Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov.Sulsel Melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Kesehatan Prov.Sulsel

DSC_0051Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Kantor Aula Dinas Kesehatan Prov.Sulsel pada Hari Rabu,20 Agustus 2014 di Jln Perintis Kemerdekaan Makassar. Kepala BNN Prov.sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov.Sulsel dr.H.Rachmat Latief,SpPD,M.Kes.FINASIM. Hadir dalam acara tersebut para pejabat eselon IV III pegawai negeri sipil dari Dinas Kesehatan Prov.sulsel dan Badan Narkotika Nasional Prov.Sulsel

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov.Sulsel Kombes Pol. Drs.Richard M,Nainggolan,MM,MBA mengatakan,” Focus Group Discussion ini kita lakukan dengan Dinas Kesehatan Prov.Sulsel sebagain dari kordinasi untuk Tim Assesment Terpadu,tim assesment terpadu ini adalah merupakan sebagai implementasi dari Peraturan Bersama tentang penanganan pecandu yang dalam proses peradilan. Dengan adanya tim asessment terpadu ini pecandu narkotika yang tertangkap nanti akan diasessment terlebih dahulu apakah yang bersangkutan masuk ke dalam kelompok Bandar,Pengedar atau dia termasuk Pecandu penyalahguna narkotika, pecandu nanti ini akan ditentukan atau direkomendasikan oleh tim asessment penyidik apakah yang bersangkutan ini perlu direhabilitasi atau dirawat jalan walaupun proses peradilan berlangsung, tetapi dari segi hukum dia harus pertanggungjawabkan perbuatannya”.
Kepala Dinas Kesehatan Prov.Sulsel dr.H.Rachmat Latief,SpPD,M.Kes FINASIM. mengungkapkan “salah satu tujuan diadakannya Forum Group Discuission (FGD) di Lingkungan Dinas Kesehatan Prov.Sulsel ini adalah untuk mensinergikan program dalam kita menuju ke satu tujuan bagaimana pengguna narkoba di Sulsel apapun jenisnya bisa menjadi clear atau tidak ada. Banyak instansi yang terlihat didalamnya kami harus memilah dan memilih,kita tidak ada yang kontradiktif satu dengan yang lain, jelas kita bersinergi BNN,Dinas Kesehatan,Biro Napza dan instansi lainnya,sehingga kalau ini bersinergi pasti saling menguatkan,sehingga out came kita isya Allah kita raih dalam waktu yang lebih singkat dan kita capai,apalagi ada kesepahaman pasti jelas sekali, jadi BNN Prov.sulsel ingin membentuk Tim Asessment Terpadu pasti kita sangat mendukung sepenuhnya dan kami akan memberikan tenaga yang mengetahui dibidang masing masing. Dibidang kami juga Nanti BNN Prov.sulsel juga akan mendukung Dinas Kesehatan Prov.sulsel, makanya dengan adanya saling mendukung dan saling kompak jelasnya pasti maksimal.

DSC_0047 DSC_0059 DSC_0056 DSC_0064

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov. Sulsel dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan

DSC_0051Apel Besar dalam rangka ulang tahun Gerakan Pramuka ke 53 th yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan serta penyematan Pin BNN oleh Kepala BNN Prov. Sulsel kepada Gubernur Sulsel selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di halaman Rujab Gubernur Sulsel pada Hari Senin, 18 Agustus 2014 di Jln.Sam Ratulangi Makassar. Kepala BNN Prov. Sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA mengatakan “dalam melaksanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pramuka diharapkan berperan aktif karena kita ketahui pramuka ada di mana-mana dan tentunya disinilah BNN melihat dan kebetulan Bapak Gubernur Sulsel Dr.H.Syahrul Yasin Limpo,SH,.M,H.M,Si sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulsel mendukung ini, dan juga menyampaikan supaya kita memberdayakan pramuka yang ada.

