros. Kepala BNN Prov.Sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA. Hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion tersebut Kapolres Maros AKBP C.F Hotman Sirait, Wakapolres Kompol A.Mappiasaji,Kabag Bin Ops Polres Maros,Kasat Narkoba,Pejabat Perwira Polres Maros serta Para Kapolsek Lingkup Wilayah Hukum Polres Maros dan anggota sat narkoba polres Maros. Dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Prov.Sulsel Kombes Pol.Drs.Richard M,Nainggolan,MM.MBA menyerahkan Dokumen Implementasi Inpres,Peraturan Gubernur dan tentang Peraturan Bersama,kepada Kapolres Maros AKBP Hotman Sirait.

Baca lebih lanjut

Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel

DSC_0081Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan Dinas Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan (Drs. Abdullah Djabbar, M.Pd) tentang “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika di Sulawesi Selatan melalui Institusi Pendidikan. Penanda tanganan tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 September 2014 jam 10.30 WITA di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Prov. Sulsel Jl. Rip Sumiharjo Makassar.

Baca lebih lanjut

Rapat Kordinasi Kerjasama Lintas Sektor dengan Tema “Dekriminalisasi Penyalah guna Narkotika di Ruang Pimpinan Kantor Gubernur Prov. Sulsel

DSC_0102Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Rapat Kordinasi Kerjasama Lintas Sektor Dengan Tema Dekriminalisasi Penyalahguna Narkotika pada Hari Selasa, 02 September 2014 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Prov.Sulsel. Kepala BNN Prov.sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA membacakan sambutan Laporan Penanggungjawab kegiatan Rapat Kordinasi Kerjasama Lintas Sektor Dengan Tema Dekreminalisasi Penyalahguna Narkotika, kegiatan ini disertai dengan Penandatanganan antara BNN Prov.sulsel dengan Dinas Pendidikan Prov.sulsel yang disaksikan oleh Kepala BNN RI dan Gubernur Sulsel. Hadir dalam rapat tersebut Kepala BNN RI Dr.Drs.Komjen.Pol.Anang Iskandar,SH,MH,Gubernur Sulsel Dr.Syahrul Yasin Limpo,SH,M.Si,MH,Wakil Gubernur Sulsel Ir.Agus Arifin Nu’mang,Ketua DPRD Prov.sulsel H.Moeh Roem,Polda Sulselbar,Kodam VII Wirabuana,Kajati Sulsel,Walikota Makassar,Kapolrestabes Makassar,Kanwil Hukum dan HAM Sulsel,Kepala Dinas Kesehatan Prov.sulsel dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sulsel.

Baca lebih lanjut

Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov.Sulsel Melakukan Tes Urine Karyawan Hotel Santika Makassar

DSC_9913Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Tes Urine di Hotel Santika Makassar pada Hari Rabu,20 Agustus 2014 di Jln.Sultan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Pandang. Satu persatu karyawan Hotel Santika tersebut melakukan tes urine untuk mengetahui karyawan mana yang sering mengkunsumsi narkoba.
Tak hanya Tes Urine ,BNN Prov.Sulsel juga memberikan penyuluhan kepada seluruh karyawan Hotel Santika tentang bagaimana penanganan narkoba khususnya di industri perhotelan bisa kita cegah. Langkah itu dilakukan oleh pihak BNN agar penyalahgunaan narkotika ditengah tengah karyawan maupun masyarakat disekitar Hotel Santika bisa diminimalisir.
Sales Manager Hotel Santika Makassar Bayurieni mengatakan” kerja sama yang dilakukan oleh pihak BNN Prov.sulsel merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap gerakan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau biasa yang disebut P4GN.
Baca lebih lanjut

Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov.Sulsel Melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Kesehatan Prov.Sulsel

DSC_0051Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Kantor Aula Dinas Kesehatan Prov.Sulsel pada Hari Rabu,20 Agustus 2014 di Jln Perintis Kemerdekaan Makassar. Kepala BNN Prov.sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov.Sulsel dr.H.Rachmat Latief,SpPD,M.Kes.FINASIM. Hadir dalam acara tersebut para pejabat eselon IV III pegawai negeri sipil dari Dinas Kesehatan Prov.sulsel dan Badan Narkotika Nasional Prov.Sulsel

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov.Sulsel Kombes Pol. Drs.Richard M,Nainggolan,MM,MBA mengatakan,” Focus Group Discussion ini kita lakukan dengan Dinas Kesehatan Prov.Sulsel sebagain dari kordinasi untuk Tim Assesment Terpadu,tim assesment terpadu ini adalah merupakan sebagai implementasi dari Peraturan Bersama tentang penanganan pecandu yang dalam proses peradilan. Dengan adanya tim asessment terpadu ini pecandu narkotika yang tertangkap nanti akan diasessment terlebih dahulu apakah yang bersangkutan masuk ke dalam kelompok Bandar,Pengedar atau dia termasuk Pecandu penyalahguna narkotika, pecandu nanti ini akan ditentukan atau direkomendasikan oleh tim asessment penyidik apakah yang bersangkutan ini perlu direhabilitasi atau dirawat jalan walaupun proses peradilan berlangsung, tetapi dari segi hukum dia harus pertanggungjawabkan perbuatannya”.
Baca lebih lanjut

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov. Sulsel dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan

DSC_0051Apel Besar dalam rangka ulang tahun Gerakan Pramuka ke 53 th yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan serta penyematan Pin BNN oleh Kepala BNN Prov. Sulsel kepada Gubernur Sulsel selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di halaman Rujab Gubernur Sulsel pada Hari Senin, 18 Agustus 2014 di Jln.Sam Ratulangi Makassar. Kepala BNN Prov. Sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA mengatakan “dalam melaksanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pramuka diharapkan berperan aktif karena kita ketahui pramuka ada di mana-mana dan tentunya disinilah BNN melihat dan kebetulan Bapak Gubernur Sulsel Dr.H.Syahrul Yasin Limpo,SH,.M,H.M,Si sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulsel mendukung ini, dan juga menyampaikan supaya kita memberdayakan pramuka yang ada.

Baca lebih lanjut

Deputi Rehabilitasi BNN RI dan Kepala BNN Prov. Sulsel Meresmikan Klinik Pratama “Adi Pradana” BNN Prov. Sulsel di Halaman Kantor BNNP Sulsel

DSC_0191Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan Klinik Pratama “Adi Pradana” BNN Prov.sulsel di Halaman Kantor BNN Prov.sulsel Jalan Manunggal 22 Kelurahan Maccini Sombala yang diselenggarakan pada hari Rabu 13 Agustus 2014. Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Deputi Rehabilitasi BNN RI dr. Diah Setya Urtami,SP.Kj.MARS, Kepala BNN Prov.sulsel KOMBES Pol Drs Richard M, Nainggolan,MM,MBA dan Kadis Kesehatan Provinsi sulsel. Setelah pembukaan Deputi Rehabiliasi dan tamu undangan meninjau ruangan klinik “Adi Pradana” dan Sekretariat assesment terpadu. Adapun para tamu undangan yang hadir adalah Kadis Kesehatan,Dir.Narkoba Polda Sulsel,Kabid Dokkes Polda Sulsel,Kapolrestabes Makassar,Kapolres Maros dll. Defenisi Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/ atau sepesialistik. Tetapi klinik yang dibentuk oleh BNNP Sulawesi Selatan ini merupakan klinik jenis pratama yang diberi nama “Klinik Adi Pradana” akan menyelenggarakan medik dasar baik untuk pecandu narkotika kategori coba-coba dan rekreasional yang akan diberikan pelayanan rawat jalan maupun tahanan BNNP yang mengalami gangguan kesehatan.
Baca lebih lanjut

Suasana Ruangan Klinik Pratama ” Adi Pradana ” BNN Prov.sulsel

DSC_0051[1]Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan mendokumentasikan ruangan Klinik yang dibentuk jenis pratama yang diberi nama “Klinik Adi Pradana” akan menyelenggarakan medik dasar baik untuk pecandu narkotika kategori coba-coba dan rekreasional yang akan diberikan pelayanan rawat jalan maupun tahanan BNNP yang mengalami gangguan kesehatan.
Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel ini berlokasi di Jl. Manunggal 22 Makassar dengan izin No.440/1258/REK/09/VIII/2014 yang diresmikan oleh Deputi Rehabilitasi BNN Republik Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2014.
Suasana Dalam Gambar Ruangan “Klinik Adi Pradana”.
Baca lebih lanjut

Peresmian Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel

PLANG KLINIKDefenisi Klink adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/ atau sepesialistik. Tetapi klinik yang dibentuk oleh BNNP Sulawesi Selatan ini merupakan klinik jenis pratama yang diberi nama “Klinik Adi Pradana” akan menyelenggarakan medik dasar baik untuk pecandu narkotika kategori coba-coba dan rekreasional yang akan diberikan pelayanan rawat jalan maupun tahanan BNNP yang mengalami gangguan kesehatan.
Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel ini berlokasi di Jl. Manunggal 22 Makassar dengan izin No.440/1258/REK/09/VIII/2014 yang diresmikan oleh Deputi Rehabilitasi BNN Republik Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2014.
Klinik ini dibentuk sebagai cikal bakal pengusulan BNNP Sulawesi Selatan untuk menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi pengguna/ korban penyalahgunaan narkotika.
Plang klinik seperti berikut :