Baca lebih lanjut

Deputi Rehabilitasi BNN RI dan Kepala BNN Prov. Sulsel Meresmikan Klinik Pratama “Adi Pradana” BNN Prov. Sulsel di Halaman Kantor BNNP Sulsel

DSC_0191Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan Klinik Pratama “Adi Pradana” BNN Prov.sulsel di Halaman Kantor BNN Prov.sulsel Jalan Manunggal 22 Kelurahan Maccini Sombala yang diselenggarakan pada hari Rabu 13 Agustus 2014. Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Deputi Rehabilitasi BNN RI dr. Diah Setya Urtami,SP.Kj.MARS, Kepala BNN Prov.sulsel KOMBES Pol Drs Richard M, Nainggolan,MM,MBA dan Kadis Kesehatan Provinsi sulsel. Setelah pembukaan Deputi Rehabiliasi dan tamu undangan meninjau ruangan klinik “Adi Pradana” dan Sekretariat assesment terpadu. Adapun para tamu undangan yang hadir adalah Kadis Kesehatan,Dir.Narkoba Polda Sulsel,Kabid Dokkes Polda Sulsel,Kapolrestabes Makassar,Kapolres Maros dll. Defenisi Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/ atau sepesialistik. Tetapi klinik yang dibentuk oleh BNNP Sulawesi Selatan ini merupakan klinik jenis pratama yang diberi nama “Klinik Adi Pradana” akan menyelenggarakan medik dasar baik untuk pecandu narkotika kategori coba-coba dan rekreasional yang akan diberikan pelayanan rawat jalan maupun tahanan BNNP yang mengalami gangguan kesehatan.
Baca lebih lanjut

Suasana Ruangan Klinik Pratama ” Adi Pradana ” BNN Prov.sulsel

DSC_0051[1]Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan mendokumentasikan ruangan Klinik yang dibentuk jenis pratama yang diberi nama “Klinik Adi Pradana” akan menyelenggarakan medik dasar baik untuk pecandu narkotika kategori coba-coba dan rekreasional yang akan diberikan pelayanan rawat jalan maupun tahanan BNNP yang mengalami gangguan kesehatan.
Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel ini berlokasi di Jl. Manunggal 22 Makassar dengan izin No.440/1258/REK/09/VIII/2014 yang diresmikan oleh Deputi Rehabilitasi BNN Republik Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2014.
Suasana Dalam Gambar Ruangan “Klinik Adi Pradana”.
Baca lebih lanjut

Peresmian Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel

PLANG KLINIKDefenisi Klink adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/ atau sepesialistik. Tetapi klinik yang dibentuk oleh BNNP Sulawesi Selatan ini merupakan klinik jenis pratama yang diberi nama “Klinik Adi Pradana” akan menyelenggarakan medik dasar baik untuk pecandu narkotika kategori coba-coba dan rekreasional yang akan diberikan pelayanan rawat jalan maupun tahanan BNNP yang mengalami gangguan kesehatan.
Klinik Adi Pradana BNNP Sulsel ini berlokasi di Jl. Manunggal 22 Makassar dengan izin No.440/1258/REK/09/VIII/2014 yang diresmikan oleh Deputi Rehabilitasi BNN Republik Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2014.
Klinik ini dibentuk sebagai cikal bakal pengusulan BNNP Sulawesi Selatan untuk menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi pengguna/ korban penyalahgunaan narkotika.
Plang klinik seperti berikut :

PLANG KLINIK

 

Pengedar Narkotika ditangkap BNNP Sulsel di Batua Raya Makassar

BorgolKronologis pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika No. SP.Kap/08/VIII/2014 ini, bermula dengan menangkap AG di Makassar pada tanggal 14 April 2013 dengan putusan direhabilitasi. Pengembangan kasus, berhasil menangkap ASL dan ASR di Makassar pada tanggal 4 Mei 2013 dengan putusan penjara 2,8 tahun. Kasus ini dikembangkan, berhasil menangkap RB di Jeneponto pada tanggal 24 Mei 2013 dengan putusan penjara 14 tahun. Pengembangan kasus selanjutnya menangkap WW di Jl. Batua Raya Makassar pada tanggal 9 Agustus 2014 dengan barang bukti berupa shabu seberat 15 gram dan uang Rp. 15 Juta. Keseluruhan yang ditangkap ini merupakan satu jaringan. [sumber:Robert/penyidik BNNP Sulsel].

BIMBINGAN TEKNIS BAGI PETUGAS LEMBAGA REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT DAN OPTIMALISASI PEMBINA FUNGSI REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT DI BALAI REHABILITASI BNN BADDOKA MAKASSAR

DSC_9330Jumlah pecandu narkotika di Indonesia sudah semakin memprihatinkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, di awal tahun 2014 Badan Narkotika Nasional bersama Mahkumjakpol, Kemenkes Dan Kemensos menetapkan satu Peraturan Bersama tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi. Dengan berlakunya peraturan ini, maka pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika tidak ditahan, melainkan direhabilitasi. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNN Prov.sulsel Kombes Pol. Drs. Richard M, Nainggolan,MM,MBA.