PLANG KLINIK

 

Pengedar Narkotika ditangkap BNNP Sulsel di Batua Raya Makassar

BorgolKronologis pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika No. SP.Kap/08/VIII/2014 ini, bermula dengan menangkap AG di Makassar pada tanggal 14 April 2013 dengan putusan direhabilitasi. Pengembangan kasus, berhasil menangkap ASL dan ASR di Makassar pada tanggal 4 Mei 2013 dengan putusan penjara 2,8 tahun. Kasus ini dikembangkan, berhasil menangkap RB di Jeneponto pada tanggal 24 Mei 2013 dengan putusan penjara 14 tahun. Pengembangan kasus selanjutnya menangkap WW di Jl. Batua Raya Makassar pada tanggal 9 Agustus 2014 dengan barang bukti berupa shabu seberat 15 gram dan uang Rp. 15 Juta. Keseluruhan yang ditangkap ini merupakan satu jaringan. [sumber:Robert/penyidik BNNP Sulsel].

BIMBINGAN TEKNIS BAGI PETUGAS LEMBAGA REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT DAN OPTIMALISASI PEMBINA FUNGSI REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT DI BALAI REHABILITASI BNN BADDOKA MAKASSAR

DSC_9330Jumlah pecandu narkotika di Indonesia sudah semakin memprihatinkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, di awal tahun 2014 Badan Narkotika Nasional bersama Mahkumjakpol, Kemenkes Dan Kemensos menetapkan satu Peraturan Bersama tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi. Dengan berlakunya peraturan ini, maka pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika tidak ditahan, melainkan direhabilitasi. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNN Prov.sulsel Kombes Pol. Drs. Richard M, Nainggolan,MM,MBA.

Baca lebih lanjut

Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov. Sulsel bersama Perhimpunan Hotel dan Restourant Indonesia (PHRI) wilayah sulsel melakukan Fokus Group Discussion di Hotel Clarion

DSC_0034Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan ke Perhimpunan Hotel dan Restouran Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Clarion pada Hari Selasa,06 Agustus 2014 di Jln A.P.Pettarani. Kepala BNN Prov.sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA diterima Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah sulsel Anggiat Sinaga beserta jajaran PHRI Persatuan Himpunan Hotel Restoran Indonesia. Kunjungan ini sebagai bagian dari upaya BNN Prov Sulsel mengajak Karyawan di berbagai Hotel dan Restoran yang ada di sulsel untuk memerangi narkoba di lingkungan PHRI. Kegiatan ini didahului dengan diadakannya Fokus Group Discussion (FGD)  tentang bahaya narkoba kepada Karyawan Hotel dan Restoran Indonesia di Hotel Clarion.

Baca lebih lanjut

Deteksi Dini Penyalah guna Narkoba Dengan Melihat Tanda2 Perlu Diajarkan ke Masyarakat

Deteksi penyalah guna narkoba dengan menggunakan media tes urine/ rambut tidak tepat diajarkan pada masyarakat karena memerlukan biaya besar serta keterampilan khusus. Melainkan metode deteksi dini dengan melihat tanda-tanda yang perlu diajarkan kepada masyarakat, sehingga dengan melihat saja, dapat mendeteksi keluarganya secara dini dari kecanduan narkoba. Tanda-tanda yang dapat dilihat untuk mendeteksi secara dini penyalah guna narkoba di sekeliling kita anatara lain : bicara mendadak pelo, mendadak jadi pendiam, mudah tersinggung/ pemarah, suka bohong, suka maksa dan ngutang, menghindari acara keluarga,  betah di kamar, sikapnya jadi apatis/ cuek, semangat dan prestasi kerja/ belajar menurun-hancur, gampang gugup/ cemas/ panik, di tasnya/ mobilnya/ kamarnya ditemukan sedotan, aluminium poil, gulungan uang, tiba-tiba berkaos kaki/ berbaju lengan panjang, sering menggigil/ demam, prestasi di sekolah tiba2 menurun secara drastis, pola tidur berubah, selera makan kurang, banyak mengurung diri di kamar, bersikap lebih kasar dari sebelumnya, muncul sikap-sikap yang tidak semestinya.
Setelah menemukan beberapa diantara tanda-tanda ini, maka dianjurkan masyarakat untuk melakukan deteksi tes urine/rambat untuk memastikan positif atau tidak. Melakukan tes urine/ rambut dapat dilakukan pada BNNP Sulsel Jl. Manunggal 22 Makassar. Semoga informasi ini dapat membantu masyarakat untuk dapat mendeteksi secara dini keluarganya dari penyalahgunaan narkoba. by Lasudar