Baca lebih lanjut

Badan Narkotika Nasional (BNN) Prov.sulsel bersama Perhimpunan Hotel dan Restourant Indonesia (PHRI) wilayah sulsel melakukan Fokus Group Discussion di Hotel Clarion

DSC_0034Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan ke Perhimpunan Hotel dan Restouran Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Clarion pada Hari Selasa,06 Agustus 2014 di Jln A.P.Pettarani. Kepala BNN Prov.sulsel Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA diterima Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah sulsel Anggiat Sinaga beserta jajaran PHRI Persatuan Himpunan Hotel Restoran Indonesia. Kunjungan ini sebagai bagian dari upaya BNN Prov Sulsel mengajak Karyawan di berbagai Hotel dan Restoran yang ada di sulsel untuk memerangi narkoba di lingkungan PHRI. Kegiatan ini didahului dengan diadakannya Fokus Group Discussion (FGD)  tentang bahaya narkoba kepada Karyawan Hotel dan Restoran Indonesia di Hotel Clarion.

Baca lebih lanjut

Deteksi Dini Penyalah guna Narkoba Dengan Melihat Tanda2 Perlu Diajarkan ke Masyarakat

Deteksi penyalah guna narkoba dengan menggunakan media tes urine/ rambut tidak tepat diajarkan pada masyarakat karena memerlukan biaya besar serta keterampilan khusus. Melainkan metode deteksi dini dengan melihat tanda-tanda yang perlu diajarkan kepada masyarakat, sehingga dengan melihat saja, dapat mendeteksi keluarganya secara dini dari kecanduan narkoba. Tanda-tanda yang dapat dilihat untuk mendeteksi secara dini penyalah guna narkoba di sekeliling kita anatara lain : bicara mendadak pelo, mendadak jadi pendiam, mudah tersinggung/ pemarah, suka bohong, suka maksa dan ngutang, menghindari acara keluarga,  betah di kamar, sikapnya jadi apatis/ cuek, semangat dan prestasi kerja/ belajar menurun-hancur, gampang gugup/ cemas/ panik, di tasnya/ mobilnya/ kamarnya ditemukan sedotan, aluminium poil, gulungan uang, tiba-tiba berkaos kaki/ berbaju lengan panjang, sering menggigil/ demam, prestasi di sekolah tiba2 menurun secara drastis, pola tidur berubah, selera makan kurang, banyak mengurung diri di kamar, bersikap lebih kasar dari sebelumnya, muncul sikap-sikap yang tidak semestinya.
Setelah menemukan beberapa diantara tanda-tanda ini, maka dianjurkan masyarakat untuk melakukan deteksi tes urine/rambat untuk memastikan positif atau tidak. Melakukan tes urine/ rambut dapat dilakukan pada BNNP Sulsel Jl. Manunggal 22 Makassar. Semoga informasi ini dapat membantu masyarakat untuk dapat mendeteksi secara dini keluarganya dari penyalahgunaan narkoba. by Lasudar

Advokasi untuk menyusun kebijakan, setelah tersusun kebijakan, intervensi apa lagi namanya ?

Advokasi merupakan sebuah proses untuk membawa perubahan di dalam kebijakan, peraturan-peraturan dan praktek dari individu–individu yang berpengaruh sehingga pengambil kebijakan pada suatu organisasi akan mengambil kebijakan untuk turut melaksanakan tujuan advokasi tersebut. Advokasi itu bisa dilakukan beberapa upaya dan berkali-kali untuk meyakinkan pengambil kebijakan pada sasaran advokasi sehingga pola pikir berubah untuk mendukung tujuan advokasi. Nah, setelah sasaran advokasi berhasil menyusun kebijakan, apakah dalam bentuk surat keputusan, surat edaran, peraturan ataukah MoU, untuk menindak lanjuti kebijakan tersebut bukan kegiatan advokasi lagi dong namanya kan ? Pembaca yang budiman, kami butuh jawabannya untuk membantu kami sebagai petugas perencanaan pada organisasi ini dalam rangka memetakan manajemen komponen kegiatan yang akan kami jadikan kerangka acuan kerja, kami berpendapat, kegiatan yang cocok yaitu Tindak Lanjut ……, Penyusunan………, Intervensi …………. dll.  by Lasudar….

BNN Prov.sulsel membentuk kader Anti Narkoba di Lingkungan Kerja BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) Prov.sulsel

DSC_8879Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan bersama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov.sulsel melakukan kegiatan pembentukan dan pelatihan kader anti narkoba yang berlangsung di Hotel Celebes Indah Jln. Gunung Latimojong Makassar yang diikuti sebanyak 35 orang dari staf lingkup BKKBN Prov.sulsel pada hari Selasa 22-23 Juli 2014.
Kepala BKKBN Prov.sulsel Dr.H.Bambang Arya,M.Kes diberikan kepercayaan oleh Kepala BNN Prov. Sulsel untuk membuka kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Kader Anti Narkoba dengan maksud supaya pihak BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) Prov.sulsel ikut bertanggung jawab dan merasa memiliki kader anti narkoba yang diharapkan dapat melaksanakan berbagai Upaya P4GN dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan BKKBN khususnya dan lingkungan tempat tinggal kader tersebut pada umumnya. Baca lebih lanjut

BNN Prov.sulsel melakukan kegiatan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Pemerintahan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov.sulsel

DSC_0046Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kegiatan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang berlangsung di Auditorium BKKBN Prov. Sulsel Jl. A.P. Pettarani Makassar yang diikuti sebanyak 100 orang, terdiri dari pejabat Eselon III, IV dan seluruh staf BKKBN Prov. Sulsel pada hari Kamis 10 Juli 2014. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dengan personil Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan dan personil Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan
Baca lebih lanjut

Penanda tanganan Nota Kesepahaman antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dit Reskrim Narkoba Polda Sulselbar

DSC_0272Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan Direktorat Reskrim Narkoba Polda Sulselbar (Kombes Pol Drs. A.Azis Djamaluddin, SH) tentang “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika di Sulawesi Selatan. Penanda tanganan tersebut dilaksanakan padatanggal 26 Juni 2014 2014 jam 10.00 WITA di Auditorium RRI Makassar Jl. Riburane No. 3 Makassar. Dit Reskrim Narkoba Polda Sulselbar merupakan alat negara yang memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kesepahaman tanggung jawab antara pihak, antara lain BNN Prov Sulsel(1)Memfasilitasi sistem aplikasi SIN TPN; (2)Menunjuk dan menugaskan petugas entri data di BNNP Sulawesi Selatan dan jajaran; (3)Melakukan entri data kasus Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika yang diungkap oleh BNNP Sulawesi Selatan dan jajaran melalui SIN TPN setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Pagelaran Seni dalam rangka Membudayakan Pola Hidup Sehat Tanpa Penyalahgunaan Narkoba

DSC_0314Berbagai upaya yang dilaksanakan BNNP Sulsel dalam rangka membudayakan Pola Hidup Sehat Tanpa Penyalahgunaan Narkoba. Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati di seluruh dunia pada setiap tanggal 26 Juni, BNNP Sulsel memperingatinya bekerjasama RRI Makassar dengan melibatkan kader anti narkoba di Sulsel menyelenggarakan Pagelaran Seni Anti Narkotika pada tanggal 26 Juni 2014 di Auditorium RRI Makassar Jl Riburane Makassar. Upaya untuk mewujudkan Indonesia Negeri bebas Narkoba sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredara Gelap Narkoba Tahun 2011-015 diwujudkan melalui Program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Baca lebih lanjut

Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan RRI Makassar

DSC_0259Penanda tanganan perjanjian kerjasama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Richard M. Nainggolan, MM, MBA) dengan RRI Makassar (Dra. Hj. Sumarlina, MM) tentang “Peran RRI Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika di Sulawesi Selatan. Penanda tanganan tersebut dilaksanakan padatanggal 26 Juni 2014 2014 jam 10.00 WITA di Auditorium RRI Makassar Jl. Riburane No. 3 Makassar. RRI Makassar merupakan Lembaga Penyiaran Publik yang bersifat independen, netral, tidak komersil dan berfungsi melayani kebutuhan masyarakat.

Baca lebih lanjut